Home > Aussie > Sunday Market

Sunday Market

Tiap ahad pagi, jika sedang tidak acara, aku dan keluarga kecilku ini menyempatkan berkunjung ke sunday market, sebuah pasar kecil yang berada sekitar 500 meter dari unit yang kami tempati. Pasar ini, meski kecil, namun selalu dipadati pengunjung. Hal ini karena barang-barang yang dijual bervariasi dengan harga beberapa di antaranya yang relatif murah. Di antara barang-barang yang dijual di sini adalah peralatan mandi (sabun, shampoo, pasta gigi, tissue toilet), peralatan mencuci (detergen, softener), barang-barang elektronik, sepatu, baju, tas, dan pernak-pernik lain seperti barang-barang antik (misalnya koin-koin sen jaman dahulu) dan peralatan rumah tangga. Kebanyakan yang dijual adalah barang-barang second hand. Mungkin mirip dengan pasar klithikan di wirobrajan😀 Hanya saja pasar ini tak beratap permanen. Penjual yang menjajakan barang dagangannya hanya memakai tenda yang dapat dibongkar-pasang, kecuali pedagang sayur dan buah yang memiliki kios sendiri di situ, jadi tetap buka meski weekdays.

Masih banyak yang bisa didapat di pasar minggu itu. Ada perhiasan imitasi berupa gelang, kalung, anting, dan cincin. Bagi pengunjung yang kehausan, tak perlu khawatir. Mobil penjual es krim dan berbagai snack selalu parkir di sisi pasar.

Biasanya, kami hanya suka berkeliling, melihat-lihat barang-barang yang dijajakan. Ini bisa menjadi ‘alat’ refreshing tersendiri, terutama bagiku yang sehari-hari hanya berkutat di dapur😀 Atau bagi ayah Syifa yang sebagian waktunya dihabiskan untuk stand by di depan monitor hehe.

Walaupun sebagian barang memang murah, namun sebagian lagi bisa jadi lebih mahal. Untuk itulah kami tetap membanding-bandingkan harga dahulu sebelum membeli. Kecuali barang second hand yang pasti lebih murah daripada barang baru dengan merk sama. Untuk barang jenis ini, kami hanya perlu melihat kondisi barang saja. Jika memang masih layak dipakai ya dibeli. Lumayan daripada beli baru. Teman saya pernah mendapatkan dompet hanya dengan 20 sen saja. Padahal kondisinya masih bagus. Lalu, cobek kayu hanya $5, padahal yang baru di toko seharga $7. Irit $2 lumayan, bisa untuk membeli dua kilogram wortel atau kentang.

Satu hal yang kami tidak suka saat berkeliling di pasar ini, yaitu saat berpapasan dengan anjing. Tampaknya masyarakat di sini memang gemar memelihara anjing, sampai-sampai ke pasar saja membawa anjing.

Categories: Aussie Tags:
  1. October 15, 2009 at 11:46 pm

    :mrgreen:

    neng aussie ki jebule yo ono klithikan to, wkwkwkwkwk

  2. October 16, 2009 at 12:19 am

    iyo, bedane mung wong-wonge sing adol wes tuwo2 kabeh (rambute dho putih):mrgreen:

  3. ndut chan
    December 26, 2009 at 8:58 am

    mirip sunday morning d UGM juga y mb fit.. :p

    • Ummu Syifa
      December 26, 2009 at 9:37 am

      iya, seperti di UGM itu, tapi di sini ga ada yg jual makanan lesehan sepanjang jalan😀 Cuma ada mobil es krim dan snack aja hehe

  4. Dika
    December 30, 2009 at 8:13 am

    wah, peluang tuh mbak…kalo mau🙂

    • Ummu Syifa
      December 30, 2009 at 10:05 am

      Kayanya ngga boleh deh bikin lesehan, mengganggu jalan… Di sini ngga ada warung2 lesehan di sepanjang jalan😀

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: