"ASI adalah makanan terbaik bagi bayi sampai usia enam bulan. Selanjutnya penuhi kebutuhan ASI buah hati hingga dua tahun usianya."

Punya Banyak Anak, Salah Siapa?

April 1, 2014 2 comments

baby-feet1Melihat suatu keluarga yang ibunya mengenakan jilbab lebar dan ayahnya berpakaian celana cingkrang, tetangga langsung begitu “perhatian” ketika di dalamnya ternyata banyak kepala kecil yang perlu diberi makan. Ya, di Jawa, sering sekali ditemui istilah “ndrindil”, yaitu keluarga yang punya banyak anak dengan jarak yang termasuk pendek. Bahkan lebih miris lagi dijuluki KB alias “Kerep Bayen” (sering melahirkan).
Menanggapi hal itu, bukan tidak mungkin jika keluarga tersebut menjadi minder karena sering diberi “perhatian lebih” oleh tetangga. Melihat anaknya sakit, disalahkan, dikira kurang perhatian. Melihat baju anaknya kumal sedikit, dikritik, katanya tidak keurus, dan lain sebagainya. Bahkan mungkin bisa saja itu hanya terlihat sekali saja, namun menjadi pembicaraan hangat bahkan hot di tengah kampung. Sungguh miris.

Apa yang hendak saya utarakan pada posting kali ini adalah tentang sebuah takdir. Read more…

Pergantian Gigi Susu ke Gigi Dewasa Pada Anak

March 11, 2014 1 comment

kalung gigiUmumnya, usia 6-13 tahun adalah masanya anak berganti gigi, yaitu dari gigi susu menjadi dewasa. Kadang-kadang, ada anak yang terlambat dalam proses pergantiannya. Selama tidak terjadi masalah, hal itu tidak mengapa. Namun kadang-kadang, gigi dewasa muncul sebelum gigi susu goyah. Inilah yang dikhawatirkan.

Kondisi ini (gigi susu yang belum lepas padahal sudah masanya lepas) disebut gigi persistensi. Hal ini menjadi salah satu sebab terjadinya gigi berjejal. Akibatnya susunan gigi menjadi tidak rapi.

Berkaitan dengan hal ini, saya punya cerita.
Seminggu yang lalu, anak saya memperlihatkan giginya yang goyah. Saya sebenarnya sudah menunggu-nunggu, kapan gigi susu anak saya akan tanggal. Beberapa kali dalam beberapa kesempatan yang berbeda, saya mengecek gigi anak saya, kalau-kalau sudah ada gigi dewasa yang muncul menggantikan gigi susu.

Dan waktu dia memperlihatkan giginya yang goyah itu, saya pun mengecek sekitarnya. Ternyata, gusi belakang sudah agak menonjol. Saya pun berfikir, itu adalah calon gigi dewasa.
Saya bilang kepadanya, agar giginya digoyang-goyang terus biar cepat tanggal. Namun nyatanya, sampai seminggu si gigi belum juga tanggal. Padahal warna putih di belakang gigi (calon gigi baru) semakin jelas saja.

Akhirnya saya berinisiatif untuk mengajaknya ke dokter gigi, agar giginya dicabut saja.
Ngga perlu penolakan ternyata. Dia pun menurut. Mungkin karena kami (saya dan ayahnya) sempat bilang, “Dicabut sendiri pakai benang saja po?” Jadinya dia memilih untuk ke dokter gigi saja. Walau nyatanya, sampai di sana pun, dia menangis kesakitan hehe. Ini kisah Syifa dicabut gigi susu pertamanya.

Dalam kesempatan itu pun saya berkonsultasi dengan dokter.
Dokter bilang, memang jika sudah terlihat gigi pengganti, lebih baik segera dicabut, karena jika tidak, akan membuat gigi tidak rapi.
Lain halnya, bila gigi goyah sebelum waktunya. Saya sebelumnya juga bercerita bahwa anak ke dua saya (usia hampir empat tahun) sempat goyah gigi depannya gara-gara jatuh, dan sekarang pun masih goyah, meski sedikit (tidak goyah sekali). Waktu itu dia jatuh dan terantuk gigi depannya, yang kebetulan gigis (ada caries). Dokter pun meminta untuk menunggu saja dan justru tidak bagus bila dicabut. Beliau menganjurkan untuk merawat gigi yang terlanjur caries, dengan baik.

Gigi susu sebagai penuntun jalan bagi gigi dewasa. Bila dicabut sebelum waktunya, maka justru akan mengakibatkan susunan gigi tetap anak menjadi berantakan. Gigi susu ini berguna untuk menjaga pertumbuhan lengkung rahang bagus dan menuntun gigi dewasa untuk dapat tumbuh di tempatnya. Bila terlalu dini dicabut, maka gigi dewasa yang tumbuh nanti akan kehilangan petunjuk, sehingga akan salah arah dan posisinya pun menjadi tidak ideal. Selain itu, akan berakibat lengkung rahang menyempit karena “ditinggal” gigi susu jauh sebelum waktunya, sehingga susunan gigi akan menjadi tidak teratur (crowded).

Nah, itu sebagian pengetahuan yang saya dapat. Saya masih menunggu gigi susu-gigi susu anak saya lainnya yang tanggal.
Semoga segera bertahap tanggal sesuai waktunya, dan tergantikan dengan gigi dewasa yang rapi :)

Patchwork Pertamaku

November 26, 2013 1 comment

Melihat berbagai motif dan kain yang indah selalu membuatku gatal untuk membelinya kemudian membuat sesuatu lagi :D

Mungkin istilahnya, aku ini sedang addicted dengan yang namanya jahit menjahit.

Jadilah aku membuat lagi pouch ini dengan patchwork alias menggabung-gabungkan beberapa potongan kain kecil menjadi satu lembaran kain yang berukuran besar.

image

Teknik simpelnya kudapat dari tutorial di Craft by Mood. Silakan buat yang lagi belajar jahit, bisa baca-baca website itu.

Untuk mencari ide, surfing saja dengan kata kunci craft, crafting, patchwork, dll niscaya akan Anda temukan buanyak benda yang menggiurkan :D

Yang ini pouch ke duaku yang jadi pencil case-nya si sulung.

image

Categories: Hobi Tags: , , , , ,

Simple Pouch Made by Me ^^

November 18, 2013 2 comments

Aku suka menjahit.
Dulu, nenek pernah mengajariku menjahit. Aku pun sempat membeli buku tutorial menjahit yang fenomenal itu, karangan Soekarno (sepertinya semua setuju kalau kubilang fenomenal krn ini buku jadul yang suka direkomendasikan untuk belajar menjahit).

Lalu, saat pindah rumah, mesin pun ‘diwariskan’ padaku, cucunya yang memang tertarik dengan jahit menjahit.
Sebelum pindah rumah, aku sudah sempat membuat sarung bantal dan guling kecil, baju dan gaun kecil, juga tas kecil. Semua dari hasil coba-coba sendiri, dan hasilnya ya… gitu deh *LOL*

Namun sayang, punya bayi baru membuat hobiku berhenti total. Si mesin pun cuma teronggok begitu saja di gudang (udah jadi rumah tikus pulak, iyew..).

Nah, saat akhirnya aku bertemu dengan seorang penjahit baik hati yang mau mengajariku menjahit, aku pun bertekad untuk ‘menghidupkan’ kembali mesin jahitku yang sudah karatan di sana sini, tapi alhamdulillah masih bisa digenjot :D

Nah, kemarin aku mencoba bikin ini. Tutorialnya dari sini. Aku udah lama nemu situs itu. Awalnya dari page di fb yang kulihat di beranda. Masya Allah, melihat-lihat kainnya yang lucu-lucu membuatku ingin memiliki hihihi. Tutorial di situs itu juga sangat mudah diikuti, plus gambar-gambarnya yang jelas banget, bikin siapa pun yang mau belajar jahit bahkan yg amatir sekalipun (kaya yang nulis blog ini) jadi cepet bisa. Top deh pokoknya.

image

Nah, pouch ini dibikin sebentar aja sebenarnya. Dari sore motong kain, paling 15 menitan. Trus jahitnya yg agak lama, setengah jam mungkin (maklum, newbie :p )

Dan malam itu kuselesaikan langsung pouch ini, mumpung krucil pada tidur.
Paginya jadi kejutan buat sulungku. Langsung dipake buat naruh uang saku sekolahnya :D

Next, musti buat lagi, yang lain, yang bagus, yang… yang…
Loves to sew ;)

Categories: Hobi

Mencoba Hobi Baru: Desain Baju

November 10, 2013 2 comments

Tes tes

Agak grogi memulai lagi. Sudah lima bulan tidak menulis di blog ini. Dan kali ini mencoba menuangkan kembali ide di rumah mayaku. Plus, tambahan rasa sedikit excited karena ini pertama kali aku ngeblog pakai WordPress for Android :D

Langsung saja…

image

Read more…

Categories: Cerita Tags: , , , , ,

Ngasih Hadiah, Ngga Perlu Pas Ultah

May 24, 2013 2 comments

Sebetulnya ide ngasih hadiah hari ini meluncur dari mulut anakku tadi pagi. Kemarin dia sudah membantu saya membereskan kamar. Waktu saya tawarkan membeli makanan ringan sebagai hadiah, dia ngga mau.

Dia bilang, “Kasih hadiah aja.” :)

Dan sebetulnya pula, kami (saya dan ayahnya anak-anak) sering memberikan hadiah untuk anak-anak kami. Cuma, saya yang lebih bisa merangkainya dalam bentuk yang indah seperti ini :D

Kalau hadiah dari sang ayah, biasanya langsung bisa ketahuan, ngga perlu dibuka. Misalkan baru pulang dari Jakarta, ayahnya membawakan buku-buku. Pulang dari Lombok, beliau bawakan kaos. Semuanya serba transparan, ngga ribet pakai dibungkus kado segala :D

Kalau saya beda, saya ingin memberikan sesuatu yang tampak spesial, walau isinya biasa-bisa saja :D

hadiah buat Syifa

Berkaitan dengan hadiah ini, kami malah tidak pernah memberikan hadiah saat anak-anak ultah. Kami tahu, bahwa baginda Rasulullah tidak pernah mencontohkan yang demikian :)

Kata Rasulullah, memberi hadiah akan menimbulkan kasih sayang.

“Saling memberi hadiahlah kalian, niscaya kalian akan saling mencintai.”
(HR. Al-Bukhari dalam Al-Adabul Mufrad no. 594, dihasankan Al-Imam Al-Albani rahimahullahu dalam Irwa`ul Ghalil no. 1601)

Nah, kalau ngasih hadiah cuma pas ultah, tandanya sayangnya pas ultah saja?
Salah besar!

Kalau ngasih hadiah pas ultah, tandanya kita tidak mencontoh Rasulullah :)
Kita bahkan masuk dalam golongan manusia yang meniru-niru kaum kuffar. Kenapa?

Lihat saja, tradisi memberi hadiah pada saat ultah tidak pernah ada dalam ajaran Islam. Tidak pernah sekali pun dicontohkan Rasulullah.

Back to the gift.

Hadiah ini, sengaja saya bungkus rapi dan rencananya akan saya berikan siang nanti saat menjemput mba Syifa sekolah.

Sudah terbayang, raut muka yang manis dengan lesung pipit “buatan” (bekas kejedot pojokan meja waktu kecil yang ngga ilang-ilang) yang akan terpancar ketika menerima hadiah nanti.

Hadiahnya memang tak seberapa, tapi semoga dia suka :)

Categories: Cerita, Diary Syifa, Islam Tags: , , ,

Menu MPASI 9+ Bulan: Bubur Nasi Labu Wortel

April 14, 2013 1 comment

umisyifa bubur labu wortelBingung mau ngasih menu ke bayi usia 9 bulan namun tetap tanpa gula dan garam? Simpel saja bunda, usia ini anak-anak sudah mulai dapat mengkonsumsi daging sebagai asupan protein hewani.

Nah, kali ini saya akan berbagi menu simpel, enak, dan sehat :)

Namanya, Bubur Labu Wortel

Sesuai dengan judulnya, bahan baku dari bubur ini adalah labu dan wortel.

Selain rasanya yang manis serta warnanya yang menarik, labu, banyak mengandung zat-zat penting yang dibutuhkan bayi dan anak Anda, yaitu vitamin A, vitamin C, vitamin B, protein, lemak sehat, kalsium, fosfor, hifdrat, kalori dan zat besi semuanya terkandung dengan porsi yang pas.
Sedangkan wortel, pasti kita sudah hafal akan fungsinya sebagai sumber vitamin A.

Nah, untuk proteinnya, kita pakai daging ayam fillet.

Dengan tiga bahan itu, kita sudah bisa membuat menu sehat dan enak untuk buah hati kita.

Yuk, ikuti step by stepnya.

Bahan

Daging ayam fillet diiris kira-kira sepanjang dua ruas jari, cuci bersih

Labu, diiris kotak, kira-kira sebesar dadu, sebanyak 10 iris

Wotel ukuran sedang, kupas, iris agak tebal

Nasi masak

Cara membuat

Rebus daging ayam, wortel, dan labu kuning dalam panci dengan sedikit air (tidak perlu banyak) agar vitamin tidak terbuang. Lebih baik lagi, wortel dan labu dapat dikukus

Setelah empuk, kurleb 10-15 menit, tunggu hingga hangat

Siapkan blender

Ambil nasi setengah centong, masukkandalam blender

Masukkan bahan-bahan yang telah direbus tadi ke dalam blender

Tambahkan air sisa rebusan (secukupnya, jangan terlalu encer dan jangan terlalu sedikit)

Blender sebentar

Bubur labu wortel siap disajikan hangat :)

*Untuk dua kali makan (2 porsi)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.