Home > Informasi > Propaganda Sebuah Media

Propaganda Sebuah Media

Sore tadi saya sempat menyaksikan berita tentang Syekh Puji. Setiap mendengar namanya, pasti orang langsung bisa menyangka, berita apa yang tengah terjadi. Ya, pernikahannya dengan Ulfa. Dalam hal ini, media memang jago dalam berkata-kata.

“Ulfa adalah contoh ketidakberdayaan perempuan”

“Ulfa akan punya banyak pilihan seandainya ia seperti Putri Titian”

Dalam acara tersebut, ditampilkan pula saat Ulfa dengan lantangnya mengatakan bahwa ia mencintai Syekh Puji. Juga saat kuasa hukum Syekh berkomentar, “kalo dicerai malah Ulfa semakin menjadi korban.”

Poligami memang masih menjadi polemik di negeri ini. Bahkan berkaitan dengan ini, Abu Bakar Ba’asyir mengecap nikah siri sebagai dampak tidak adanya poligami dalam UU Perkawian di Indonesia.

Aneh juga, poligami yang jelas-jelas syar’i dicap salah, tetapi lokalisasi (penghalalan zina) malah tidak dipandang sebagai masalah yang harus segera dituntaskan.

Infotainment itu juga sempat meminta pendapat Putri Titian sang bintang film remaja yang tengah naik daun dan salah satu ABG yang kerap bermain antagonis (saya lupa namanya) untuk turut berkomentar.

“Kasihan, umur segitu kan masih pengen maen sama temen, bukan malah di rumah ngurusin suami”

Pernyataan yang seolah-olah memang menggiring opini publik untuk menjadikan Ulfa seperti korban. Korban ketidakberdayaan perempuan, kata sang host.

Walah… orang nikah kok disalahkan. Orang saling cinta kok dibilang menganiaya (menjadikan salah satu sebagai korban). Mungkin karena mereka belum pernah mendengar kisah Aisyah yang dinikahi Rasul saat usia 9 tahun.

Justru yang seharunya dicap sebagai korban ketidakberdayaan perempuan adalah saat tubuh-tubuh molek artis itu dipertontonkan di depan umum. Saat foto-foto setengah telanjang itu menyebar ke dunia maya. Bukankah mereka benar-benar tidak berdaya? Mereka malah bangga melakukannya, seolah tak pernah ada hisab sesudahnya. Bukannya menghakimi, media malah seakan membuat nama sang artis makin menjulang tinggi. Semakin tak berdayalah mereka.

Categories: Informasi Tags:
  1. No comments yet.
  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: