Archive

Posts Tagged ‘Cerita’

Ketika Merasa Kehilangan

January 31, 2009 4 comments

Jika ditanya, pernahkah Anda kehilangan suatu benda? Benda itu benda kesayangan Anda? Jika benda yang dimaksud bukanlah benda kesayangan, pasti Anda tak begitu merasa kehilangan. Namun bila benda itu kesayangan Anda? Pastilah jawaban yang muncul akan sebaliknya.

Seperti simbok, waktu saya tanya, “Mbok, rasanya kehilangan gelombang cinta gimana?”

Jawaban simbok waktu itu, “Seperti diputus pacar” ūüėÄ

Simbok sangat sayang dengan tanaman satu itu. Meski sudah ngga booming, simbok masih bela-belain beli waktu ada tukang bunga lewat di depan rumah. Simbok pun sempat menangis sebentar saat mengetahui ada daun tanamannya yang hilang, saat ditinggal mudik beberapa hari.

Read more…

Advertisements
Categories: Cerita Tags:

Sekali Kali Curhat Itu Perlu

January 16, 2009 8 comments

Curhat adalah mencurahkan isi hati kepada orang lain. Walaupun tidak selalu curhat untuk setiap masalah, namun pada saat-saat tertentu, curhat bisa menjadi obat tersendiri. Saat ada masalah yang sulit misalnya, kita dapat berbagi kepada orang lain untuk meminta solusi atas permasalahan yang kita hadapi atau sekedar memintanya menjadi pendengar yang baik. Tentu saja orang lain yang kita curhati tidak bisa sembarang orang. Orang itu bisa saja sahabat atau suami/istri kita sendiri yang tentunya dapat dipercaya. Kepercayaan itulah yang menjadi kunci sebuah kesetiaan.

Bagi orang introvert, akan terasa susah sekali curhat, Read more…

Categories: Cerita, Intermezzo Tags: ,

Perpisahan, Tak Pernah Menyenangkan

December 9, 2008 Leave a comment

Sore ini rasanya hampir sama dengan saat aku meninggalkan rumah tercinta untuk menempati rumah yang baru. Rumah baru itu, rumah kontrakan pertama yang kutempati dengan suami. Ya, hanya dengan suami. Aku pergi meninggalkan rumah yang sudah beberapa tahun lamanya memberikan berjuta kenangan. Aku pergi meninggalkan keluarga yang sangat menyayangiku. Aku pergi menjalani hidupku yang baru, bersama teman hidup yang baru.

Perpisahan memang tak pernah menyenangkan.

Ketika kuputuskan untuk menikah dulu -saat itu aku masih berada di tahun ke dua masa kuliah- hal yang paling berat adalah berpisah dengan ibu. Read more…

Categories: Cerita Tags: , ,

Sejarahku ngeBlog

December 4, 2008 Leave a comment

Awal punya niat¬†blogging, saya mencoba¬†register di blogspot. Menulis memang telah menjadi kegemaran saya semenjak duduk di bangku SMA, walaupun ngga ada tulisan yang pernah dipublikasikan ūüėÄ Keinginan menulis online ini karena termotivasi oleh blog teman. Enak kali ya blogging… Saat kita menulis, ada yang berkomentar… Rasanya pasti senang sekali. Apalagi mengetahui jika tulisan kita dapat memberikan kesan yang baik bagi pembacanya.

Saya lumayan banyak menulis di blog baru saya (blogspot), sampai akhirnya karena sesuatu hal, blog saya tutup. Lalu, iseng saja, saya bikin blog baru, masih di blogspot. Dua blog dengan nama sekenanya, dan satu lagi dengan nick baru saya. (Sekarang saya sering bertanya-tanya, ngapain dulu bikin blog lagi? Namun tanya itu sampai sekarang ngga pernah ketemu jawabnya :p)

Jenuh di blogspot, saya lalu mengikuti jejak Read more…

Categories: Cerita Tags: ,

Jarak Dua Hati

December 4, 2008 Leave a comment

heartSuatu hari sang guru bertanya kepada murid-muridnya, “Mengapa ketika¬†seseorang sedang dalam keadaan marah, ia akan¬†berbicara dengan suara¬†kuat¬†atau berteriak?”

Seorang murid setelah berpikir cukup lama¬†mengangkat tangan dan¬†menjawab,¬†“Karena saat seperti itu ia telah kehilangan¬†kesabaran, karena itu ia¬†lalu¬†berteriak.”

“Tapi…” sang guru balik bertanya, “lawan¬†bicaranya justru berada di¬†sampingnya. Mengapa harus berteriak? Apakah ia tak dapat berbicara¬†secara¬†halus?”

Hampir semua murid memberikan sejumlah alasan¬†yang dikira benar menurut¬†pertimbangan mereka. Namun tak satu pun¬†jawaban yang memuaskan. Sang¬†guru¬†lalu berkata, Read more…

Jodoh Memang Misterius

December 3, 2008 4 comments
  • Beberapa waktu lalu seorang teman mengumumkan rencana pernikahannya di weddingannouncer. Dia yang kuliah di Jepang ketemu jodohnya di Jepang, yang ternyata adalah kakak angkatan sewaktu SMA.
  • Seorang wanita setengah baya, cantik, pendidikan tinggi, punya penghasilan besar, namun tak jua menemukan teman hidup.
  • Lagi, seorang wanita setengah baya enggan membuka hati untuk laki-laki lain karena lelaki yang hendak menjadi suaminya karena sesuatu hal, meninggal sebelum sempat melangsungkan akad.
  • Dua remaja yang telah lama pacaran tidak jua menikah, malah putus di tengah jalan.
  • Dua orang saling suka, terpaksa menikah karena si wanita telah mengandung bayi sebelum halal hubungan mereka.
Pfiuh…
Jodoh memang misterius.
Malam ini temenku ada yang lamaran, jadi keinget dua tahun silam, saat Ayah Syifa mengkhitbah Umminya ūüôā
Categories: Cerita Tags: , ,