السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن والاه
Halaqah yang ke seratus tujuh dari Silsilah ‘Ilmiyyah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah yang ditulis oleh Al Imam Abu Ja’far Ath Thahawi Rahimahullāh.
Beliau mengatakan,
وَلَا نُخْرِجُ الْعَبْدَ مِنَ الْإِيمَانِ إِلَّا بِجُحُودِ مَا أَدْخَلَهُ فِيهِ
Dan kami (Ahlussunnah wal Jama’ah) tidak mengeluarkan seseorang dari iman, yaitu tidak mengkafirkan mereka, kecuali dengan mengingkari apa yang memasukkan dia ke dalam iman.
Apa yang memasukkan seseorang ke dalam iman? Ya, syahadat.
Asyhadu allā ilāha illallāh, wa asyhadu anna Muḥammadan Rasūlullāh.
Kalau misalnya ada orang yang mengingkari dua kalimat syahadat, mengatakan bahwasanya ada sesembahan selain Allāh, atau mengatakan bahwasanya Nabi Muhammad bukan seorang Nabi misalnya, barulah dia keluar dari agama Islam. Itu makna ucapan beliau.
Dan ucapan ini tentunya ada catatan. Di sini seakan-akan membatasi sesuatu yang mengeluarkan seseorang dari agama Islam hanya jika dia mengingkari dua kalimat syahadat. Selain itu, berarti tidak mengeluarkan seseorang dari agama Islam? Misalnya, dia mengingkari shalat, mengingkari zakat, atau mengingkari salah satu ibadah yang jelas, ini tidak sampai mengeluarkan seseorang dari agama Islam? Ini tentunya tidak benar.
Continue reading “HSI Silsilah Pembahasan Kitab Al Aqidah Ath Thahawiyah – Halaqah 107 | Ahlussunnah Tidak Mengkafirkan Seorang Muslim Kecuali Jika Dia Mengingkari Apa yang Dia Imani”