Home > Diary Syifa, Perkembangan Anak, Proses Belajar Anak > Mengajari Anak Berhitung

Mengajari Anak Berhitung

Alhamdulillah, hari ini (setelah melewati latihan demi latihan) Syifa sudah bisa menghitung benda-benda. Tadi sempat kaget juga saat pertama kali Syifa berhasil menghitung gambar bunga. “Satu, dua, tiga, empat, lima.” Dia menunjuk satu demi satu gambar bunga kamboja di sebuah kertas dengan telunjuk mungilnya dan menghitungnya.
Merasa mungkin hanya kebetulan, saya pun mengetes kembali dengan menyuruhnya menghitung benda-benda lagi. Semuanya bisa dilakukannya dengan baik. Saya pun mencoba lagi dengan building block, kemudian saya kelompok-kelompokkan yang berwarna sama, kemudian saya suruh dia menghitungnya. Alhamdulillah, dia melakukannya lagi dengan baik. Paling banyak baru sampai lima.

Selamat ya Nak, atas keberhasilan usahamu. Umi dan Ayah bangga dengan Syifa. Terus belajar, lagi dan lagi.

Sebenarnya, Syifa sudah bisa menyebutkan angka dari satu sampai sepuluh sejak usia 19 bulan. Namun untuk menghitung jumlah benda, baru sekarang Syifa bisa melakukannya. Sebelum Syifa bisa menghitung, saya dan ayah Syifa sering mengajarkannya menghitung, dengan media apa saja. Paling sering menggunakan mainan yang sering dimainkannya, building block. Dengan mainan itu, saya coba menunjuk satu per satu sambil berhitung, satu, dua, tiga. Lalu saya suruh dia menirukannya. Mula-mula dia hanya asal tunjuk dan menghitung. Saat menunjuk satu benda, dia sudah berhitung satu dua tiga. Banyaknya benda dengan angka yang disebutkan tidak sama. Pokoknya asal nyebut angka saja.

Dalam proses belajar tersebut, sering juga saya variasikan dengan cerita. Mainan itu saya jadikan sebagai bus. Pura-puranya bus sedang berjalan, lalu berhenti di halte. Kemudian datang bus satu lagi, dan saya suruh dia menghitung. Cerita itu kami buat agar suasana belajar tidak membosankan, karena Syifa termasuk anak yang mudah bosan.

Memang butuh waktu dan tentunya kesabaran orang tua dalam mengajari anak akan hal baru. Perlu trik khusus agar anak mau belajar dan tidak bosan, misalnya menggunakan cerita. Setiap anak tentulah senang mendengarkan cerita. Sisipkan cerita ke dalam proses belajar anak, agar menjadi menarik. Semoga bermanfaat.

*Gambar diambil dari http://www.ok4me2.net

  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: