Home > Aussie, Cerita > Sebuah Paket dari Jogja

Sebuah Paket dari Jogja

Paket dari JogjaSetelah tiga hari menunggu, akhirnya sampai juga paket dari Jogja ke tangan saya. Beberapa waktu yang lalu saya meminta tolong brother untuk mengirimkan beberapa buku perdana saya ke sini. Plus beberapa obat-obatan yang memang sering saya minum di Indonesia ketika pusing. Alhamdulillah, seperti kata brother, bahwa paket akan datang insya Allah tiga hari.
Tepatnya kemarin siang ketika saya sedang berkutat di dapur, terdengar suara orang menggedor-gedor pintu (bukan mengetok, karena suaranya keras sekali). Unit yang baru ini memang tidak mempunyai bel sehingga tamu harus menggedor pintu ketika bertamu agar terdengar dari dalam rumah. Saya sempat kaget saat itu, namun segera menuju pintu untuk membukanya. Dan benar saja, paket yang sudah saya tunggu-tunggu itu sudah tampak di depan mata saya, tengah dipegang oleh seorang petugas bertubuh tinggi gemuk.
“Hallo madam, you’ve got a packet from Indonesia.”
Begitu kurang lebih kata petugas sambil memberikan kardus kecil kepada saya.
“Please write your name here, and your sign here”
dengan menunjukkan dua lokasi yang berdampingan pada kertas yang dipegangnya.
Setelah semua beres, dia pamit untuk melanjutkan tugasnya.
Berseri-seri mukaku menerima kardus kecil itu. Buku yang sudah lama kutunggu-tunggu akhirnya bisa kupegang juga. Beberapa hari yang lalu bahkan saya menjadi oang yang paling sering membuka dan mengacak-acak mailbox di depan rumah, berharap kutemukan sepucuk surat dari pos. Karena sebelumnya ada yang mengatakan bahwa jika mendapat paket, harus diambil di kantor pos. Kita hanya memperoleh surat dari kantor pos yang berisi kupon, kemudian kupon tersebut kita tukarkan dengan kiriman untuk kita di kantor pos. Tidak tahunya malah paket diantar ke rumah. Alhamdulillah, ngga harus jalan ke kantor pos karena saya belum pernah ke sana😀
Membuka kardus tersebut, saya menemukan brosur dari Australian Quarantine and Inspection Service. Ternyata kiriman tersebut telah dibuka oleh kantor pos Australia untuk inspeksi. Bersyukur isi dalam kardus masih lengkap, sama seperti yang diceritakan oleh ibu di percakapan lewat telepon beberapa menit setelah paket tersebut sampai. Saya jadi ingat ketika di pesawat dulu, para penumpang yang hendak masuk ke Australia diharuskan men-declare barang-barang bawaan dengan cara mengisi lembaran berwana kuning. Di sana terdapat barang-barang yang harus diberitahukan, apakah kita membawanya atau tidak. Bila ketahuan membawa namun kita tidak mengakuinya, maka setelah turun nanti akan kena denda. Seperti cerita teman ayah Syifa yang kena denda hanya karena membawa biji kacang!

International GovernmentBenda-benda yang tidak diperbolehkan masuk Australia (baik dibawa ketika naik pesawat maupun dikirimkan) di antaranya adalah daging dan produk berupa daging, produk susu dan produk-produk telur, buah-buahan dan sayur mayur (baik fresh maupun kering), tanaman, tanah, biji-bijian dan kacang-kacangan, barang-barang yang berasal dari tanaman termasuk handicraft, binatang hidup dan produk hewani, serta peralatan laboratorium (obat-obatan, sampel binatang, mikroorganisme, dll).

Semua yang disebutkan di brosur tersebut hanya beberapa di antaranya saja. Alangkah baiknya bila mengikuti petunjuk pemerintah negara setempat apabila ingin mengirimkan barang ke teman atau saudara di luar negeri, daripada harus mengeluarkan puluhan atau ratusan dollar🙂

  1. October 15, 2009 at 11:57 pm

    kok pengarangnya syifa tuh? hehehe
    selamat yaaa……ditunggu karya2 lainnya

    btw, ra iso kirim2 kanguru donks -_-

  2. October 16, 2009 at 12:30 am

    thanks, semoga karya2 yg lain bisa nyusul, amin🙂
    kangguru? nek replikane iso mpok, neng ra janji juga😀

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: