Archive

Archive for the ‘Kehamilan’ Category

Beberapa Macam Prenatal Testing

November 4, 2017 Leave a comment

Ikut suami kopdar sama temen-temennya, saya mojok ngobrol sama istri temen suami. Beliau dokter anak dan kebetulan ke Jogja karena mau menghadiri seminar genetika. Jadi kopdar itu dalam rangka “nemoni” mereka yang kebetulan ke Jogja.

Kami ngobrol soal pre-natal test. Kebetulan, beliau ini juga tengah mengembangkan usaha di bidang NIPT (Noninfasive Prenatal Testing), sebuah tes darah yang dilakukan untuk mengetahui adanya kelainan gen. Misalnya, seperti Down Syndrome. Ke depan, nantinya tes ini bahkan bisa mendeteksi apakah si bayi ini akan berpeluang punya penyakit tertentu. Ketika itu beliau mencontohkan kasus bayi yang berpeluang untuk mengalami intususepsi, bahkan bisa ketahuan. Caranya dgn mengambil cell-free DNA dan kemudian dicocokkan hasilnya dengan kode-kode tertentu di database. Biaya tes ini sekitar tujuh juta rupiah, karena sampel harus dikirim ke Jerman dan hasilnya akan didapat sekitar 10 hari.

NIPT, menurut beliau, akurasinya lebih tinggi daripada NT (Nuchal Translucency), yaitu sebuah tes USG yang dapat mengukur ketebalan cairan di belakang leher, untuk mengetahui resiko bayi lahir dengan Down Syndrome. Saya pun melakukan tes ini pada dua kehamilan setelah Sarah.

Sebetulnya, baik tes darah maupun USG NT, sama-sama hanya screening test dan bukan diagnostic test. Artinya, hasil yang didapat hanya dapat menyatakan peningkatan resiko saja dan bukan kepastian bahwa bayi tersebut benar-benar mengalami kelainan.

image

Buku pemberian RS sewaktu hamil Sarah di Australia

Hasil screening test bisa false negatif atau false positif.
Misal dalam kasus Down Syndrome, false negatif apabila hasilnya si anak dideteksi tidak DS, namun ternyata lahir DS.
sedangkan false positif, dikatakan bahwa hasil tes si anak ini DS (mungkin karena ketebalan cairan belakang leher tadi melebihi normal), padahal ternyata si anak baik-baik saja.

Jadi pengaruhnya tentu saja tidak bagus ya, buat si ibu.
Seperti kemarin ketika ada yang WA saya. Seorang ibu tengah mengandung bayi, setelah sebelumnya melahirkan anak dengan Down Syndrome. Beliau sudah melakukan USG NT kepada dua dokter dan hasilnya berbeda, namun hasil NT angkanya tipis, mendekati angka rata-rata bayi normal. Sehingga (karena selisih sedikit itu) dia jadi khawatir, kalau-kalau si anak lahir seperti kakaknya yang DS. Meski sebetulnya kedua dokter bilang bahwa janin normal.

Di luar negeri, kadang membolehkan untuk menggugurkan kandungan bila janin diketahui beresiko cacat. Biasanya, setelah screening test lalu didapat hasil positif, maka bisa dilakukan diagnostic test, seperti CVS atau Amniocentesis. Keduanya mempunyai resiko akan keguguran, karena mengambil suatu jaringan placenta (pada CVS) atau cairan ketuban (pada Amniocentesis), meski resikonya kecil.

Hasil positif setelah diagnostic test pun agaknya tidak mempunyai keuntungan signifikan bagi perkembangan bayi, karena dokter juga tidak bisa mengubah kondisi kecacatan tersebut. Salah satu keuntungannya hanya orang tua jadi punya waktu untuk mempersiapkan segala sesuatunya sebelum anaknya lahir nanti. Karena bayi dengan kelainan kromosom biasanya akan mengalami beberapa keterlambatan maupun penyakit bawaan.

Advertisements

Punya Banyak Anak, Salah Siapa?

April 1, 2014 5 comments

baby-feet1Melihat suatu keluarga yang ibunya mengenakan jilbab lebar dan ayahnya berpakaian celana cingkrang, tetangga langsung begitu “perhatian” ketika di dalamnya ternyata banyak kepala kecil yang perlu diberi makan. Ya, di Jawa, sering sekali ditemui istilah “ndrindil”, yaitu keluarga yang punya banyak anak dengan jarak yang termasuk pendek. Bahkan lebih miris lagi dijuluki KB alias “Kerep Bayen” (sering melahirkan).
Menanggapi hal itu, bukan tidak mungkin jika keluarga tersebut menjadi minder karena sering diberi “perhatian lebih” oleh tetangga. Melihat anaknya sakit, disalahkan, dikira kurang perhatian. Melihat baju anaknya kumal sedikit, dikritik, katanya tidak keurus, dan lain sebagainya. Bahkan mungkin bisa saja itu hanya terlihat sekali saja, namun menjadi pembicaraan hangat bahkan hot di tengah kampung. Sungguh miris.

Apa yang hendak saya utarakan pada posting kali ini adalah tentang sebuah takdir. Read more…

Konsumsi Habbatussauda Saat Hamil, Amankah?

May 11, 2011 16 comments

Habbatussauda atau jintan hitam (The Black Seed) merupakan obat alami yang telah digunakan sejak jaman dahulu oleh banyak negara di Timur Tengah untuk pengobatan alami selama lebih dari 2000 tahun. Ahli pengobatan Yunani menggunakannya untuk mengobati sakit gigi, sakit kepala, hidung tersumbat dan mengatasi parasit usus seperti cacing. Ahli pengobatan Islam terkenal, Ibnu Sina, di dalam bukunya menyatakan bahwa jintan hitam dapat digunakan untuk meningkatkan metabolisme dan meningkatkan semangat.  Para ilmuwan di Eropa baru-baru ini menyatakan bahwa habbatussauda bekerja sebagai anti bakteri dan anti jamur.

Dalam satu hadits disebutkan bahwa habbatussauda dikenal menyembuhkan semua penyakit kecuali kematian.

Imam Bukhari meriwayatkan dari Aisyah r.a, bahwa ia pernah mendengar Nabi SAW bersabda “Dalam Habbatussauda’ terkandung kesembuhan untuk segala penyakit, kecuali as-sam.’ Aku bertanya, ‘Apa as-sam itu?’ Beliau menjawab, ’Kematian’.” Read more…

Mengenalkan Buah Hati Kepada Calon Adiknya

March 5, 2010 2 comments

Hamil lagi saat usia anak pertama masih balita, sangat sering terjadi. Saat ibu sedang repot-repotnya mengurus anaknya yang masih belum bisa mandiri, tiba-tiba amanah baru datang secara tiba-tiba. Ibu harus bisa mengatur waktunya dengan baik agar semuanya tetap dapat berjalan dengan lancar, baik mengurus suami, mendidik anaknya yang masih kecil, dan juga memperhatikan kondisi badan agar kehamilannya tetap sehat.

Hal sangat penting yang seringkali terlupakan oleh ibu adalah mengenalkan calon adik kepada buah hati pertamanya. Memang, tidak mudah untuk mengenalkan sesuatu yang bagi si anak belum tampak oleh matanya. Tidak semudah mengenalkan teman baru kepada si kecil, lalu otomatis bisa bermain bersama. Si kecil yang belum mengerti ibunya hamil, tentu saja akan kebingungan bila nanti diperkenalkan kepada bayi yang tiba-tiba muncul sebagai adiknya. Ia bisa saja langsung menolak dan tidak menerima kehadiran adiknya. Lebih parahnya lagi ia akan menganggap bayi itu merebut ibunya.

Read more…

Menghitung Hari Perkiraan Lahir (HPL)

January 1, 2010 40 comments

Saat seorang wanita dinyatakan hamil pasti dia akan langsung sibuk menandai kapan bayinya akan lahir kelak. Hari lahir bayi ini bersifat perkiraan saja dan biasanya bisa maju atau mundur selama satu minggu. Biasanya saat periksa kehamilan, dokter akan memberitahu HPL bayi. Anda pun bisa menghitungnya sendiri dengan rumus yang sederhana berikut.

Untuk menghitung HPL, caranya mudah. Yang perlu anda ingat adalah Hari Pertama Haid Terakhir (HPHT). Perlu diingat sebelumnya, bahwa perhitungan dengan cara HPHT ini akan mendekati akurat hanya jika siklus haid anda teratur. Read more…

Menghitung Masa Subur Wanita

November 10, 2009 10 comments

Beberapa waktu lalu ada seorang teman yang menanyakan tentang cara menghitung masa subur. Masa subur ini berkaitan dengan peristiwa pelepasan sel telur (yang telah matang) dan dikenal dengan istilah ovulasi. Jika pada saat ini sel telur bertemu dengan sperma, maka kemungkinan akan terjadi proses pembuahan dan seorang wanita akan hamil.

Menghitung masa subur dapat dilakukan secara manual, yaitu dengan rumus: (jumlah siklus haid:2) +/- 2 hari. Read more…

Aku Punya Bayi

July 30, 2009 4 comments

Menikah, hamil, dan punya anak adalah dambaan bagi setiap kaum wanita. Dengan menikah, seseorang menyempurnakan setengah agamanya. Salah satu tujuan menikah adalah untuk memperoleh keturunan. Sungguh bahagia rasanya bila beberapa waktu setelah menikah, seorang isri tersenyum kepada sang suami sambil memperlihatkan dua garis yang muncul pada testpack. Pertanda bahwa insya Allah pasangan tersebut akan segera mendapatkan buah hati, buah cintanya dari Sang Pencipta.

Bagi pasangan baru, calon ibu dan ayah baru, mungkin akan merasakan was-was dan cemas saat istri hamil. Adakalanya ketakutan akan kesehatan kandungannya sesaat menguasai pikiran, mengikis rasa gembiranya. Ketika menjelang kelahiran buah hati, was-was itu kembali memuncak. Persiapan dan do’a adalah hal yang paling tepat dilakukan jauh sebelum hal itu terjadi. Membaca buku bisa menjadi salah satu persiapan yang baik.

Alhamdulillah buku berjudul ‘Aku Punya Bayi’ telah selesai dicetak. Buku yang ditulis oleh Ummu Syifa Jauza ini berisi tentang hal-hal seputar kehamilan dan melahirkan. Hal-hal yang biasa terjadi selama hamil, bagaimana perkembangan janin dalam rahim selama sembilan bulan, mitos-mitos yang dihadapi selama kehamilan, hingga persiapan melahirkan. Saat bayi telah lahir ke dunia, apa saja yang perlu dilakukan kedua orang tua berkaitan dengan hak-haknya? Buku ini juga membahasnya dengan ringkas. Kemudian perawatan bayi hingga kemampuan yang dapat dilakukan bayi dari lahir hingga tahun pertamanya, semua dikupas dalam buku yang diterbitkan oleh penerbit Islam terkemuka, Pro-U Media

Semoga buku ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi para pembaca, amin. Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penulisannya hingga buku ini selesai dicetak. Semoga Allah membalasnya dengan kebaikan yang setimpal.