Al Aqidah Ath Thahawiyah · Halaqah Silsilah Ilmiyyah

HSI Silsilah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah – Halaqah 99 | Ahlussunnah Tidak Berbicara Tentang Allah Tanpa Dalil dan Tidak Pula Berdebat Dalam Agama

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن والاه

Halaqah yang ke sembilan puluh sembilan dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Abu Ja’far Ath Thahawi Rahimahullāh.

Beliau mengatakan,

وَلَا نَخُوضُ فِي اللهِ

Dan kita, yaitu Ahlussunnah wal Jama’ah, tidak melakukan al-khaudh, kurang lebih maknanya berbicara tanpa dalil, tentang diri Allāh ﷻ.

Adapun kalau dengan dalil seseorang berbicara tentang diri Allāh dan juga nama serta sifat-sifat-Nya berdasarkan dalil, maka ini tidak dinamakan demikian. Tetapi orang yang berbicara tentang Allāh tanpa dalil, hanya dengan akalnya, kemudian ketika datang nama dan juga sifat Allāh, dia mentakwilnya, lalu memalingkan dari dzāhirnya, serta mendatangkan makna-makna yang tidak diinginkan oleh Allāh ﷻ, maka inilah yang bukan merupakan jalan kita, Ahlussunnah wal Jama’ah.

وَلَا نَخُوضُ فِي اللهِ، وَلَا نُمَارِي فِي الدِّينِ

Dan kita tidak berdebat dalam agama.

Ini bukan cara kita, bukan cara Ahlussunnah wal Jama’ah. Jalan hidup kita, jalan agama kita adalah, jika itu sudah tetap dari Allāh dan juga Rasul-Nya ﷺ, maka kita سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا, kita beriman, kita amalkan, kita istiqāmah sampai kita meninggal dunia. Kita berdakwah mengajak manusia untuk beriman kepada Allāh dan juga Rasul-Nya ﷺ. Jika seseorang beriman dengan apa yang kita sampaikan, Alhamdulillāh, itu adalah kebaikan untuk dirinya sendiri.

Continue reading “HSI Silsilah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah – Halaqah 99 | Ahlussunnah Tidak Berbicara Tentang Allah Tanpa Dalil dan Tidak Pula Berdebat Dalam Agama” →
Al Aqidah Ath Thahawiyah · Halaqah Silsilah Ilmiyyah

HSI Silsilah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah – Halaqah 98 | Ahlussunnah Menyebut Ahlu Kiblat Sebagai Muslimin dan Mukminin Bagian 2

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن والاه

Halaqah yang ke sembilan puluh delapan dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Abu Ja’far Ath Thahawi Rahimahullāh.

Para ulama, mereka memiliki catatan dalam ucapan beliau,

وَنُسَمِّي أَهْلَ قِبْلَتِنَا مُسْلِمِينَ مُؤْمِنِينَ، مَا دَامُوا بِمَا جَاءَ بِهِ النَّبِيُّ ﷺ مُعْتَرِفِينَ، وَلَهُ بِكُلِّ مَا قَالَهُ وَأَخْبَرَ مُصَدِّقِينَ

Karena seakan-akan ucapan beliau membatasi yang namanya keimanan itu selama kita masih mengakui, karena beliau mengatakan di sini.

مَا دَامُوا بِمَا جَاءَ بِهِ النَّبِيُّ ﷺ مُعْتَرِفِينَ، وَلَهُ بِكُلِّ مَا قَالَهُ وَأَخْبَرَ مُصَدِّقِينَ

Selama masih mengakui, selama masih membenarkan berarti dia Muslim, dia kufur kalau sudah mendustakan, kalau dia sudah tidak mengakui. Jadi seakan-akan iman itu hanya tasdīq saja, seakan-akan iman itu hanya i’tiraf saja, yaitu pengakuan. Selama dia masih mengakui, selama dia masih membenarkan maka dia adalah Muslim, dan ini sebagaimana kita tahu ini adalah aqidahnya murji’ah.

Continue reading “HSI Silsilah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah – Halaqah 98 | Ahlussunnah Menyebut Ahlu Kiblat Sebagai Muslimin dan Mukminin Bagian 2” →
Al Aqidah Ath Thahawiyah · Halaqah Silsilah Ilmiyyah

HSI Silsilah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah – Halaqah 97 | Ahlussunnah Menyebut Ahlu Kiblat Sebagai Muslimin dan Mukminin Bagian 1

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن والاه

Halaqah yang ke sembilan puluh tujuh dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Abu Ja’far Ath Thahawi Rahimahullāh.

Beliau mengatakan,

وَنُسَمِّي أَهْلَ قِبْلَتِنَا

(dengan mengkashrah ت) Dan kami menamakan orang-orang yang satu kiblat dengan kami, أَهْلَ قِبْلَتِنَا yaitu أَصْحَاب قِبْلَتِنَا yaitu sama kiblatnya dengan kita, sama-sama menghadap ke Baitullah setelah Allāh ﷻ sebelumnya menjadikan kiblat yang pertama adalah Baitul Maqdis. Kemudian setelah itu Allāh ﷻ menjadikan atau mengubah kiblat ke Baitullah.

قَدْ نَرَىٰ تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي ٱلسَّمَآءِ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةًۭ تَرْضَىٰهَا ۚ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ

(QS. Al-Baqarah, 2:144)

Dahulu Nabi ﷺ ketika berada di Makkah, menghadap kiblatnya ke Baitul Maqdis. Kemudian beliau menjadikan Baitullah itu antara beliau dengan Baitul Maqdis, sehingga beliau bisa menghadap ke Baitullah sekaligus ke Baitul Maqdis.

Continue reading “HSI Silsilah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah – Halaqah 97 | Ahlussunnah Menyebut Ahlu Kiblat Sebagai Muslimin dan Mukminin Bagian 1” →
Al Aqidah Ath Thahawiyah · Halaqah Silsilah Ilmiyyah

HSI Silsilah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah – Halaqah 96 | Ahlussunnah Beriman Kepada Kitab-Kitab yang Diturunkan Bersama Para Rasul

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن والاه

Halaqah yang ke sembilan puluh enam dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Abu Ja’far Ath Thahawi Rahimahullāh.

Beliau mengatakan,

وَنُؤْمِنُ بِالمَلَائِكَةِ وَالنَّبِيِّينَ، وَالكُتُبِ المُنْزَلَةِ عَلَىٰ المُرْسَلِينَ

Dan kita beriman dengan para malaikat, para nabi, dan kitab-kitab yang diturunkan kepada para mursalin.

Dan kita beriman dengan kitab-kitab yang diturunkan kepada para nabi tersebut. Al-Imān bil-kutub (beriman dengan kitab-kitab Allāh ﷻ), bahwasanya Allāh ﷻ, selain mengutus para rasul, juga menurunkan kepada mereka kitab-kitab.

Continue reading “HSI Silsilah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah – Halaqah 96 | Ahlussunnah Beriman Kepada Kitab-Kitab yang Diturunkan Bersama Para Rasul” →
Al Aqidah Ath Thahawiyah · Halaqah Silsilah Ilmiyyah

HSI Silsilah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah – Halaqah 95 | Ahlussunnah Beriman Kepada Para Nabi dan Rasul

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن والاه

Halaqah yang ke sembilan puluh lima dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Abu Ja’far Ath Thahawi Rahimahullāh.

Beliau mengatakan,

وَنُؤْمِنُ بِالمَلَائِكَةِ وَالنَّبِيِّينَ، وَالكُتُبِ المُنْزَلَةِ عَلَىٰ المُرْسَلِينَ

Dan kita beriman dengan para malaikat, para nabi, dan kitab-kitab yang diturunkan kepada para Mursalin.

Beriman dengan para nabi yaitu meyakini bahwasanya Allāh ﷻ telah memilih di antara manusia ini para nabi dan juga para Mursalin, para rasul yang diutus kepada manusia menjadi perantara antara Allāh ﷻ dengan manusia. Allāh ﷻ tidak mewahyukan kepada masing-masing manusia, tapi Allāh ﷻ menjadikan di sana utusan, perantara.

Continue reading “HSI Silsilah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah – Halaqah 95 | Ahlussunnah Beriman Kepada Para Nabi dan Rasul” →
Al Aqidah Ath Thahawiyah · Halaqah Silsilah Ilmiyyah

HSI Silsilah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah – Halaqah 94 | Ahlussunnah Beriman Kepada Malaikat Bagian 2

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن والاه

Halaqah yang ke sembilan puluh empat dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Abu Ja’far Ath Thahawi Rahimahullāh.

Di antara cara beriman dengan para malaikat adalah beriman dengan sifat-sifat malaikat yang berkaitan dengan penciptaannya, dengan fisiknya. Di antara sifat-sifat fisik yang disebutkan kepada kita, sifat-sifat fisik malaikat di antaranya adalah bahwasanya malaikat ini diciptakan oleh Allāh ﷻ dari cahaya.

خُلِقَتِ الْمَلَائِكَةُ مِنْ نُورٍ

Malaikat diciptakan dari cahaya. Kita diciptakan dari tanah, jin diciptakan dari api, dan Allāh ﷻ menciptakan mereka dari cahaya.

Dan di antara sifat fisik yang dikabarkan kepada kita bahwasanya malaikat ini adalah makhluk yang memiliki sayap.

Continue reading “HSI Silsilah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah – Halaqah 94 | Ahlussunnah Beriman Kepada Malaikat Bagian 2” →
Al Aqidah Ath Thahawiyah · Halaqah Silsilah Ilmiyyah

HSI Silsilah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah – Halaqah 93 | Ahlussunnah Beriman Kepada Malaikat Bagian 1

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن والاه

Halaqah yang ke sembilan puluh tiga dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Abu Ja’far Ath Thahawi Rahimahullāh.

Beliau berpindah kepada poin yang lain tentang di antara aqidah Ahlussunnah wal jama’ah. Kita lihat di sini bagaimana beliau melompat-lompat, berbeda dengan apa yang kita temukan dalam Al-Aqidah Al-Wasithiyah. Oleh karena itu, ada sebagian ahlul ‘ilmi yang berusaha untuk mengurutkan, sehingga yang kiranya satu pembahasan dapat dikumpulkan.

Beliau mengatakan,

وَنُؤْمِنُ بِالمَلَائِكَةِ وَالنَّبِيِّينَ، وَالكُتُبِ المُنْزَلَةِ عَلَىٰ المُرْسَلِينَ

Dan kita beriman kepada para malaikat, para nabi, dan kitab-kitab yang diturunkan kepada para mursalin.

Di sini, beliau berbicara tentang rukun iman yang lain. Rukun iman yang pertama, yaitu Al-Iman Billāh, alhamdulillāh, sudah banyak beliau bicarakan dalam halaman-halaman terdahulu.

Continue reading “HSI Silsilah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah – Halaqah 93 | Ahlussunnah Beriman Kepada Malaikat Bagian 1” →
Al Aqidah Ath Thahawiyah · Halaqah Silsilah Ilmiyyah

HSI Silsilah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah – Halaqah 92 | Ahlussunnah Meyakini Bahwa Allah Berbicara dengan Nabi Musa dengan Sebenar-benar Ucapan

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن والاه

Halaqah yang ke sembilan puluh dua dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Abu Ja’far Ath Thahawi Rahimahullāh.

Beliau mengatakan,

وَكَلَّمَ اللهُ مُوسَى تَكْلِيمًا

Dan bahwasanya Allāh ﷻ berbicara kepada Nabi Mūsā ‘alayhissalām taklīman (dengan sebenar-benarnya pembicaraan), sebagaimana disebutkan dalam banyak ayat di dalam Al-Qur’ān. Di antaranya adalah firman Allāh ﷻ

وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَى تَكْلِيمًا

Dan Allāh berbicara kepada Mūsā dengan pembicaraan yang sebenarnya.

Kata taklīman di sini adalah maf’ūl muṭlaq yang diantara manfaatnya adalah untuk menguatkan, seperti ketika seseorang mengatakan,

ضَرَبْتُهُ ضَرْبًا

Aku memukulnya dengan sebenar-benar pukulan.

Continue reading “HSI Silsilah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah – Halaqah 92 | Ahlussunnah Meyakini Bahwa Allah Berbicara dengan Nabi Musa dengan Sebenar-benar Ucapan” →
Al Aqidah Ath Thahawiyah · Halaqah Silsilah Ilmiyyah

HSI Silsilah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah – Halaqah 91 | Ahlussunnah Meyakini Bahwa Allah Menjadikan Nabi Ibrahim Sebagai Khalil-Nya

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن والاه

Halaqah yang ke sembilan puluh satu dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Abu Ja’far Ath Thahawi Rahimahullāh.

Beliau mengatakan, menyebutkan tentang aqidah Ahlussunnah wal-Jama’ah atau diantara aqidah Ahlussunnah wal-Jama’ah, setelah berbicara sebelumnya tentang masalah Al-‘Arsy dan Al-Kursiy, dan bahwasanya kita beriman dengan adanya Al-‘Arsy dan Al-Kursiy dan bahwa keduanya adalah dua perkara yang berbeda, dua makhluk yang berbeda. Maka, beliau mengatakan,

وَنَقُولُ: إِنَّ اللهَ اتَّخَذَ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا

Dan kami mengatakan, (kami di sini adalah Ahlussunnah), dan kami katakan dengan lisan kami, dan kita yakini dengan hati kami, bukan hanya kita katakan dengan lisan saja: Sesungguhnya Allāh ﷻ telah menjadikan Ibrāhīm sebagai kekasih-Nya.

Kita katakan ini sebagaimana Allāh ﷻ mengatakan,

وَاتَّخَذَ اللَّهُ إِبْرَاهِيمَ خَلِيلًا

“Dan Allāh telah menjadikan, mengangkat Ibrāhīm sebagai kekasih-Nya.” (QS. An-Nisā’ [4]: 125)

Dan Khalīl ini adalah yang sangat dicintai. Dinamakan Khalīl atau kekasih karena dialah yang paling dicintai oleh Allāh ﷻ.

Continue reading “HSI Silsilah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah – Halaqah 91 | Ahlussunnah Meyakini Bahwa Allah Menjadikan Nabi Ibrahim Sebagai Khalil-Nya” →
Al Aqidah Ath Thahawiyah · Halaqah Silsilah Ilmiyyah

HSI Silsilah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah – Halaqah 90 | Allah Tidak Membutuhkan ‘Arsy dan Allah Penguasa Segala Sesuatu

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن والاه

Halaqah yang ke sembilan puluh dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Abu Ja’far Ath Thahawi Rahimahullāh.

Beliau mengatakan rahimahullāh,

وَهُوَ جَلَّ جَلَالُهُ مُسْتَغْنٍ عَنِ العَرْشِ وَمَا دُوْنَهُ

Dan Dia, Allāh ﷻ, tidak butuh dengan ‘Arsy, dan apa yang ada di bawah ‘Arsy.

Allāh ﷻ beristiwa di atas ‘Arsy. Hal ini harus kita imani, dan bukan berarti Allāh ﷻ membutuhkan ‘Arsy. Allāh ﷻ tidak butuh dengan ‘Arsy.

Bukan berarti jika Allāh ﷻ berada di atasnya, kemudian Allāh butuh terhadap ‘Arsy. Sebagian orang membayangkan, jika Allāh ﷻ beristiwa di atas ‘Arsy, maka jika ‘Arsy jatuh, berarti Allāh akan jatuh juga. Subhānallāh, ini adalah tasybih, kemudian akhirnya mereka mengingkari sifat istiwā’ Allāh ﷻ.

Tidak semua yang berada di atas sesuatu harus membutuhkan apa yang ada di bawahnya. Langit berada di atas awan, tapi bukan berarti langit membutuhkan awan, dan seterusnya. Secara umum, maka makhluk semuanya membutuhkan Allāh ﷻ.

Continue reading “HSI Silsilah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah – Halaqah 90 | Allah Tidak Membutuhkan ‘Arsy dan Allah Penguasa Segala Sesuatu” →