Home > Bayi, Perkembangan Anak > Perlukah Menggunakan Baby Walker?

Perlukah Menggunakan Baby Walker?

Sebagian besar orang tua yang melihat anaknya mulai bisa berdiri, kadang tertarik untuk membelikan baby walker dengan tujuan agar anak lebih cepat berjalan. Namun ada juga yang membiarkan anaknya belajar berjalan sendiri tanpa sama sekali menyobakan baby walker kepada anaknya. Pilihan mana yang tepat? Semuanya kembali kepada orang tua masing-masing. Ulasan yang akan disampaikan di sini hanyalah sekedar sharing informasi yang saya dapatkan dari NSW Multicultural Health Communication Service. Artikel mengenai baby walker (pdf) dapat diunduh di link ini.

Baby walker, seperti istilahnya merupakan sebuah alat bantu jalan bagi bayi. Gambar di atas adalah salah satu contoh baby walker. Jenis yang lain mungkin berbeda pada desain di bagian rodanya. Memang ada baby walker dengan pijakan di roda berbentuk segi empat (seperti gambar di atas) dan ada juga yang berbentuk lingkaran. Jenis baby walker lain pun tak terbatas hanya model seperti itu, ada juga yang berbentuk papan yang di bawahnya terdapat roda namun tanpa tempat duduk, seperti gambar di samping ini. Jenis ini biasanya dipilih oleh mereka yang menghindari penggunaan baby walker.

Bahasan kali ini adalah baby walker dengan jenis pertama, yaitu yang menggunakan tempat duduk. Dalam link di atas, baby walker cenderung tidak direkomendasikan untuk digunakan. Ada dua alasan utama yang melandasinya, yaitu pertama terkait dengan perkembangan bayi dan yang ke dua masalah keamanan.

Baby walker menghambat perkembangan bayi

Saat bayi ditaruh di baby walker, maka posisi yang ia dapatkan adalah duduk dengan tangan di atas meja, lalu kaki menyentuh lantai, baik seluruh kaki memijak lantai (jika bayi sudah cukup tinggi) atau hanya jari-jarinya saja yang menyentuh lantai (jika bayi tidak cukup tinggi). Untuk ini, ada baby walker yang dirancang khusus dengan alat untuk memodivikasi ketinggian tempat duduk agar dapat disesuaikan dengan tinggi bayi sehingga kaki bayi dapat menyentuh lantai seluruhnya.

Di sini, dua-duanya sama-sama mendapatkan kekurangan dalam hal ketidaktahuan bayi terhadap keseimbangannya. Bayi yang duduk di baby walker otomatis tidak akan dapat melihat kakinya ketika ia bergerak ke sana ke mari. Bahkan bayi menjadi sering berdiri menggunakan ujung jari-jari kakinya, ketimbang menggunakan telapak kakinya secara penuh. Hal ini dapat menyebabkan bayi terbiasa berjalan dengan jari-jarinya (jinjit). Selain itu, otot yang digunakan bayi pada saat mengayuh di baby walker sama sekali berbeda dengan otot yang digunakan pada saat berjalan, sehingga kelak justru akan menimbulkan kebingungan berjalan bagi bayi. Pernyataan terakhir ini saya ambil dari buku terjemahan berjudul Bayi Pada Tahun Pertama, Apa yang Anda Hadapi Bulan per Bulan karangan Heidi Murkoff.

Baby Walker Kurang Terjamin Keamanannya

Menaruh bayi di baby walker tanpa pengawasan yang ketat dari orang tuanya hanya akan memberikan kerawanan pada bayi. Dengan duduk di baby walker, bayi dapat mengayuh dengan cepat ke sana ke mari, menyentuh benda-benda serta menggapai apa-apa yang berada di tempat tinggi. Bisa saja bayi menyentuh air panas di atas meja atau tergelinding di lantai bila permukaannya tidak rata. Hal yang lebih mengerikan bila rumah memiliki tangga yang tentu saja dapat mencelakakan bayi bila ia terdorong jatuh ke sana. Bayi dalam hal ini belum dapat mengontrol geraknya, sehingga menaruhnya di baby walker tanpa pengawasan orang tua sangat berbahaya.

Mungkin ada di antara tetangga atau saudara yang “sukses” dengan baby walkernya. Anaknya bisa cepat berjalan dan tidak ada kecacatan (jalan dengan jinjit). Namun hal ini tidak berarti bahwa baby walker aman digunakan. Rekomendasi yang terbaik tetaplah memberikan kebebasan kepada bayi untuk bereksplorasi di lantai. Bayi akan merangkak, berguling, belajar duduk, dan berjalan dengan kemampuannya sendiri, sehingga tahu pasti akan keseimbangannya.

Para orang tua tak perlu buru-buru membuat bayinya cepat berjalan. Bayi memiliki kemampuannya sendiri-sendiri. Bayi dapat memulai jalan pada usia sedini 7 bulan atau paling lambat sampai 18 bulan. Selama masih dalam batas kewajaran, orang tua tak perlu khawatir bayinya akan terlambat berjalan, sehingga mereka tak perlu lagi menggunakan alat bantu jalan untuk memicu bayinya. Bila memang tetap menghendaki penggunaan baby walker, pastikan anda selalu berada di samping si kecil dan mengawasinya dengan ketat serta batasi penggunaannya.

  1. April 7, 2010 at 11:20 pm

    owh… ternyata gitu tho.. ijin share link, pas banget, keponakanku lagi umur 7 bulanan.

    • Ummu Syifa
      April 8, 2010 at 9:25 am

      yup, silakan.

  2. September 23, 2010 at 11:15 am

    jazakumullah artikelnya umm. ana share d fb ya….ana nyari 2 ini lho….

    • Ummu Syifa
      September 24, 2010 at 2:10 pm

      Amiin wa jazaakillah khayr. Silakan share, mohon cantumkan sumbernya.

  3. September 23, 2010 at 11:35 am

    makasih ya mbak infonya….

  4. Cory
    September 25, 2010 at 2:03 pm

    Kalau BW yg jenis ke 2 gmana mb?

    • Ummu Syifa
      September 25, 2010 at 8:49 pm

      untuk jenis kedua insya ALLAH lebih aman digunakan, namun tetap harus diawasi orang tua. Selain itu lebih cocok digunakan utk latihan berjalan krn memang untuk menggunakannya, bayi dituntut untuk berdiri tegak dan bukan dlm posisi duduk seperti BW jenis pertama.

  5. Risha
    September 28, 2010 at 11:34 am

    Mbak, kalo buku2 yg membahas tentang baby walker itu apa saja ya?
    Saya lg nyari referensi ttg baby walker nih..
    Mohon bantuannya ya..

    • Ummu Syifa
      October 8, 2010 at 2:13 pm

      Maaf, untuk buku yang khusus membahas BW saya belum pernah menemukannya mbak.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: