Home > Special > Cintaku Jauh di Sydney

Cintaku Jauh di Sydney

Berat memang hidup sendiri tanpa suami di sisi. Berat, namun musti dijalani. Kata seorang teman, episode hidup memang selalu berubah, namun membawa hikmah. Semoga, suatu hari nanti kami bisa berkumpul kembali.

Berangkat Sabtu pagi, empat hari sebelum aku wisuda. Suami beserta ibu mertua telah berpamitan akan terbang menuju Jakarta. Aku sudah bertekad untuk mengantarkan suami sampai Adisucipto saja. Tak tahu kenapa, kupikir melepasnya di Jakarta akan lebih terasa menyakitkan. Dengan kebulatan tekad kubatalkan satu tiket menuju Jakarta pagi itu. Hanya ibu saja yang mengantarkannya sampai ke Jakarta. Mereka transit sebentar di rumah om di Cikarang.

Dengan air mata meleleh di pipi, kulambaikan tangan kepada suamiku yang telah terpisah dari kami (aku, anakku, dan ibuku) dengan sebuah pintu berdinding kaca tebal yang dijaga dua orang petugas. Beberapa saat kemudian wajahnya sudah tak tampak lagi. Syifa kudekap erat dengan aliran air mata yang semakin tak terbendung. Hanya ucapan selamat jalan yang mengiringi kepergiannya. Semoga selamat sampai di sana.

Cintaku jauh di Sydney. Semoga suatu hari nanti kita akan bersama lagi. Allah, kuatkan hati kami di kala kerinduan melanda. Teguhkan kami yang terpisah di antara luasnya samudra. Jagalah suamiku di manapun dia berada. Hanya kepada Engkaulah kami berharap dan memohon pertolongan. Yaa hayyu yaa qoyyum birohmatika astaghits…

*Teriring salam rindu dan cinta kepada Ayah nun jauh di sana…*

Categories: Special Tags:
  1. amanda
    March 4, 2009 at 6:14 pm

    assalamualaikum,lam kenal ummu syifa…aku liat profilmu di fesbuk dari fb-nya anita,trus iseng2 liat,eeh ternyata qta senasib yah…
    suamiku tercinta juga jauuuuuh di negeri seberang,malahan lebih jauh lagi, di belanda, hikss…..
    aku malah ditinggal selama hamil, ditungguin pas melahirkan, trus ditinggal lagi…wuaahh,bener2 nelangsa deh 😥

    Tapi ya sama, demi masa depan yg lebih baik, bismillah aja deh… salam buat syifa ya, udah brapa bulan? Babyku Arel baru 2bulan nih😉

  2. March 4, 2009 at 8:00 pm

    Wa’alaykumussalam warahmatullah

    Salam kenal juga mbak Amanda. Terima kasih telah mampir ke blog saya. Iya, memang berat sekali berpisah, apalagi dulu belum pernah pisah lama…

    Insya Allah, semoga kita dapat segera berkumpul bersama keluarga tercinta lagi dalam kondisi yang lebih baik, amin.

    Syifa (saat balasan komentar ini ditulis) sudah 1 tahun 6 bulan dan dua hari. Tuh ada umur Syifa di sidebar😉 Salam balik buat Arel ya.

  3. August 12, 2010 at 3:58 pm

    hehehe…kok aku baru tau ada tulisan ini ya Mi… Menginspirasiku untuk menulis sesuatu😀 Syukron Mi🙂

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: