Home > Cerita > Ketika Merasa Kehilangan

Ketika Merasa Kehilangan

Jika ditanya, pernahkah Anda kehilangan suatu benda? Benda itu benda kesayangan Anda? Jika benda yang dimaksud bukanlah benda kesayangan, pasti Anda tak begitu merasa kehilangan. Namun bila benda itu kesayangan Anda? Pastilah jawaban yang muncul akan sebaliknya.

Seperti simbok, waktu saya tanya, “Mbok, rasanya kehilangan gelombang cinta gimana?”

Jawaban simbok waktu itu, “Seperti diputus pacar”😀

Simbok sangat sayang dengan tanaman satu itu. Meski sudah ngga booming, simbok masih bela-belain beli waktu ada tukang bunga lewat di depan rumah. Simbok pun sempat menangis sebentar saat mengetahui ada daun tanamannya yang hilang, saat ditinggal mudik beberapa hari.

Itu baru kehilangan benda mati, bagaimana bila kehilangan sanak saudara? Orang tua? Istri atau suami? Pasti lebih sedih lagi.

Pagi ini saya juga akan merasakan yang namanya kehilangan. Saya akan kehilangan rumah yang sudah kami tempati lebih dari satu tahun. Walaupun bukan milik sendiri, tapi rumah ini sudah banyak memberikan kisah. Pahit, manis, suka dan duka. Pemiliknya sudah seperti bapak dan ibu kami sendiri. Kami sering berkirim makanan, bertukar kebahagiaan, dan saling berbagi. Nyaman, serasa di rumah sendiri.

Namanya juga barang sewaan, jika sudah habis masanya atau ada sesuatu hal yang membuat barang itu harus kembali ke pemiliknya, si penyewa harus rela. Rumah ini tak lagi menjadi “milik” kami. Dan pagi ini saya telah bersiap untuk mengangkut semua barang-barang menuju tempat yang baru. Sayangnya tempat yang baru itu juga bukanlah rumah kami🙂 Nebeng sejenak di rumah ortu, menunggu kesempatan untuk menyusul suami. *menunggu saat itu…*

Categories: Cerita Tags:
  1. January 31, 2009 at 8:17 am

    🙄 kehilangan …hal yang paling kutakuti dalam hidup ini…tapi kalo dah ditaqdirkan yah…gimana lagi???yakini aja bahwa itu yang terbaik. dan emang bener…kadang belakangan hari baru kita dapat hikmahnya. Emang ya um…hidup itu penuh hikmah…maka beruntunglah hamba yang bisa senantiasa berprasangka baek ma ALLAH ketika menghadapi sesuatu yang ga seperti keinginannya. Sukses selalu ya um..saling mendoakan…

  2. syifa
    February 9, 2009 at 6:45 pm

    tiada kehilangan yang lebih menyakitkan setelah kepergian adik tercinta saya ke alam lain. innalillahi…

  3. erni
    February 15, 2009 at 8:47 pm

    ada hal yang lebih parah dari sebuah kehilangan, yaitu kehilangan jati diri. kehilangan keislaman dan hidayahNya. Naudzubillah min dzalik..

  4. February 27, 2009 at 3:27 pm

    :mrgreen: ya kehilangan orang yang kita sayangi, barang yang kita sayangi, hal yang kita sayangi pastilah sedih ukht.. Tapi kesabaran terhadapnya berbuah pahala yang luar biasa besar, oleh karenanya Rosul memerintahkan kita memberikan barang yang kita sayangi untuk saidara kita yang lain.. so sweet ya Islam ini😀

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: