Cerita · Intermezzo · Special

Rumah Kontrakan

Pagi tadi saya berkunjung ke rumah seorang teman baru. Benar-benar baru karena tidak pernah bertemu sebelumnya. Selama ini hanya berinteraksi lewat dunia maya. Kebetulan, “profesi” kami sama, yaitu sebagai penjual online 😀

Kemarin dia sudah memberikan denah. Saya tahu persis karena daerah yang disebutkannya adalah daerah yang dulu sekali pernah kami (saya dan suami) tinggali semasa masih berdua 🙂

Singkat cerita, saya pun telah bertemu dengan teman saya, ngobrol, dan melakukan transaksi (saya membeli sebuah barang jualannya). Selesai, saya pamit pulang. Nah, di perjalanan pulang inilah memori saya seakan terbuka kembali.

Continue reading “Rumah Kontrakan”

Special

My Princesses

My Princesses (Syifa-Sarah-Aisha)
My Princesses (Syifa-Sarah-Aisha)

Selalu ada hal yang harus disyukuri. Pun ketika sesuatu itu tidak sesuai dengan keinginan ataupun meleset dari angan-angan kita, bersyukur adalah hal terbaik untuk menyikapinya, karena Allah ‘azza wa jalla pasti telah mengukur semuanya, menganugerahkan apa saja yang terbaik untuk kita, bukan apa yang kita minta, namun sesuatu yang kita butuhkan.

Continue reading “My Princesses”

Special

Our Aisha

Alhamdulillaah, 10 hari usia Aisha kami. Lahir 5 April lalu dengan berat 3 kg dan panjang 47 cm. Kehadirannya di rahim sempat mengejutkan kami pada awalnya, mengingat usia si kakak Sarah yang masih di bawah satu setengah tahun. Rasa cemas dan sedih sempat menghampiri. Namun pada akhirnya kami sepakat untuk membuang semua kekhawatiran yang ada. Kami mencoba memupuk rasa syukur. Sembilan bulan kemudian rasa yang hadir adalah kegembiraan yang tiada tara, yaitu ketika melihatnya terlahir ke dunia.

Aisha Jasmin Azizah.
Nama itu yang pada akhirnya kami berikan untuk amanah ke-tiga kami. Kami berharap kelak ia akan menjadi wanita secerdas Aisyah istri Nabi Sallallahu ‘alayhi wa sallam. Cantik dan menyenangkan seperti nama tengahnya, Jasmin. Ia pun kami harapkan menjadi pribadi yang kuat seperti arti nama Azizah.

Shalihah selalu ya, Nak. Umi dan Ayah sangat bahagia dengan hadirnya dirimu ke dunia. Semoga Allah memberikan tambahan berkah-Nya kepada kami atas kehadiranmu dan semoga Allah menjadikanmu berkah pula untuk ummat Muhammad Sallallahu ‘alayhi wa sallam, aamiin.

Special

Baiti Jannati

09 Juli 2006 – 09 Juli 2011

Lima tahun menapaki hidup bersama sahabat sejati, hingga mendapatkan amanah dua buah hati
Jatuh bangun mengarungi biduk rumah tangga, senang sedih dirasakan bersama

Alhamdulillaah atas segala nikmat dan karunianya,
Kini keluarga kecil kami dapat berteduh di gubuk sederhana, namun sungguh nyaman rasanya

Semoga Allah menjadikan rezeki ini barakah,
Semoga Allah selalu membimbing keluarga kami hingga mencapai Jannah,

Nyamannya berada di rumah sendiri,
Semoga mampu menjadikannya baiti jannati
Amiin.

Aussie · Cerita · Special

Welcome to Sydney

Syifa di SydneyAlhamdulillah, bahagia sekali rasanya berkumpul kembali dengan keluarga kecilku di sini, di kota besar dan di negeri orang. Sydney, 28 Juni 2009, pertama kali aku menginjakkan kakiku di sebuah tempat yang penduduknya berbeda. Tampilan berbeda, warna rambut berbeda, juga berbicara dengan bahasa yang berbeda.

Kedatanganku disambut dengan dinginnya udara Sydney yang saat itu memang telah memasuki musim dingin (winter). Baju hangat plus kaos tangan sudah kupakaikan di badan Syifa sebelum pesawat kami landing di bandara Sydenham Sydney ini. Continue reading “Welcome to Sydney”

Cerita · Special

Long Distance Love, Antara Aku dengan Dia

LDLBuku yang diberikan cuma-cuma oleh teman saya Rina (matur nuwun sanget nggih) membuat hati saya bergejolak saat membacanya. Judul dalam buku tersebut sudah sangat kukenal, karena saat ini aku sendiri tengah mengalaminya. LDL ku dengan ayah Syifa sudah berlangsung sejak pertengahan Februari lalu. LDL yang dimulai dua hari menjelang hari wisudaku, otomatis membuat hari bersejarah itu menjadi kenangan yang tak begitu istimewa karena satu anggota keluarga tak hadir. Ya satu anggota keluarga yang begitu istimewa malah tidak bisa hadir. Iri juga saat menyaksikan sahabatku melaksanakan wisuda dengan ditemai oleh suaminya, dan bahkan terasa komplit karena saat itu beliau juga tengah tujuh bulan mengandung anak pertamanya. Sedang aku, Syifa juga terpaksa tidak ikut. Kutinggalkan dia di rumah bersama mbah uyutnya, karena prosesi wisuda yang lama akan membuatnya bosan dan mungkin saja akan rewel. Akhirnya wisuda hanya berlangsung di GSP saja. Aku memutuskan untuk tidak mengikuti syukuran yang diadakan di fakultas walaupun juga telah membeli undangannya. Jam 11 wisuda berakhir, dan setelah menikmati snack dari panitia, juga semangkuk sup buah, kami (aku, bapak, dan ibuku) segera pulang ke rumah. O iya, waktu itu brother bersedia mengantar-jemput ku. Jadi kami pulang berempat dengan dua sepeda motor. Tak lupa kubawakan oleh-oleh berupa mainan pinguin untuk Syifa. Kuharap ia senang menerimanya.

Kini, rencana besar yang tengah kulakukan adalah untuk segera menyusul ayah Syifa ke Australia. Continue reading “Long Distance Love, Antara Aku dengan Dia”

Special

Cintaku Jauh di Sydney

Berat memang hidup sendiri tanpa suami di sisi. Berat, namun musti dijalani. Kata seorang teman, episode hidup memang selalu berubah, namun membawa hikmah. Semoga, suatu hari nanti kami bisa berkumpul kembali.

Berangkat Sabtu pagi, empat hari sebelum aku wisuda. Suami beserta ibu mertua telah berpamitan akan terbang menuju Jakarta. Aku sudah bertekad untuk mengantarkan suami sampai Adisucipto saja. Tak tahu kenapa, kupikir melepasnya di Jakarta akan lebih terasa menyakitkan. Dengan kebulatan tekad kubatalkan satu tiket menuju Jakarta pagi itu. Hanya ibu saja yang mengantarkannya sampai ke Jakarta. Mereka transit sebentar di rumah om di Cikarang.

Dengan air mata meleleh di pipi, kulambaikan tangan kepada suamiku yang telah terpisah dari kami (aku, anakku, dan ibuku) dengan sebuah pintu berdinding kaca tebal yang dijaga dua orang petugas. Beberapa saat kemudian wajahnya sudah tak tampak lagi. Syifa kudekap erat dengan aliran air mata yang semakin tak terbendung. Hanya ucapan selamat jalan yang mengiringi kepergiannya. Semoga selamat sampai di sana.

Cintaku jauh di Sydney. Semoga suatu hari nanti kita akan bersama lagi. Allah, kuatkan hati kami di kala kerinduan melanda. Teguhkan kami yang terpisah di antara luasnya samudra. Jagalah suamiku di manapun dia berada. Hanya kepada Engkaulah kami berharap dan memohon pertolongan. Yaa hayyu yaa qoyyum birohmatika astaghits…

*Teriring salam rindu dan cinta kepada Ayah nun jauh di sana…*

Special

Welcome Home

“Welcome home…” kataku kepada suami ketika kami sampai di rumah.

“Belum home sendiri.” jawabnya sambil tersenyum.

Aku ikut tersenyum. Kami sampai di kontrakan semalam jam 21.00.

Seminggu yang lalu merupakan peristiwa penting yang akan kukenang selalu. Betapa gembira melihat wajahnya lagi. Meski tentu saja, wajah yang sedikit berbeda. Sampai-sampai Syifa butuh beberapa saat untuk “mengenali” wajah Ayahnya lagi. Continue reading “Welcome Home”

Special

Rindu yang Menggebu

Tiga belas hari yang lalu, tepat jam delapan malam ketika kuterima pesan singkat dari Ayah Syifa,

Assalamu’alaykum

Mi, Ayah sudah hampir sampai di Madinah, kota yang paling dicintai Rasulullah SAW -orang yang paling Ayah cintai- selain Mekkah. Rasanya seneng banget. Kebahagiaan terhebat dalam hidup Ayah… “

Alhamdulillah, Ayah sudah sampai dengan selamat. Sejak pertama Ayah pergi, tiada yang kumohonkan kepada-Nya selain kemudahan dan keselamatan untuk Ayah, di mana pun dia berada.

Ayah pergi ke tanah suci untuk menemani yangti. Sebenarnya yangkung lah yang sudah mendaftar untuk berangkat haji tahun ini, namun Continue reading “Rindu yang Menggebu”