Diary Syifa · Perkembangan Anak

Pergantian Gigi Susu ke Gigi Dewasa Pada Anak

kalung gigi

Umumnya, usia 6-13 tahun adalah masanya anak berganti gigi, yaitu dari gigi susu menjadi dewasa. Kadang-kadang, ada anak yang terlambat dalam proses pergantiannya. Selama tidak terjadi masalah, hal itu tidak mengapa. Namun kadang-kadang, gigi dewasa muncul sebelum gigi susu goyah. Inilah yang dikhawatirkan.

Kondisi ini (gigi susu yang belum lepas padahal sudah masanya lepas) disebut gigi persistensi. Hal ini menjadi salah satu sebab terjadinya gigi berjejal. Akibatnya susunan gigi menjadi tidak rapi.

Continue reading “Pergantian Gigi Susu ke Gigi Dewasa Pada Anak”

Bayi · Perkembangan Anak

Bayi Belum Mampu Tengkurap

Mempunyai bayi baru lagi, berarti siap-siap excited dengan perkembangannya lagi. Kapan dia fokus melihat, kapan dia akan miring, memegang benda, dan sederet kemampuan motorik lainnya. Kenapa motorik? Karena kemampuan itu yang biasanya jadi bahan perbincangan dengan orang sekitar ketika membicarakan tentang perkembangan bayi. Dan sekarang yang sedang membuat saya “galau” (baca menunggu-nunggu) adalah kapan anak saya akan tengkurap.

Continue reading “Bayi Belum Mampu Tengkurap”

Diary Syifa · Perkembangan Anak · Proses Belajar Anak

Syifa Masuk Playgroup

Beberapa bulan lalu, tepatnya ketika anak pertama saya Syifa berusia tiga tahun lebih tiga bulan, saya memutuskan untuk memasukkanya ke playgroup. Sebelum memutuskan hal tersebut, saya dan ayah Syifa banyak menimbang-nimbang keuntungan dan kerugiannya. Lama diskusi kami lakukan, dan akhirnya kami pun yakin dengan rencana kami ini.

Akhir November 2010 Syifa resmi menjadi siswa sebuah playgroup di dekat rumah kami. Nama PG tersebut adalah Bunga Bangsa Ceria (BBC). Masuk sekolah empat kali sepekan, mulai dari jam 8 hingga 11.30 setiap harinya. Tempat ini dulunya digunakan oleh sebuah yayasan di Jakarta untuk menangani anak-anak korban gempa pada bulan Mei 2006 silam. Saat itu, setelah kegiatan usai, banyak warga setempat yang menginginkan kegiatan diteruskan. Pihak yayasan pun kemudian mengalih fungsikan tempat itu menjadi sebuah playgroup hingga kini.

Continue reading “Syifa Masuk Playgroup”

Informasi · Parenting · Perkembangan Anak

Alasan-Alasan Memasukkan Anak Ke Playgroup

Sekarang ini telah banyak bermunculan lembaga pendidikan balita yang dikenal dengan istilah playgroup (kelompok bermain). Tak hanya di kota-kota besar, di desa-desa pun kini playgroup juga sudah gampang ditemukan. Playgroup sesuai dengan namanya, biasanya memberikan aktivitas lebih banyak bermain daripada belajar. Hal ini tentu saja disesuaikan dengan usia anak-anak yang berkisar antara 2-4 tahun yang waktunya masih banyak digunakan untuk bermain.

Salah satu playgroup yang cukup terkenal dan berpusat di Jogjakarta membagi rentang usia tersebut menjadi dua kelas, yaitu kelas A dan B, masing-masing untuk anak usia 2-3 tahun dan 3-4 tahun. Playgroup tersebut juga memiliki kurikulum yang bagus dan sangat lengkap, bahkan memasukkan pelajaran agama di dalamnya. Dengan begitu tentu saja akan menarik minat para orang tua untuk memasukkan anaknya ke sana.

Jika ditelusuri lebih jauh, apa sebenarnya yang membuat para orang tua berminat memasukkan anaknya ke playgroup dan apa saja yang bisa diharapkan dengan memasukkan buah hati mereka ke lembaga pendidikan pra-TK ini?

Continue reading “Alasan-Alasan Memasukkan Anak Ke Playgroup”

Bayi · Perkembangan Anak

Perlukah Menggunakan Baby Walker?

Sebagian besar orang tua yang melihat anaknya mulai bisa berdiri, kadang tertarik untuk membelikan baby walker dengan tujuan agar anak lebih cepat berjalan. Namun ada juga yang membiarkan anaknya belajar berjalan sendiri tanpa sama sekali menyobakan baby walker kepada anaknya. Pilihan mana yang tepat? Semuanya kembali kepada orang tua masing-masing. Ulasan yang akan disampaikan di sini hanyalah sekedar sharing informasi yang saya dapatkan dari NSW Multicultural Health Communication Service. Artikel mengenai baby walker (pdf) dapat diunduh di link ini. Continue reading “Perlukah Menggunakan Baby Walker?”

Bayi · Perkembangan Anak

No Crawling, No Problem

Seorang ibu yang sedang mempunyai bayi pasti selalu mengikuti perkembangan bayinya dari waktu ke waktu. Dari awal dia mulai menggerakkan matanya saat diperlihatkan benda-benda, kemudian mulai belajar memegang benda, saat mengeluarkan kata-kata pertamanya, sampai saat si bayi dapat berdiri sendiri, semua tak lepas dari pengamatan ibu. Bahkan banyak ibu yang tak lupa mencatat kejadian penting si bayi itu dalam buku khusus bertajuk “Baby Diary”.

Mengenai perkembangan bayi, beberapa buku telah banyak membahasnya. Buku-buku tersebut kebanyakan membahas tentang apa yang seharusnya bisa dilakukan si bayi pada usia tertentu. Continue reading “No Crawling, No Problem”

Diary Syifa · Perkembangan Anak · Proses Belajar Anak

Mengajari Anak Berhitung

Alhamdulillah, hari ini (setelah melewati latihan demi latihan) Syifa sudah bisa menghitung benda-benda. Tadi sempat kaget juga saat pertama kali Syifa berhasil menghitung gambar bunga. “Satu, dua, tiga, empat, lima.” Dia menunjuk satu demi satu gambar bunga kamboja di sebuah kertas dengan telunjuk mungilnya dan menghitungnya.
Merasa mungkin hanya kebetulan, saya pun mengetes kembali dengan menyuruhnya menghitung benda-benda lagi. Semuanya bisa dilakukannya dengan baik. Saya pun mencoba lagi dengan building block, kemudian saya kelompok-kelompokkan yang berwarna sama, kemudian saya suruh dia menghitungnya. Alhamdulillah, dia melakukannya lagi dengan baik. Paling banyak baru sampai lima. Continue reading “Mengajari Anak Berhitung”

Bayi · Cerita · Diary Syifa · Islam · Perkembangan Anak

Berbagi Cerita: Menyapih Si Kecil

Seminggu yang lalu saya ngobrol dengan suami tentang rencana penyapihan Syifa. Sebenarnya hal ini sudah kami bicarakan jauh-jauh hari, tentang kapan waktu penyapihan Syifa dan bagaimana caranya agar Syifa tidak rewel. Untuk masalah waktu jelas, di dalam Al Qur’an sudah ada petunjuk yang jelas, yaitu dua tahun, bagi yang ingin mencapai tahap kesempurnaan penyusuan.

Continue reading “Berbagi Cerita: Menyapih Si Kecil”

Bayi · Informasi · Kehamilan · Melahirkan · Menyusui · Merawat Bayi · Perkembangan Anak

Aku Punya Bayi

Menikah, hamil, dan punya anak adalah dambaan bagi setiap kaum wanita. Dengan menikah, seseorang menyempurnakan setengah agamanya. Salah satu tujuan menikah adalah untuk memperoleh keturunan. Sungguh bahagia rasanya bila beberapa waktu setelah menikah, seorang isri tersenyum kepada sang suami sambil memperlihatkan dua garis yang muncul pada testpack. Pertanda bahwa insya Allah pasangan tersebut akan segera mendapatkan buah hati, buah cintanya dari Sang Pencipta.

Bagi pasangan baru, calon ibu dan ayah baru, mungkin akan merasakan was-was dan cemas saat istri hamil. Adakalanya ketakutan akan kesehatan kandungannya sesaat menguasai pikiran, mengikis rasa gembiranya. Ketika menjelang kelahiran buah hati, was-was itu kembali memuncak. Persiapan dan do’a adalah hal yang paling tepat dilakukan jauh sebelum hal itu terjadi. Membaca buku bisa menjadi salah satu persiapan yang baik.

Alhamdulillah buku berjudul ‘Aku Punya Bayi’ telah selesai dicetak. Buku yang ditulis oleh Ummu Syifa Jauza ini berisi tentang hal-hal seputar kehamilan dan melahirkan. Hal-hal yang biasa terjadi selama hamil, bagaimana perkembangan janin dalam rahim selama sembilan bulan, mitos-mitos yang dihadapi selama kehamilan, hingga persiapan melahirkan. Saat bayi telah lahir ke dunia, apa saja yang perlu dilakukan kedua orang tua berkaitan dengan hak-haknya? Buku ini juga membahasnya dengan ringkas. Kemudian perawatan bayi hingga kemampuan yang dapat dilakukan bayi dari lahir hingga tahun pertamanya, semua dikupas dalam buku yang diterbitkan oleh penerbit Islam terkemuka, Pro-U Media

Semoga buku ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi para pembaca, amin. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisannya hingga buku ini selesai dicetak. Semoga Allah membalasnya dengan kebaikan yang setimpal.

Bayi · Diary Syifa · Perkembangan Anak · Proses Belajar Anak

Toilet Training

Mengajarkan anak untuk BAK dan BAB di kamar mandi (toilet training) memang tidak mudah. Butuh beberapa kesiapan, terutama kesiapan dari si anak itu sendiri. Toilet training merupakan cara untuk melatih anak agar bisa mengontrol ‘hajatnya’, apakah itu saat ia ingin buang air kecil (BAK) atau buang air besar (BAB). Selain itu, anak diharapkan mampu BAK dan BAB di tempat yang telah ditentukan. (http://wrm-indonesia.org).

Bagi anak usia kurang dari 12 bulan, toilet training masih susah dilakukan. Hal ini karena pada usia tersebut anak masih tidak bisa mengontrol keinginan BAK dan BAB. Sedangkan usia 18-24 bulan, ada beberapa yang telah siap melakukannya. Namun ada juga beberapa anak yang hingga usia 30 bulan masih belum menunjukkan kesiapan. Continue reading “Toilet Training”