Halaqah Silsilah Ilmiyyah

HSI Silsilah 3 Mengenal Rasulullah – Halaqah 6 Mengenal Inti Dakwah Rasulullah Shallallāhu ‘Alaihi Wa Sallam

Download audio

https://instaud.io/299L

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول لله و على آله وأصحابه أجمعين

Halaqah yang ke-6 dari Silsilah Mengenal Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam adalah tentang “Mengenal Inti Dakwah Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam”.

Inti dakwah Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam adalah sama dengan inti dakwah Nabi-Nabi sebelum Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam, yaitu mengajak manusia untuk meng-Esa-kan Allah di dalam ibadah dan meninggalkan kesyirikan.

Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman :

وَمَا أَرْسَلْنَا مِنْ قَبْلِكَ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا نُوحِي إِلَيْهِ أَنَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا أَنَا فَاعْبُدُونِ

“Dan tidaklah Kami mengutus sebelummu seorang Rasul kecuali Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah kecuali Aku, maka hendaklah kalian menyembah-Ku.” (QS Al Anbiya: 25)

Allah Subhānahu wa Ta’āla berfirman tentang Nabi Nuh, Rasul yang pertama:

لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِ فَقَالَ يَا قَوْمِ اعْبُدُوا اللَّهَ مَا لَكُمْ مِنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُ

“Sungguh Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya maka dia berkata, ‘Wahai kaumku sembahlah Allah, kalian tidak memiliki sesembahan selain Dia’.” (QS Al A’raf: 59)

Ucapan yang semakna juga diucapkan oleh Nabi-Nabi setelah Beliau. (Lihat Surat Al Araf: 65, 73, dan 85).

Demikian pula Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam, selama 10 tahun pertama, Beliau berdakwah kepada tauhid dan mengingatkan manusia dari kesyirikan.

Kemudian turunlah kewajiban shalat 5 waktu pada tahun ke-10 kenabian dan tidak disyariatkan kebanyakan syariat kecuali di kota Madinah, ketika manusia sudah memiliki aqidah yang kuat (tauhid yang benar), seperti puasa Ramadhan, zakat, haji, adzan dan lain-lain.

Yang demikian karena amal ibadah tidak diterima oleh Allah kecuali bila dalam diri seseorang ada tauhid.

Oleh karena itu, wasiat Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam kepada Mu’adz bin Jabal ketika mengutusnya ke Yaman untuk berdakwah adalah:

“Hendaknya engkau mengajak kepada syahadat “لا إله إلا الله” dan syahadat “محمد رسول الله.” (HR Bukhāri dan Muslim)

Dan sampai akhir hayat Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam, Beliau berusaha menjaga tauhid dan membentengi umat dari kesyirikan.

Lima hari sebelum Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam meninggal dunia, Beliau mengingatkan umat Islam bahwa orang-orang sebelum mereka dahulu menjadikan kuburan Nabi-Nabi mereka sebagai tempat ibadah atau masjid.

Maka Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam melarang menjadikan kuburan sebagai masjid. (HR Muslim)

Yang demikian karena membangun masjid di atas kuburan adalah pintu menuju kesyirikan. Semua ini menunjukkan bahwasanya inti dakwah Rasulullah shallallāhu ‘alayhi wa sallam adalah tauhid.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada kesempatan kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah berikutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

Abdullah Roy,
Di kota Pontianak

Materi audio ini disampaikan di dalam grup WA Halaqah Silsilah Ilmiyyah (HSI) Abdullah Roy.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s