Archive

Archive for the ‘Bayi’ Category

Punya Banyak Anak, Salah Siapa?

April 1, 2014 5 comments

baby-feet1Melihat suatu keluarga yang ibunya mengenakan jilbab lebar dan ayahnya berpakaian celana cingkrang, tetangga langsung begitu “perhatian” ketika di dalamnya ternyata banyak kepala kecil yang perlu diberi makan. Ya, di Jawa, sering sekali ditemui istilah “ndrindil”, yaitu keluarga yang punya banyak anak dengan jarak yang termasuk pendek. Bahkan lebih miris lagi dijuluki KB alias “Kerep Bayen” (sering melahirkan).
Menanggapi hal itu, bukan tidak mungkin jika keluarga tersebut menjadi minder karena sering diberi “perhatian lebih” oleh tetangga. Melihat anaknya sakit, disalahkan, dikira kurang perhatian. Melihat baju anaknya kumal sedikit, dikritik, katanya tidak keurus, dan lain sebagainya. Bahkan mungkin bisa saja itu hanya terlihat sekali saja, namun menjadi pembicaraan hangat bahkan hot di tengah kampung. Sungguh miris.

Apa yang hendak saya utarakan pada posting kali ini adalah tentang sebuah takdir. Read more…

Advertisements

Menu MPASI 9+ Bulan: Bubur Nasi Labu Wortel

April 14, 2013 2 comments

umisyifa bubur labu wortelBingung mau ngasih menu ke bayi usia 9 bulan namun tetap tanpa gula dan garam? Simpel saja bunda, usia ini anak-anak sudah mulai dapat mengkonsumsi daging sebagai asupan protein hewani.

Nah, kali ini saya akan berbagi menu simpel, enak, dan sehat 🙂

Namanya, Bubur Labu Wortel

Sesuai dengan judulnya, bahan baku dari bubur ini adalah labu dan wortel.

Selain rasanya yang manis serta warnanya yang menarik, labu, banyak mengandung zat-zat penting yang dibutuhkan bayi dan anak Anda, yaitu vitamin A, vitamin C, vitamin B, protein, lemak sehat, kalsium, fosfor, hifdrat, kalori dan zat besi semuanya terkandung dengan porsi yang pas.
Sedangkan wortel, pasti kita sudah hafal akan fungsinya sebagai sumber vitamin A.

Nah, untuk proteinnya, kita pakai daging ayam fillet.

Dengan tiga bahan itu, kita sudah bisa membuat menu sehat dan enak untuk buah hati kita.

Yuk, ikuti step by stepnya.

Bahan

Daging ayam fillet diiris kira-kira sepanjang dua ruas jari, cuci bersih

Labu, diiris kotak, kira-kira sebesar dadu, sebanyak 10 iris

Wotel ukuran sedang, kupas, iris agak tebal

Nasi masak

Cara membuat

Rebus daging ayam, wortel, dan labu kuning dalam panci dengan sedikit air (tidak perlu banyak) agar vitamin tidak terbuang. Lebih baik lagi, wortel dan labu dapat dikukus

Setelah empuk, kurleb 10-15 menit, tunggu hingga hangat

Siapkan blender

Ambil nasi setengah centong, masukkandalam blender

Masukkan bahan-bahan yang telah direbus tadi ke dalam blender

Tambahkan air sisa rebusan (secukupnya, jangan terlalu encer dan jangan terlalu sedikit)

Blender sebentar

Bubur labu wortel siap disajikan hangat 🙂

*Untuk dua kali makan (2 porsi)

Bayi Belum Mampu Tengkurap

September 8, 2012 7 comments

Mempunyai bayi baru lagi, berarti siap-siap excited dengan perkembangannya lagi. Kapan dia fokus melihat, kapan dia akan miring, memegang benda, dan sederet kemampuan motorik lainnya. Kenapa motorik? Karena kemampuan itu yang biasanya jadi bahan perbincangan dengan orang sekitar ketika membicarakan tentang perkembangan bayi. Dan sekarang yang sedang membuat saya “galau” (baca menunggu-nunggu) adalah kapan anak saya akan tengkurap.

Sebenarnya saya tidak terlalu khawatir. Mengingat badannya yang super subur (sekarang 8,5 kg di usia 5 bulan), kemungkinan dia susah untuk tengkurap. Namun kadang-kadang saya tergelitik juga untuk memastikan apakah perkembangan bayi saya memang tergolong wajar.  Dan saya pun menemukan artikel ini ketika tadi mencoba searching.

Yap, ini lumayan menjadi pengusir kegalauan saya saat ini. Saya kopi paste di sini saja, supaya dapat diambil manfaatnya bagi para pembaca.

Read more…

Bayi Baru Lahir Dapat Bertahan Tanpa ASI

June 11, 2012 1 comment

Gemes gemes gemes… kalau ada ibu yang buru-buru ngasih bayinya sufor, dengan alasan ASI-nya belum keluar. Padahal bayi bisa bertahan hidup sampai 48 jam pertama dalam hidupnya, bahkan sampai 72 jam (Sisca Baroto-Utomo, AIMI, di link ini).

Mengapa demikian? Hal ini karena bayi masih punya cadangan makanan di dalam tubuhnya yang didapat dari plasenta selama berada di rahim ibu. Ukuran lambung bayi pun masih sangat kecil, yaitu antara 5-7 ml saja, jadi dia hanya butuh kolostrum (ASI yang pertama kali keluar, berwarna kekuningan yang mengandung zat antibodi), bukan yang lain.

So, ngga usah khawatir kalau ASI belum keluar, bahkan hingga hari ke-tiga setelah melahirkan. Tetap usahakan menyusui dan keep skin-to-skin contact, karena hal tersebut dapat mempercepat keluarnya ASI. Setelah ASI keluar, susui bayi sesering mungkin, agar produksi ASI makin lancar.

Ukuran Lambung Bayi (dari twitter AIMI, @aimi_asi)

 

Categories: Bayi, Menyusui

ASI is The Best Choice

June 7, 2012 1 comment

The Power of ASI eksklusif:

No matter what “size” you have, yakin saja, PASTI BISA menyusui ASI eksklusif.

 

Saya paling sebel jika ada obrolan tentang “ukuran kecil” pasti ASI sedikit.
It’s totally wrong!
Hanya niat dan tekad bulat, yang akan membuktikan, ibu bisa ngasih ASI banyak atau tidak kepada bayinya.

Terinspirasi dari obrolan dengan seorang ibu di posyandu tadi pagi.
Nenek si bayi, yang menemani si ibu berukuran “maxi” terlihat memegang dot di tangannya.

“Mba, dek T mimi susu nopo?” saya membuka pembicaraan.
Si ibu menjawab singkat, menyebutkan sebuah merk susu.
“Asinya ngga keluar mba…” lanjutnya kemudian.
Saya heran saja. Melihat badannya yang subur, seharusnya produksi ASI-nya bisa banyak.

“Sejak kapan minum sufor?”
“Seminggu…”

Waduh… dini sekali…

“Sekarang udah ngga bisa keluar po? Dipompa juga ngga bisa?”
Saya masih antusias, pengen banget denger jawaban yg melegakan, tapi lagi-lagi intinya beliau sudah nyerah ngasih ASI.

Cerita pun mengalir, katanya puting sakit sampai keluar darah.
“Memang biasanya kalau anak pertama begitu mba.” kata saya sambil mengingat betapa perihnya waktu awal-awal menyusui si sulung.

Dan ending percakapan kami, membuat makin miris, “Besok paling 3 bulan dah maem.”

Menarik nafas panjang, tapi ngga bisa berbuat banyak.

Waktu nimbang, ternyata berat bayinya yang hanya selisih 4 hari dari bayi saya, jauh tertinggal di belakang. Beratnya sama dengan Aisha saat satu bulan.

Makin mantap deh untuk terus ngasih yang terbaik untuk buah hatiku.
Yuuk ibu-ibu, ASI-nya dimaksimalkan… Demi perkembangan emas buah hati kita.
It’s the best choice, always!

Categories: Bayi, Menyusui

Resep Nasi Tim Buah Sayur

June 14, 2011 2 comments

Ini adalah resep variasi dari menu sebelumnya, Nasi Tim Sayur Kocok Telur. Bedanya, pada resep ini tidak pakai telur tetapi diganti dengan buah, sehingga hasil akhirnya berasa manis. Nasi tim ini menggunakan bahan utama nasi, sayur berupa brokoli dan buah berupa pepaya.

Brokoli adalah buah yang sangat kaya manfaat. Brokoli merupakan sayuran dengan kalori yang rendah, rendah lemak, dan bebas kandungan lemak jenuh, tinggi kalium dan rendah sodium, tidak mengandung kolesterol. Kandungan serat dalam brokoli bahkan lebih banyak daripada serat yang ada dalam roti gandum. Serat ini sangat baik untuk sistem pencernaan. Brokoli juga mengandung banyak vitamin C dan juga asam folat yang baik bagi ibu hamil dan janin yang dikandungnya. Lebih lengkap tentang manfaat brokoli bisa dibaca di sini. Read more…

MPASI 9+ Bulan: Nasi Tim Sayur Kocok Telur

May 19, 2011 8 comments

Awalnya hanya coba-coba, namun ternyata sampai tiga hari ini resep MPASI bikinan saya sendiri selalu habis dilahap si kecil. Senang pasti, mengingat saya sampai pesimis untuk mencoba-coba resep karena selama ini selalu tak cocok di lidah buah hatiku.

Bubur ini mudah dibuat dan sudah bisa dinikmati oleh bayi usia 9 bulan ke atas. Mau mencoba juga? Ikuti panduannya ya 🙂

Bahan:
-1 centong nasi putih matang
-1 buah ceker ayam, rebus dengan 2 gelas air (400ml), ambil kaldunya. Ceker lebih bagus ceker ayam kampung yang digeprek.
-1 buah telur ayam kampung, kocok sempurna
-beberapa tangkai bayam, ambil daunnya, potong-potong kecil
-wortel secukupnya (setengah batang kecil), parut
-setengah buah tomat, ambil bagian dalamnya (tanpa kulit), hancurkan
-bisa ditambah sayur lain, seperti brokoli, iris kecil-kecil
-garam sejimpit (optional) Kalau saya suka memakai dikit aja, untuk menambah rasa gurih

Cara membuat:
1. Buat kaldu ayam, bila telah mendidih, saring.
2. Masak kaldu bersama nasi putih sampai menjadi lembek
3. Masukkan sayur-sayuran yang ada, aduk-aduk sampai layu, tambahkan sedikit garam
4. Masukkan telur ayam kocok, lalu aduk hingga kuah mengental
5. Nasi Tim Sayur Kocok Telur siap dihidangkan

*Untuk dua-tiga porsi makan
**Preparing time +- 30 menit, cooking time +- 20 menit