Home > Diary Syifa, Perkembangan Anak > Pergantian Gigi Susu ke Gigi Dewasa Pada Anak

Pergantian Gigi Susu ke Gigi Dewasa Pada Anak

kalung gigiUmumnya, usia 6-13 tahun adalah masanya anak berganti gigi, yaitu dari gigi susu menjadi dewasa. Kadang-kadang, ada anak yang terlambat dalam proses pergantiannya. Selama tidak terjadi masalah, hal itu tidak mengapa. Namun kadang-kadang, gigi dewasa muncul sebelum gigi susu goyah. Inilah yang dikhawatirkan.

Kondisi ini (gigi susu yang belum lepas padahal sudah masanya lepas) disebut gigi persistensi. Hal ini menjadi salah satu sebab terjadinya gigi berjejal. Akibatnya susunan gigi menjadi tidak rapi.

Berkaitan dengan hal ini, saya punya cerita.
Seminggu yang lalu, anak saya memperlihatkan giginya yang goyah. Saya sebenarnya sudah menunggu-nunggu, kapan gigi susu anak saya akan tanggal. Beberapa kali dalam beberapa kesempatan yang berbeda, saya mengecek gigi anak saya, kalau-kalau sudah ada gigi dewasa yang muncul menggantikan gigi susu.

Dan waktu dia memperlihatkan giginya yang goyah itu, saya pun mengecek sekitarnya. Ternyata, gusi belakang sudah agak menonjol. Saya pun berfikir, itu adalah calon gigi dewasa.
Saya bilang kepadanya, agar giginya digoyang-goyang terus biar cepat tanggal. Namun nyatanya, sampai seminggu si gigi belum juga tanggal. Padahal warna putih di belakang gigi (calon gigi baru) semakin jelas saja.

Akhirnya saya berinisiatif untuk mengajaknya ke dokter gigi, agar giginya dicabut saja.
Ngga perlu penolakan ternyata. Dia pun menurut. Mungkin karena kami (saya dan ayahnya) sempat bilang, “Dicabut sendiri pakai benang saja po?” Jadinya dia memilih untuk ke dokter gigi saja. Walau nyatanya, sampai di sana pun, dia menangis kesakitan hehe. Ini kisah Syifa dicabut gigi susu pertamanya.

Dalam kesempatan itu pun saya berkonsultasi dengan dokter.
Dokter bilang, memang jika sudah terlihat gigi pengganti, lebih baik segera dicabut, karena jika tidak, akan membuat gigi tidak rapi.
Lain halnya, bila gigi goyah sebelum waktunya. Saya sebelumnya juga bercerita bahwa anak ke dua saya (usia hampir empat tahun) sempat goyah gigi depannya gara-gara jatuh, dan sekarang pun masih goyah, meski sedikit (tidak goyah sekali). Waktu itu dia jatuh dan terantuk gigi depannya, yang kebetulan gigis (ada caries). Dokter pun meminta untuk menunggu saja dan justru tidak bagus bila dicabut. Beliau menganjurkan untuk merawat gigi yang terlanjur caries, dengan baik.

Gigi susu sebagai penuntun jalan bagi gigi dewasa. Bila dicabut sebelum waktunya, maka justru akan mengakibatkan susunan gigi tetap anak menjadi berantakan. Gigi susu ini berguna untuk menjaga pertumbuhan lengkung rahang bagus dan menuntun gigi dewasa untuk dapat tumbuh di tempatnya. Bila terlalu dini dicabut, maka gigi dewasa yang tumbuh nanti akan kehilangan petunjuk, sehingga akan salah arah dan posisinya pun menjadi tidak ideal. Selain itu, akan berakibat lengkung rahang menyempit karena “ditinggal” gigi susu jauh sebelum waktunya, sehingga susunan gigi akan menjadi tidak teratur (crowded).

Nah, itu sebagian pengetahuan yang saya dapat. Saya masih menunggu gigi susu-gigi susu anak saya lainnya yang tanggal.
Semoga segera bertahap tanggal sesuai waktunya, dan tergantikan dengan gigi dewasa yang rapi🙂

  1. August 4, 2014 at 12:06 pm

    Wah bentar lagi anak saya yang ganti gigi nih🙂
    Terima kasih udah berbagi pengalaman

  2. ratri
    March 24, 2015 at 3:05 pm

    Makasih sharing nya…

  3. syaifullah
    June 2, 2015 at 6:53 am

    Makasih infonya

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: