Toilet Training

April 15, 2009 Ummu Syifa Leave a comment

Mengajarkan anak untuk BAK dan BAB di kamar mandi (toilet training) memang tidak mudah. Butuh beberapa kesiapan, terutama kesiapan dari si anak itu sendiri. Toilet training merupakan cara untuk melatih anak agar bisa mengontrol ‘hajatnya’, apakah itu saat ia ingin buang air kecil (BAK) atau buang air besar (BAB). Selain itu, anak diharapkan mampu BAK dan BAB di tempat yang telah ditentukan. (http://wrm-indonesia.org).

Bagi anak usia kurang dari 12 bulan, toilet training masih susah dilakukan. Hal ini karena pada usia tersebut anak masih tidak bisa mengontrol keinginan BAK dan BAB. Sedangkan usia 18-24 bulan, ada beberapa yang telah siap melakukannya. Namun ada juga beberapa anak yang hingga usia 30 bulan masih belum menunjukkan kesiapan. Read more…

Kartu Cerdas Balita

April 12, 2009 Ummu Syifa 4 comments

Liburan ke Kutowinangun, saya menyempatkan jalan-jalan dengan Syifa dan eyangnya di arena bermain yang ada di lantai dua sebuah supermarket. Selepas bermain, saya menengok toko buku yang ada di sana. Niat saya saat itu adalah mencari bahan bacaan untuk Syifa.

Berkeliling kurang lebih seperempat jam, saya malah menemukan kartu belajar untuk balita. Kartu itu adalah kartu cerdas balita yang khusus diperuntukkan bagi anak usia 4 bulan hingga 5 tahun. Kenapa kartu cerdas? Jawabannya ada di kotak pembungkus kartu tersebut. Read more…

Memajang Foto Dengan Pasangan Di Dunia Maya

March 13, 2009 Ummu Syifa 7 comments

Dulu saya sempat membahas tentang hukum memajang gambar bernyawa di blog lama saya. Sekarang saya tergelitik untuk mengulasnya lagi setelah beberapa waktu lalu sempat melihat banyak pasangan yang kerap memajang fotonya, entah itu sebagai profile foto di facebook, friendster, blog, plurk, atau yahoo messenger.

Innamal a’malu bin niyyat… hadits itu artinya adalah segala sesuatu itu tergantung dari niat. Sehubungan dengan niatan, sesungguhnya apa yang ada di benak pasangan-pasangan tersebut ketika menampilkan foto mereka berdua di dunia maya? Read more…

Categories: Internet, Islam Tags: , , ,

Perkembangan Syifa

March 11, 2009 Ummu Syifa 2 comments

Satu kata, alhamdulillah… begitu cepat Syifa belajar dan menghafal.

Saat ini satu setengah tahun usia Syifa, dan sekarang si kecil sudah dapat merangkai dua sampai tiga kata, misalnya umi duduk, ayep mimi (ayep=arep, mau), mbak jini (manggil nama orang), dan lainnya. Yang lebih membuat umi bangga adalah Syifa sekarang sudah bisa berhitung sendiri dari 1-10. Ya, meskipun masih cedal, sehingga saat berhitung cuma buntutnya aja. Kira-kira begini saat Syifa berhitung, “atu dua ga mpat ma anam uju apan yan yuh…” :D Read more…

Ibu, Berikan Hak Bayimu

February 26, 2009 Ummu Syifa Leave a comment

Saya sering tak habis pikir, mengapa banyak ibu yang tega untuk memberikan susu formula kepada bayinya, padahal si bayi masih jauh dari usia enam bulannya. Bukankah seharusnya bayi punya hak untuk menyusu ASI eksklusif, bahkan sampai usianya dua tahun? Hal tersebut telah dijelaskan dalam Al Qur’an, yaitu bagi para orang tua yang ingin menyempurnakan penyusuan.

Saya mempunyai dua kakak sepupu, keduanya baru saja dikaruniai bayi mungil yang lucu. Namun sayang, dua-duanya pula tak memberikannya ASI eksklusif. Read more…

Cintaku Jauh di Sydney

February 25, 2009 Ummu Syifa 2 comments

Berat memang hidup sendiri tanpa suami di sisi. Berat, namun musti dijalani. Kata seorang teman, episode hidup memang selalu berubah, namun membawa hikmah. Semoga, suatu hari nanti kami bisa berkumpul kembali.

Berangkat Sabtu pagi, empat hari sebelum aku wisuda. Suami beserta ibu mertua telah berpamitan akan terbang menuju Jakarta. Aku sudah bertekad untuk mengantarkan suami sampai Adisucipto saja. Tak tahu kenapa, kupikir melepasnya di Jakarta akan lebih terasa menyakitkan. Dengan kebulatan tekad kubatalkan satu tiket menuju Jakarta pagi itu. Hanya ibu saja yang mengantarkannya sampai ke Jakarta. Mereka transit sebentar di rumah om di Cikarang.

Dengan air mata meleleh di pipi, kulambaikan tangan kepada suamiku yang telah terpisah dari kami (aku, anakku, dan ibuku) dengan sebuah pintu berdinding kaca tebal yang dijaga dua orang petugas. Beberapa saat kemudian wajahnya sudah tak tampak lagi. Syifa kudekap erat dengan aliran air mata yang semakin tak terbendung. Hanya ucapan selamat jalan yang mengiringi kepergiannya. Semoga selamat sampai di sana.

Cintaku jauh di Sydney. Semoga suatu hari nanti kita akan bersama lagi. Allah, kuatkan hati kami di kala kerinduan melanda. Teguhkan kami yang terpisah di antara luasnya samudra. Jagalah suamiku di manapun dia berada. Hanya kepada Engkaulah kami berharap dan memohon pertolongan. Yaa hayyu yaa qoyyum birohmatika astaghits…

*Teriring salam rindu dan cinta kepada Ayah nun jauh di sana…*

Categories: Special Tags:

6 Facts About Valentine’s Day

February 2, 2009 Ummu Syifa 2 comments

“Misi utama kita bukanlah menjadikan kaum Muslimin beralih agama menjadi orang Kristen atau Yahudi, tapi cukuplah dengan menjauhkan mereka dari Islam… Kita jadikan mereka sebagai generasi muda Islam yang jauh dari Islam, malas bekerja keras, suka berfoya-foya, senang dengan segala kemaksiatan, memburu kenikmatan hidup, dan orientasi hidupnya semata untuk memuaskan hawa nafsunya…”

Kalimat di atas adalah cuplikan kata-kata Samuel Zwemmer, seorang tokoh Yahudi, dalam pidatonya pada Konferensi Missi di Yerussalem, 1935.

Propaganda Yahudi telah merebak luas ke seluruh penjuru dunia, menyerang pemikiran semua umat, tak terkecuali Islam. Generasi Islam-lah yang paling gencar dibuat lupa akan syari’at agamanya sendiri, sehingga akhirnya terjerumus ke lembah hitam.

Salah satu moment yang digunakan oleh kaum Yahudi untuk menghancurkan akidah generasi muda Islam adalah budaya-budaya bid’ah yang dikemas menarik dan modern, sehingga selalu diperingati setiap tahun. Sebagai contoh adalah Valentine’s Day (VD) atau yang dikenal dengan Hari Kasih Sayang. Read more…

Categories: Islam Tags: ,

Ketika Merasa Kehilangan

January 31, 2009 Ummu Syifa 4 comments

Jika ditanya, pernahkah Anda kehilangan suatu benda? Benda itu benda kesayangan Anda? Jika benda yang dimaksud bukanlah benda kesayangan, pasti Anda tak begitu merasa kehilangan. Namun bila benda itu kesayangan Anda? Pastilah jawaban yang muncul akan sebaliknya.

Seperti simbok, waktu saya tanya, “Mbok, rasanya kehilangan gelombang cinta gimana?”

Jawaban simbok waktu itu, “Seperti diputus pacar” :D

Simbok sangat sayang dengan tanaman satu itu. Meski sudah ngga booming, simbok masih bela-belain beli waktu ada tukang bunga lewat di depan rumah. Simbok pun sempat menangis sebentar saat mengetahui ada daun tanamannya yang hilang, saat ditinggal mudik beberapa hari.

Read more…

Categories: Cerita Tags:

Tata Cara Membuat Paspor

January 29, 2009 Ummu Syifa 7 comments

Awal Februari suami hendak melanjutkan studi ke luar negeri. Jika saja ada kesempatan dan kondisi di sana memungkinkan, suami ingin agar saya dan Syifa menyusul ke sana. Beberapa waktu lalu saya telah membuat paspor agar nanti saat waktunya tiba, tinggal berangkat saja. Saya membuatnya di kantor imigrasi di Jalan Solo.

Yang diperlukan ketika hendak membuat paspor adalah:

  1. Bukti Domisili, terdiri dari KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan KK (Kartu Keluarga)
  2. Bukti Identitas, terdiri dari akta kelahiran/ijazah, akta perkawinan/surat nikah/surat baptis, surat keputusan ganti nama (bila pernah ganti nama), rekomendasi bagi pemohon yang berstatus karyawan/PNS/ABRI dari instansi yang bersangkutan, buku pelaut, paspor/SPLP lama, dan rekomendasi dari BP2 TKI untuk calon TKI.

Ada beberapa hal yang perlu dilampirkan, misalnya jika status masih mahasiswa dan juga anak-anak kurang dari 17 tahun. Saya harus melampirkan surat permohonan dari suami yang isinya mengajak istri dan anak untuk ikut serta. Selain itu juga foto copy paspor dan KTP suami.

Bagi anak kurang dari 17 tahun harus melampirkan foto copy surat nikah orang tua, beserta copy KTP keduanya. Selain itu juga surat permohonan dari orang tua (yang menyatakan bahwa si anak benar-benar anak dari pasangan suami istri tersebut) dan juga surat keterangan domisili dari daerah tempat tinggal. Semua surat permohonan itu ditempel materai senilai Rp. 6000,-

Read more…

Categories: Informasi Tags: ,

Sekali Kali Curhat Itu Perlu

January 16, 2009 Ummu Syifa 6 comments

Curhat adalah mencurahkan isi hati kepada orang lain. Walaupun tidak selalu curhat untuk setiap masalah, namun pada saat-saat tertentu, curhat bisa menjadi obat tersendiri. Saat ada masalah yang sulit misalnya, kita dapat berbagi kepada orang lain untuk meminta solusi atas permasalahan yang kita hadapi atau sekedar memintanya menjadi pendengar yang baik. Tentu saja orang lain yang kita curhati tidak bisa sembarang orang. Orang itu bisa saja sahabat atau suami/istri kita sendiri yang tentunya dapat dipercaya. Kepercayaan itulah yang menjadi kunci sebuah kesetiaan.

Bagi orang introvert, akan terasa susah sekali curhat, Read more…

Categories: Cerita, Intermezzo Tags: ,