Home > Aussie, Cerita, Special > Welcome to Sydney

Welcome to Sydney

Syifa di SydneyAlhamdulillah, bahagia sekali rasanya berkumpul kembali dengan keluarga kecilku di sini, di kota besar dan di negeri orang. Sydney, 28 Juni 2009, pertama kali aku menginjakkan kakiku di sebuah tempat yang penduduknya berbeda. Tampilan berbeda, warna rambut berbeda, juga berbicara dengan bahasa yang berbeda.

Kedatanganku disambut dengan dinginnya udara Sydney yang saat itu memang telah memasuki musim dingin (winter). Baju hangat plus kaos tangan sudah kupakaikan di badan Syifa sebelum pesawat kami landing di bandara Sydenham Sydney ini.

Begitu keluar dari bandara (dengan koper super besar yang kudorong dengan trolley, juga tas ransel dan satu tas cangklong, sambil menggendong Syifa pula), aku langsung dihampiri oleh sosok yang sangat kukenal. Alhamdulillah, sebelum kutelepon, suamiku sudah menemukanku diantara kerumunan pengunjung bandara lainnya yang semuanya sibuk dengan urusan masing-masing. Hhh… akhirnya penantian itu terwujud juga.

Semua hal yang telah berlalu (perjuanganku mendapatkan visa, memesan tiket, hingga melakukan perjalanan ke luar negeri hanya berdua saja dengan si kecil) telah berganti dengan selengkung senyum. Senyum kemenangan. Ya, aku mengira bahwa aku tak cukup berani untuk melalui ini semua. FYI, that was my first flight!!! Aku tak pernah mengira semua akan berjalan begitu saja. Hanya satu yang kutahu dan pernyataan yang terlontar dari mulut suamiku itu memang manjur, “there is always first time to everyone.” Dan aku harus bisa melaluinya, karena beliau bilang, seringkali ketakutan kita itu tidak pernah terjadi. Ya, pasti. Ketakutan akan sesuatu hal yang belum pernah dilakukan (terbang), takut nyasar, takut ada yang mempersulit (karena memakai jilbab), dsb, ternyata memang tak beralasan. Walaupun aku sempat takut saat ada anjing menghampiri dan mengendus trolley-ku saat aku hendak mengambil koper. Juga saat diinterogasi oleh petugas tentang barang-barang bawaanku. Mumet juga mengingat kemampuan bahasa inggrisku masih amburadul😀

Alhamdulillah, sekarang aku sudah di sini, meraih mimpi kami untuk berkumpul bersama lagi. Membangun impian yang lebih besar di negeri orang, melakukan segala yang terbaik di tempat dan lingkungan baru, menyiasati segala hal untuk tetap dapat hidup dengan layak hingga masanya kami pulang ke tanah air lagi. Allah, mudahkanlah segala urusan kami, amin.

Categories: Aussie, Cerita, Special Tags: ,
  1. July 16, 2009 at 7:43 pm

    wagh senengnya neeh syifa.. anak kecil yang sudah nyampe sidney.. katanya ketemu ama mbak fatimah ya? semoga kerasan disana ya ukh.. disana ada pecel ga /?

  2. July 16, 2009 at 8:01 pm

    Ikut seneng mbak, keluarga memang kek surga dunia. Meskipun PRe nol gakpapa, blog kek punya bayi mbak, harus rajin nyuapin n mandiin. 😆

  3. July 17, 2009 at 7:26 am

    Alhamdulillah, iya kemarin sempat ketemu sama mbak Fatimah dan putranya Azzam. Pecel ada tapi buat sendiri hehe. Insya Allah kerasan, walau sering kangen rumah😀

  4. July 17, 2009 at 7:55 am

    @Pak Wandi: iya nih, blog lama ngga diurus karena kemaren2 lagi sibuk ngurus visa hehe. Makasih atas responnya. Keluarga memang nomor satu😉

  5. inung
    July 24, 2009 at 7:33 am

    jeng, kok ak terharu ya mbaca ini..🙂
    Allahumma yassir umurana..

  6. July 24, 2009 at 2:47 pm

    amiin, syukran mbak Inung🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: