Home > Kehamilan, Parenting > Mengenalkan Buah Hati Kepada Calon Adiknya

Mengenalkan Buah Hati Kepada Calon Adiknya

Hamil lagi saat usia anak pertama masih balita, sangat sering terjadi. Saat ibu sedang repot-repotnya mengurus anaknya yang masih belum bisa mandiri, tiba-tiba amanah baru datang secara tiba-tiba. Ibu harus bisa mengatur waktunya dengan baik agar semuanya tetap dapat berjalan dengan lancar, baik mengurus suami, mendidik anaknya yang masih kecil, dan juga memperhatikan kondisi badan agar kehamilannya tetap sehat.

Hal sangat penting yang seringkali terlupakan oleh ibu adalah mengenalkan calon adik kepada buah hati pertamanya. Memang, tidak mudah untuk mengenalkan sesuatu yang bagi si anak belum tampak oleh matanya. Tidak semudah mengenalkan teman baru kepada si kecil, lalu otomatis bisa bermain bersama. Si kecil yang belum mengerti ibunya hamil, tentu saja akan kebingungan bila nanti diperkenalkan kepada bayi yang tiba-tiba muncul sebagai adiknya. Ia bisa saja langsung menolak dan tidak menerima kehadiran adiknya. Lebih parahnya lagi ia akan menganggap bayi itu merebut ibunya.

Ada satu kisah yang beberapa waktu lalu diceritakan oleh ibu saya lewat telepon. Ibu bercerita bahwa beliau baru saja menengok tetangga yang melahirkan anak ke duanya. Ibu saat itu melihat tingkah anak pertamanya yang beliau rasa belum menerima kehadiran adiknya. Saat itu, anak pertamanya sampai berkata kepada orang-orang di situ, “Iki ibukku lho.” Ini ibuku lho. Kupikir waktu itu ia bermaksud ingin mengenalkan ibunya, tapi ternyata suasananya saat itu adalah bahwa si anak pertama ingin mengaskan bahwa perenpuan itu ibunya, miliknya, bukan ibunya anak lain. Nah, kalau sudah demikian, apakah bisa ia menyayangi adiknya seketika itu juga? Bisa jadi penerimaannya akan lama sampai ia mengerti dan bisa bersikap layaknya seorang kakak kepada adiknya. Padahal saat itu, usia si anak sudah sekitar tiga tahun. Kebetulan anak pertama tetanggaku itu dulu lahir beberapa bulan sebelum Syifa, jadi aku bisa memperkirakan umurnya. Sedangkan Syifa kelak insya Allah akan menjadi kakak saat usianya hampir tiga tahun.

Berangkat dari kejadian itu, kami sudah mempersiapkan cara untuk mengenalkan Syifa kepada calon adiknya. Sejak awal hamil dulu, saya sudah menyinggung-nyinggung soal adik bayi kepada Syifa. Saat itu memang perut saya belum tampak hamil, namun saya sudah mulai menceritakan bahwa di dalam perut sudah ada calon adiknya Syifa. Setiap waktu luang saya gunakan untuk ngobrol sengan Syifa tentang adik bayi. Lama-lama ia pun mengerti dan sering mencium perut saya. Hal itu saya anggap sebagai wujud sayangnya kepada si adik walaupun ia belum pernah melihatnya.

Sekarang, saat perut saya sudah mulai tampak besar, Syifa lebih sering mengelus dan mencium perut saya. Kadang-kadang bila saya merasakan ketegangan perut sebagai indikasi terjadinya kontraksi palsu, spontan Syifa menghampiri saya dan mencium perut saya, lalu bilang, “Ola sakit meneh yo.” Jangan sakit lagi ya. katanya. Mungkin ia melihat wajah saya yang sedang nyengir kesakitan dan berusaha menghibur saya. Setelah kejadian itu, pasti saya langsung berterima kasih padanya, lalu dia tersenyum.

Tak hanya itu, saya pun menceritakan tentang kemungkinan-kemungkinan nanti ketika telah melahirkan adiknya. Bagaimana perut uminya nanti akan menjadi kempis dan berubah jadi adik bayi. Sempat juga kutanyakan kepadanya, nanti jika adik bayi lahir mau diajak main apa? Dia pun dengan jawaban yang menyejukkan bilang, “Dijak main biding blok.” Maksudnya diajak main building blockπŸ˜€

Alhamdulillah, sejauh ini tidak ada penolakan dalam dirinya akan hadirnya calon adik bayi. Semoga kelak jika si bayi sudah berada di sisi kami, ia pun bisa menerima dan menyayanginya dengan tulus, amiin.

  1. renaninggalih
    October 29, 2010 at 7:06 am

    Assalamu’alaykum
    Salam kenal,
    β€œOla sakit meneh yo.” hihi lucu ya celoteh Syifa.
    Semoga tetap sehat dan lancar semuanya.πŸ˜‰

  2. January 25, 2011 at 5:31 pm

    trims infonya mba…
    insyaa Allah bermanfaat nih buat hari esok, klo udah pny baby ^_^

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: