Home > Diary Syifa, Perkembangan Anak > Perkembangan Syifa

Perkembangan Syifa

Satu kata, alhamdulillah… begitu cepat Syifa belajar dan menghafal.

Saat ini satu setengah tahun usia Syifa, dan sekarang si kecil sudah dapat merangkai dua sampai tiga kata, misalnya umi duduk, ayep mimi (ayep=arep, mau), mbak jini (manggil nama orang), dan lainnya. Yang lebih membuat umi bangga adalah Syifa sekarang sudah bisa berhitung sendiri dari 1-10. Ya, meskipun masih cedal, sehingga saat berhitung cuma buntutnya aja. Kira-kira begini saat Syifa berhitung, “atu dua ga mpat ma anam uju apan yan yuh…”😀 Syifa sekarang juga mulai belajar bernyanyi.

“uyung kakak ua…”

“bebek adus ayi, tututi abun angi…”

“atu atu…” (pengennya nyanyi satu-satu aku sayang ibu, tapi belum bisa sampe selesai :p)

Saat melihat adzan di TV, Syifa pasti diam tak berkutik😀. Lalu kadang menirukan begini, “owoooo abang” (maksudnya Allahu akbar). Lalu “yaa iyaa owohhh” (maksudnya Laa ilaaha illallah…).

Kalau kemampuan motorik, yang paling terasa adalah saat ini si kecil sudah dapat minum dari gelas tanpa tumpah, dengan catatan air di dalam gelas sedikit. Kalau airnya setengah gelas atau lebih banyak, pasti tumpah ke baju😀

Senang rasanya melihatnya berkembang dengan baik. Tapi herannya, saat nonton iklan salah satu operator seluler, Syifa menirukan begini, “agus-iki…” lalu ketawa sendiri. *doh*

  1. March 17, 2009 at 11:04 pm

    Melihat perkembangan anak hari demi hari memang asyik. Lelah sepulang kerja pun hilang seketika saat bermain dengan anak. Baru kemaren rasanya saya menggendong Fatih saat ia baru dilahirkan. Tanpa terasa, ternyata sudah hampir satu tahun😀

    Alhamdulillah Fatih lincah. Senyumnya pun menggemaskan. Tapi sayangnya belum bisa berhitung 1-10 seperti mba Syifa. Kosa kata yang ia punya pun masih kalah dibanding mba Syifa🙂 Paling-paling Fatih selalu bilang “Ua..” saat ditanyai angka-angka berapa pun. Kalau uminya tanya, “abi dimana nak..?” “Gii..”, balas Fatih. Tapi, alhamdulillah, Fatih sudah banyak memahami instruksi uminya. Semisal saat dipanggil, dilarang akan sesuatu, dan sudah bisa bermain mobil-mobilan sendiri.

    Saya sering berfikir bagaimana ya metode yang baik dalam mendidik anak agar kemampuan Kognitif, Afektif dan Psikomotornya berkembang dengan sempurna?

    Bagi tips dan triksnya ya Umi… ❓

  2. March 19, 2009 at 7:36 pm

    to Alkifah: terima kasih sudah berkunjung dan berbagi cerita. Pada dasarnya setiap anak itu unik. Perkembangan tiap anak juga berbeda-beda, sehingga orang tua tidak harus membandingkannya dengan anak lain seusianya. Bisa jadi si anak lebih berkembang di kemampuan motorik, tetapi kurang di bahasa. Selama ia tidak tertinggal dalam semua kemampuan, maka itu tidak perlu dikhawatirkan.
    Sering-sering saja memberikan stimulasi kepada anak agar dapat mempercepat perkembangannya. Pengalaman saya adalah dengan mengenalkan berbagai nama benda dan dilang-ulang. Nanti si anak akan lebih mudah menghafal dan menirukan. Selain itu juga membelikan mainan sesuai dengan usianya agar merangsang otaknya untuk bermain sekaligus belajar.
    Semoga bermanfaat. Salam buat Dek Fatih, semoga selalu shalih, sehat, dan ceria 🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: