Archive

Posts Tagged ‘Perkembangan Anak’

Kartu Cerdas Balita

April 12, 2009 4 comments

Liburan ke Kutowinangun, saya menyempatkan jalan-jalan dengan Syifa dan eyangnya di arena bermain yang ada di lantai dua sebuah supermarket. Selepas bermain, saya menengok toko buku yang ada di sana. Niat saya saat itu adalah mencari bahan bacaan untuk Syifa.

Berkeliling kurang lebih seperempat jam, saya malah menemukan kartu belajar untuk balita. Kartu itu adalah kartu cerdas balita yang khusus diperuntukkan bagi anak usia 4 bulan hingga 5 tahun. Kenapa kartu cerdas? Jawabannya ada di kotak pembungkus kartu tersebut. Read more…

Advertisements

Perkembangan Syifa

March 11, 2009 2 comments

Satu kata, alhamdulillah… begitu cepat Syifa belajar dan menghafal.

Saat ini satu setengah tahun usia Syifa, dan sekarang si kecil sudah dapat merangkai dua sampai tiga kata, misalnya umi duduk, ayep mimi (ayep=arep, mau), mbak jini (manggil nama orang), dan lainnya. Yang lebih membuat umi bangga adalah Syifa sekarang sudah bisa berhitung sendiri dari 1-10. Ya, meskipun masih cedal, sehingga saat berhitung cuma buntutnya aja. Kira-kira begini saat Syifa berhitung, “atu dua ga mpat ma anam uju apan yan yuh…” šŸ˜€ Read more…

Syifa, Sudah Bisa Apa Aja Sekarang?

January 7, 2009 3 comments

Syifa sudah 16 bulan 8 hari. Kalau menurut sebuah iklan, usia ini sudah memasuki usia emas atauĀ golden age, di mana otak anak akan terus berkembang hingga mencapai 80% berat otak dewasa pada saat usia tiga tahun.

Masa-masa ini adalah masa Syifa banyak belajar dan mengenal apa saja yang ada di sekitarnya. Usia di mana seorang anak banyak mencari tahu dan bereksperimen terhadap apa pun yang ditemuinya. Ia banyak melihat, mendengar, merekam semua kejadian di sekitar dan kemudian menirunya. Sebagai orang tua perlu lebih menjaga tingkah laku karena semuanya akan ditiru oleh sang anak, tanpa pilih-pilih. Yang baik dan yang jelek, semua bisa saja ditirukan oleh si kecil.

Sampai hari ini banyak hal yang telah dipelajari si kecil. Umi ingin me-list apa aja yang sudah bisa Syifa lakukan. Read more…

Imitasi Bocah Satu Tahun

December 15, 2008 Leave a comment

Imitasi berasal dari bahasa Inggris, imitation, yang artinya menurutĀ ardictionaryĀ Ā (sesuai dengan konteks tulisan ini) adalah 1) the act of limitatingĀ dan 2) copying (or trying to copy) the actions of someone else. Imitasi dengan demikian artinya adalah sebuah proses peniruan terhadap tingkah laku seseorang. Peniruan oleh anak kecil terhadap orang dewasa bisa didapat dari proses melihat dan mendengar.

Suatu malam saya mendengar suara pertengkaran ibu dengan anaknya. Suara itu terdengar jelas dari sebelah dinding tembok kamar. Si anak (mungkin berusia sekitar tiga tahun, karena cara bicaranya sudah lancar), saat itu sedang menangis keras. Tiba-tiba dari mulut si anak keluar ucapan

“Buke nakal!” (ibu nakal)

Lalu ibu dengan nada tinggi membalas,

“Kowe sing nakal kok!” (kamu yang nakal kok)

Entah apa yang terjadi hingga si anak memvonis ibunya dengan ucapan nakal. Read more…

Syifa dan Balon Toet-Toet

December 12, 2008 1 comment

Sepulang dari kuliah, saat masuk ke rumah saya melihat ada balon berwarna merah jambu tergeletak begitu saja. Balon itu, balon seharga dua ribu rupiah yang bila dipencet bagian tangkainya akan berbunyi, toet-toet.
Saat saya bertanya tentang balon itu, simbok menjawab dengan sebuah cerita. Kurang lebih intinya, bahwa tadi saat maen di rumah tetangga, telah terjadi perebutan balon antara Syifa dan kedua teman sebayanya, yaitu Bagas dan Veni. Akhirnya simbok berinisiatif membelikan balon untuk Syifa. Tentu saja saya merasa tidak senang. Bukan karena harus mengganti uang sebesar dua ribu rupiah kepada simbok. Masalahnya, saya tidak ingin Syifa menjadi manja. Loh, apa hubungannya? Let’s see.

Pertama, terjadi perebutan balon.
Saya tidak tahu persis kejadiannya, tapi bisa digambarkan adegan perebutan balon ala anak kecil. Pasti ada mimik-mimik muka yang mrengut (cemberut), tangan-tangan yang ingin mengambil balon, lalu salah satu anak yang tidak mendapat balon akan menangis, merengek, dan karena penjualnya masih ada di situ, pasti tangan anak yang ngga kebagian balon itu spontan menunjuk ke arah situ. Ini mengindikasikan bahwa si kecil bilang, “Aku ingin balon.”

Ke dua, balon dibeli karena si kecil nangis.

Read more…

Eee… Cucuku Sudah Bisa Berdiri Sendiri

November 28, 2008 2 comments

Apa yang ada di benak Anda ketika membaca judul di atas? Kalau saya teringat salah satu iklan jadul (iklannya lupa, tapi sepertinya iklan layanan masyarakat). Dalam iklan itu digambarkan seorang nenek yang tengah meneriakkan kalimat yang sama seperti judul di atas, ketika melihat seorang bayi berhasil berdiri sendiri. Memang, moment itu sangat ditunggu-tunggu oleh para orang tua, terutama bapak dan ibu bayi, karena menandakan bahwa sebentar lagi si bayi akan bisa berjalan. Begitu juga denganku.

Tadi siang simbok “melaporkan” kejadian yang membahagiakan. Ā Simbok bilang bahwa saya tak akan percaya dengan ceritanya. Emang apa to mbok?Ā  Read more…