Home > Aussie, Cerita > Hidup Berbagi di Negeri Orang

Hidup Berbagi di Negeri Orang

Saat ini kami tinggal di sebuah unit dengan dua kamar. Satu untuk kami dan satu lagi untuk sharemate. Unit ini tidak begitu besar, namun fasilitas di dalamnya sudah bisa dibilang komplit. TV, lemari es, kompor listrik, oven, alat pemanggang, dan juga microwave. Peralatan dapur juga sudah memadahi. Semua dalam kondisi bagus. Harga sewanya? Lumayan mahal, karena dekat dengan kampus UNSW. Maka dari itu, kami sharing dengan mahasiswa Indonesia lain agar tidak terlalu berat.

Berbagi memang indah, kedengarannya… Namun tentu saja ewuh pakewuh (perasaan sungkan) tetap saja ada. Misalnya, saat hendak mencuci di kamar mandi, harus lihat-lihat dulu apakah ada yang akan memakai atau tidak karena mencuci ngga butuh waktu yang sedikit (yang sering mencuci pasti tahu :D). Saya memang tidak menggunakan fasilitas mesin cuci dan lebih memilih untuk mencuci manual (ngucek sendiri) karena di samping hasilnya lebih bersih, juga lumayan ngirit. Ngirit, karena sekali nyuci dengan mesin cuci butuh $2.2. Lumayan uangnya bisa buat beli kebutuhan yang lain😀

Sharing yang lain, misalnya menyangkut soal kenyamanan. Kalau hal ini, saya yang suka ewuh pakewuh. Saya membawa anak saya Syifa yang masih berusia 23 bulan. Tentu saja jeritan panjang dan tertawa keras Syifa sering kami rasakan mengganggu sharemate kami. Selain itu, Syifa suka nyelonong masuk ke kamar mereka (saat pintunya terbuka) dan melakukan ‘aksi’nya. Kalau tidak mengajak ngobrol panjang ya memainkan barang-barang mereka. Yang lebih membuat saya sungkan, saat mereka menikmati camilan, Syifa sering saya lihat tiba-tiba memegang biskuit. Doh, pasti dikasih sama mereka. Kalau sudah begitu, saya bilang pada Syifa, “Bilang matur nuwun nggih.” Kemudian Syifa segera berlari menghampiri sharemate dan mengucapkan kata-katanya yang khas ketika dikasih sesuatu oleh orang lain “matur nuwun”.

Beruntung dan bangga memiliki sharemate seperti mereka. Intinya adalah bisa diajak kerjasama dalam penggunaan semua fasilitas yang ada. Dan alhamdulillah, selama ini tidak pernah ada masalah. Yang membuat saya lebih kagum dengan mereka adalah kepedulian dan sayang mereka terhadap si kecil. Saat suatu kali Syifa saya tinggal mencuci, tiba-tiba dia mencari-cari saya dan menangis di depan pintu kamar mandi. Saya sengaja membiarkannya sekaligus untuk melatihnya. Maklum, selama ini Syifa tidak pernah ditinggal sendirian, makanya begitu ditinggal sebentar saja (apalagi di awal-awal kami sampai di sini) langsung nangis dan mencari keberadaan uminya. Saat itu beberapa menit lamanya Syifa menangis, sampai terbatuk-batuk dan hampir muntah. Saya masih berada di kamar mandi. Saya dengar suara sharemate menghampiri Syifa dan berusaha mendiamkannya. Akhirnya saya keluar dan meraih Syifa karena tangisnya tak juga berhenti. Cucian kutinggalkan sejenak. Duh, jadi ngga enak nih sama mereka, pasti terganggu sekali.

Untuk ‘menebus’ ketidaknyamanan tersebut, saya kadang-kadang membuat camilan buat kami semua. Bakwan jagung atau cake. Atau ketika selesai masak dan hidangan sudah matang, tak lupa kami menawarkan kepada mereka untuk menikmati bersama. Selama ini makanan mereka terbatas pada ‘rantangan’ atau catering yang hanya lima kali seminggu, jadi tiap Sabtu dan Ahad mereka biasanya masak mie instan atau makan roti. Saat itulah kesempatan kami untuk gantian berbagi dengan mereka.

Berbagi dan saling memberi memang memiliki arti tersendiri. Berbagi membuat kita mampu merasakan apa yang orang lain rasakan. Berbagi juga dapat mengajarkan kepada kita untuk lebih peka terhadap kondisi di sekitar. Semoga dalam sisa hidup ini, kita lebih banyak memberi dan berbagi segala sesuatu yang kita miliki kepada siapa saja yang membutuhkan.

*Gambar diambil dari wongfamily.wordpress.com

Categories: Aussie, Cerita Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: