Islam · Renungan

Tawadlu dalam Hal Ilmu

Tawadlu dalam kitab Ihya’ ‘Ulumuddin karya Imam Al Ghozali, berasal dari kata “meletakkan”. Maksudnya adalah meletakkan sesuatu sesuai dengan posisinya. Tawadlu’ juga berarti menerima kebenaran dari siapa saja yang mengatakanya. Sahabat Nabi, al-Fudlail ibn ‘Ayyadl Ra., mengartikan tawadlu’ dengan “patuh dan tunduk kepada kebenaran walaupun datangnya dari anak kecil dan orang budak yang lebih rendah derajatnya dari kita”.

Lawan dari tawadlu adalah sombong atau takabur. Sombong merupakan sifat yang sangat dibenci oleh Allah, bahkan taruhannya adalah tidak adanya peluang untuk masuk surga. Continue reading “Tawadlu dalam Hal Ilmu”