Informasi · Madina School · Parenting · Sekolah

Madina Islamic Primary School Yogyakarta

Keren ya namanya.. Sekeren pelajarannya juga, Masya Allah.

MIPS atau Madina Islamic Primary School adalah nama sekolah setingkat SD yang terletak di satu dusun di Sleman Yogyakarta.

Sekolah yang berdiri pada tahun 2019, yang dikepalai oleh seorang ustadz bernama Ustadz Ammi Nur Baits.
Didirikan dengan mengadopsi kurikulum sekolah di Madinah.

Jangan membayangkan sekolah ini adalah sekolah bilingual dengan kurikulum bersandar internasional ya..
Tidak. Sekolah ini justru mengedepankan agama dengan pemahaman salafus shalih.

Kelas 1 sampai kelas 4, pelajarannya masih 70% agama, yaitu tahsin, menghafal surat-surat Al-Qur’an juz 30, menghafal hadits dan do’a-do’a pilihan. Sedangkan akademik hanya 30%.
Kelas 5 dan 6 kelak Insya Allah mulai diberikan pelajaran akademik lebih banyak, yaitu 50% sebagai persiapan UN atau Ujian Nasional.

Sekolah yang sederhana, dengan SPP terjangkau (saat tulisan ini dibuat, SPP per bulan hanya 200 ribu rupiah). Biaya masuk sekitar tiga juta rupiah, sudah mendapatkan seragam tiga stel.

Makan siang bawa sendiri. Sementara untuk snack diberikan secara bergilir oleh orang tua siswa (berdasarkan kesepakatan orang tua murid).

Kegiatan lain selain di sekolah, ada outing ke tempat-tempat wisata edukasi seperti museum dirgantara.
Kegiatan lain ada menanam pohon, memanah, dan kegiatan out door lainnya yang dilakukan di halaman sekolah.

Barakallahu fii MIPS.
Semoga tetap menjadi sekolah favorit orang tua yang mengedepankan agama dengan pemahaman lurus, di saat sulit mencari sekolah seperti ini di jaman sekarang.

Bagi yang ingin mempelajari dengan sekolah MIPS lebih lanjut, bisa langsung klik websitenya di link ini.
http://madina-school.com/

*Foto di atas adalah bangunan sementara. Saat ini (2019) baru ada satu kelas yaitu kelas 1 saja.

Diary Syifa · Islam · Kesehatan · Parenting

Anakku Telah Dewasa

Menjadi ibu sesungguhnya, menurut saya, bukan terasa saat melahirkan anak, tetapi adalah saat menyaksikan anak mulai baligh.

Kemarin, tepatnya tanggal 20 Januari 2019 adalah pertama kali sulung saya mengalami haid.

Sebagai ibu, kecemasan pertama saya adalah mampukah saya menjaga dia (tentu dengan mengharap penjagaan Allah), mentransfer ilmu yang saya dapat (tentang haid dan yang berkaitan dengannya), dan memastikan bahwa dia sudah paham kewajiban wanita yang sudah baligh.
Karena saat itu, anak saya telah dibebani oleh syariโ€™at.

Di kelas anak saya, sudah ada beberapa anak yang haid sebelum dirinya. Sudah separuh lebih dari jumlah siswi secara keseluruhan.

Anak saya alhamdulillah cukup mudah beradaptasi dengan perubahan ini.
Ketika pertama kali dia haid, dia bercerita pada saya. Awalnya dia bertanya tentang usia berapa mengalami haid.
Saya juga sudah ‘sounding’ tentang haid, tentang apa yang harus dilakukan saat haid, termasuk memberikan tutorial memasang pembalut beberapa waktu sebelumnya, ketika mengetahui kawannya sudah ada yang haid.

Continue reading “Anakku Telah Dewasa”

Family · Parenting · Proses Belajar Anak

Menunda Sekolah

Suatu kali sang ayah bertanya, kenapa Ais belum masuk SD. Ngga kasihan kah?
Sebelum itu, ayahnya bertanya tentang teman-teman Aisha, siapa yang sudah SD dan siapa yang TK lagi.

Memang sebagian besar sudah SD karena umurnya sudah tujuh tahun atau mendekati tujuh. Sementara di kelas, yang masih mengulang TK hanya dua orang termasuk Aisha, yang usianya masih enam tahun.

Saya cenderung menunda setahun lagi, semata agar Ais benar-benar siap.
Belum hilang dari ingatan, ketika tangisnya keras sekali, dulu saat masuk TK pertama kali. Ketika itu usianya baru empat tahun. (hal ini juga yang membuat saya menunda Maryam adiknya, masuk TK).

Hari-hari jadi seperti sebuah pertempuran, bagi saya. Tentang kuat-kuatan. Kalau saya nggak kuat melepasnya, pasti saya kalah.

Continue reading “Menunda Sekolah”

Parenting

Senada Menghadapi Anak

Sebagai orang tua, kita pasti menginginkan yang terbaik untuk anak kita. Begitu juga saat bersikap kepada anak. Bagaimana kita bersikap kepada anak, ke depan akan berpengaruh kepada sikap anak kepada kita. Jika kita bersikap lembut, berbicara dan bertindak dengan bijaksana dan mengedepankan kasih sayang, Insya Allah anak-anak pun akan selalu menghargai kita ketika kita tua nanti.

Berbicara soal sikap kepada anak, kita mungkin pernah berbeda pandangan dengan pasangan kita. Seorang suami dan istri, kadangkala mempunyai pandangan yang berbeda ketika menyikapi masalah yang terjadi pada anak.

Continue reading “Senada Menghadapi Anak”

Parenting

Mengganti Musik dengan Bacaan Al-Qur’an

Benarlah bahwa ada pepatah, “Anak kecil bagaikan secarik kertas putih yang bisa ditulisi apa pun.” Apa saja yang diberikan kepada anak kecil, niscaya mereka akan dengan mudah meresponnya bahkan mengingatnya dan lantas tertanam dalam memorinya. Sebagai contoh, seorang anak yang selalu melihat TV setiap hari, maka dia pun akan cenderung menyontoh semua perilaku yang dilihatnya. Mulai dari menghafal iklan, meniru perkataan para pemain di TV, dan lain-lain. Anak-anak yang berkumpul dengan teman yang gemar menonton game, maka tingkahnya pun akan meniru apa yang dilihatnya. Kalau game itu adalah game perkelahian, bukan tidak mungkin si anak akan dengan entengnya memukul teman ketika bermain.

Anak kecil memang peniru ulung. Apa saja yang ia peroleh di kesehariannya, akan tampak pada perilakunya. Continue reading “Mengganti Musik dengan Bacaan Al-Qur’an”

Cerita · Parenting

Mengondisikan Anak Di Lingkungan Baru

Kali ini saya ingin sedikit berbagi cerita saat kepindahan kami ke rumah baru, khusunya mengenai adaptasi anak kami. Cerita yang cukup singkat namun insya Allah ada maknanya ๐Ÿ™‚

Ketika pertama kali pindah rumah, ada rasa khawatir akan kondisi psikis anak kami di lingkungan baru nanti. Teman baru, tetangga baru, dan lingkungan yang pasti akan berbeda dengan lingkungan yang dulu. Hal-hal yang berbeda itu adalah, kalau dulu anak kami selalu serumah dengan banyak orang; nenek, kakek, mbah uyut, pakdhe, budhe, juga ponakan kecil (anak pakdhe) yang selama ini selalu menjadi teman mainnya (selain tentu saja adiknya, Sarah) sekarang hanya ada ayah, umi, juga adiknya. Di rumah lama pun (rumah ortu saya), Syifa sudah sering bermain dengan teman-temannya di sana, bahkan sudah hafal jalan ke rumahnya dari rumah teman-temannya. Di sini dia akan ‘kehilangan’ semua itu, minimal tidak akan setiap hari melihatnya. Itulah yang kami khawatirkan.

Malam pertama itu, benar saja, dia merasa kesepian, mencari-cari anggota keluarga di rumah lama. Dia menanyakan mbah kakung dan mbah utinya. Kami berusaha menghiburnya.

Keesokan harinya, sungguh bersyukur, karena beberapa teman kecil mulai berdatangan ke rumah. Syifa yang memang anaknya gampang bersosialisasi, langsung berkenalan dan mengajak mereka bermain. Alhamdulillaah… tidak perlu mengeluarkan banyak jurus untuk membuat Syifa betah di lingkungan baru.

Yang bisa diambil dari cerita ini adalah (dan mungkin bisa digunakan sebagai referensi ketika pindah rumah): segera carikan teman sebaya secepat mungkin untuk anak agar kesepiannya dapat sesegera mungkin terobati.

 

Bayi · Cerita · Kesehatan · Parenting

Mana Lebih Baik, UHT atau Susu Formula?

Pulang dari negeri kangguru kemarin, pada pekan pertama tiba di tanah air, kami menyempatkan untuk bersilaturahim ke tempat saudara. Ternyata setahun tidak bertatap muka cukup membuat kami terpana melihat anak-anak saudara kami yang tampak jauh lebih besar daripada sejak kepergian kami dulu. Beberapa keponakan memang terlihat semakin gemuk saja ๐Ÿ˜€ Memang dari bayi (sejak lepas dari ASI, mereka tidak pernah absen minum susu formula.

Ngobrol beberapa lama, lantas saudara menanyakan apakah di sana Syifa rutin minum susu? Kami jawab tidak mesti. Syifa memang doyan susu, tapi susunyaย  jenis UHT. Buat saya sendiri, daripada membuat segelas susu dari susu bubuk, saya lebih memilih membelikan susu cair UHT yang langsung minum. Selain praktis, Syifa pun ketika meminumnya langsung “lep” alias habis dalam waktu singkat. Berbeda dengan susu bubuk yang ketika sudah jadi segelas susu butuh waktu lebih lama untuk menghabiskan.

Setelah ngobrol tentang susu itu, saudara kami lantas menyarankan agar kemi memberikan susu bubuk saja. Mereka bilang, susu cair itu (maksudnya UHT) lebih banyak pengawetnya, jadi tidak sehat.

Continue reading “Mana Lebih Baik, UHT atau Susu Formula?”

Informasi · Parenting · Perkembangan Anak

Alasan-Alasan Memasukkan Anak Ke Playgroup

Sekarang ini telah banyak bermunculan lembaga pendidikan balita yang dikenal dengan istilah playgroup (kelompok bermain). Tak hanya di kota-kota besar, di desa-desa pun kini playgroup juga sudah gampang ditemukan. Playgroup sesuai dengan namanya, biasanya memberikan aktivitas lebih banyak bermain daripada belajar. Hal ini tentu saja disesuaikan dengan usia anak-anak yang berkisar antara 2-4 tahun yang waktunya masih banyak digunakan untuk bermain.

Salah satu playgroup yang cukup terkenal dan berpusat di Jogjakarta membagi rentang usia tersebut menjadi dua kelas, yaitu kelas A dan B, masing-masing untuk anak usia 2-3 tahun dan 3-4 tahun. Playgroup tersebut juga memiliki kurikulum yang bagus dan sangat lengkap, bahkan memasukkan pelajaran agama di dalamnya. Dengan begitu tentu saja akan menarik minat para orang tua untuk memasukkan anaknya ke sana.

Jika ditelusuri lebih jauh, apa sebenarnya yang membuat para orang tua berminat memasukkan anaknya ke playgroup dan apa saja yang bisa diharapkan dengan memasukkan buah hati mereka ke lembaga pendidikan pra-TK ini?

Continue reading “Alasan-Alasan Memasukkan Anak Ke Playgroup”

Kehamilan · Parenting

Mengenalkan Buah Hati Kepada Calon Adiknya

Hamil lagi saat usia anak pertama masih balita, sangat sering terjadi. Saat ibu sedang repot-repotnya mengurus anaknya yang masih belum bisa mandiri, tiba-tiba amanah baru datang secara tiba-tiba. Ibu harus bisa mengatur waktunya dengan baik agar semuanya tetap dapat berjalan dengan lancar, baik mengurus suami, mendidik anaknya yang masih kecil, dan juga memperhatikan kondisi badan agar kehamilannya tetap sehat.

Hal sangat penting yang seringkali terlupakan oleh ibu adalah mengenalkan calon adik kepada buah hati pertamanya. Memang, tidak mudah untuk mengenalkan sesuatu yang bagi si anak belum tampak oleh matanya. Tidak semudah mengenalkan teman baru kepada si kecil, lalu otomatis bisa bermain bersama. Si kecil yang belum mengerti ibunya hamil, tentu saja akan kebingungan bila nanti diperkenalkan kepada bayi yang tiba-tiba muncul sebagai adiknya. Ia bisa saja langsung menolak dan tidak menerima kehadiran adiknya. Lebih parahnya lagi ia akan menganggap bayi itu merebut ibunya.

Continue reading “Mengenalkan Buah Hati Kepada Calon Adiknya”

Islam · Melahirkan · Merawat Bayi · Parenting

Anjuran Adzan di Telinga Bayi Baru Lahir

Sebagian dari kita mungkin sudah hafal dengan berbagai hak-hak bayi yang baru lahir, seperti mengumandangkan adzan di telinganya. Namun apakah kita juga sudah mengerti bahwa memang ada hadits yang menganjurkannya, atau hanya ikut-ikutan semata? Saya menemukan hadits tentang hal tersebut sudah sejak lama, bahkan saya cantumkan pula dalam buku saya. Namun baru sekarang ini saya menemukan referensi yang menyatakan bahwa hal tersebut ternyata tidak dianjurkan oleh Rasulullah SAW karena hadits-hadits yang menjadi landasannya adalah hadits yang lemah.

Semoga Allah mengampuni kami atas ketidaktahuan kami saat melakukannya pada putri pertama kami, amin.

Berikut saya copy-kan ulasannya yang saya dapatkan di link http://rumaysho.wordpress.com/2009/01/27/anjuran-adzan-di-telinga-bayi-yang-baru-lahir

Continue reading “Anjuran Adzan di Telinga Bayi Baru Lahir”