Home > Aussie > Sydney Dust Storm

Sydney Dust Storm

Pagi ini masyarakat Sydney dikejutkan oleh sebuah fenomena alam yang aneh. Langit tiba-tiba berwarna merah, seperti ketika senja. Bahkan sampai jam 12 siang pun, sisa-sisa langit yang kuning (seperti lembayung) masih terlihat. Tak hanya itu, udara mendadak menjadi tidak stabil dengan adanya angin kencang yang terus berhembus hingga menjelang ahsar. Angin tersebut membawa debu berwarna cokelat kemerahan, seperti serbuk batu bata. Salah satu teman mengeluh harus mencuci ulang baju-bajunya karena berubah menjadi kecokelatan terkena debu akibat semalaman dijemur di balkoni.

Fenomena yang terjadi pagi itu adalah badai debu (dust storm), sebuah badai yang menyebabkan polusi udara meningkat menjadi 1500 kali dari level normal. Untuk itu direktur kesehatan lingkungan NSW, Wayne Smith, menghimbau kepada seluruh warga Sydney untuk tetap tinggal di rumah dan menggunakan masker karena udara yang menjadi tidak sehat. Sebelum badai debu Sydney ini, salah satu yang paling spektakuler adalah badai yang menyapu Melbourne pada bulan Februari 1983.

Akibat badai debu ini, beberapa penerbangan internasional dan domestik ke Sydney Airport sempat mengalami penundaan karena angin kencang dan kabut. Para penumpang feri di pelabuhan Harbor juga dihentikan selama beberapa jam untuk alasan keamanan.

Sebenarnya, dust storm bukanlah sesuatu yang baru di Australia, namun kali ini adalah yang terburuk dalam dekade ini. Beberapa ilmuwan mengaitkan fenomena ini (cuaca ekstrim seperti badai dan kekeringan) dengan climate change atau pergantian iklim.

Climate change yang dikenal juga dengan istilah pemanasan global (global warming) disebabkan oleh peningkatan temperatur bumi karena peningkatan gas rumah kaca (greenhouse gases) di atmosfer. Sebenarnya gas rumah kaca ini normal diproduksi di atmosfer, namun peningkatan ini terjadi oleh aktivitas manusia seperti proses industri dan pembakaran. Gas-gas ini akan menyerap panas dari matahari. Namun panas tersebut tidak dapat meninggalkan atmosfer bumi seluruhnya, karena beberapa di antaranya terjebak, membuat bumi lebih hangat. Semakin banyak proses pembakaran dan industri, maka temperatur bumi akan semakin panas. Itu artinya, fenomena-fenomena peristiwa cuaca ekstrim seperti gelombang panas, banjir, badai, dan kekeringan akan menjadi lebih sering, lebih luas atau lebih intens. Allahu a’lam bis showab.

Source:

http://www.theage.com.au/environment/brisbane-cbd-dusted-sydney-storm-heads-north-20090923-g0y1.html, http://www.neatorama.com/2009/09/23/sydney-dust-storm

http://www.dailytelegraph.com.au/news/indepth/dust-creates-worst-pollution-in-70-years-major-health-warning/story-fn44v660-1225778589663

http://www.climatechange.gov.au/science/publications/fs-climatechange.html

Categories: Aussie Tags:
  1. September 25, 2009 at 10:11 pm

    Ngeri ya mi…kayak udah mau kiamat

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: