Home > Informasi > Tata Cara Membuat Paspor

Tata Cara Membuat Paspor

Awal Februari suami hendak melanjutkan studi ke luar negeri. Jika saja ada kesempatan dan kondisi di sana memungkinkan, suami ingin agar saya dan Syifa menyusul ke sana. Beberapa waktu lalu saya telah membuat paspor agar nanti saat waktunya tiba, tinggal berangkat saja. Saya membuatnya di kantor imigrasi di Jalan Solo.

Yang diperlukan ketika hendak membuat paspor adalah:

  1. Bukti Domisili, terdiri dari KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan KK (Kartu Keluarga)
  2. Bukti Identitas, terdiri dari akta kelahiran/ijazah, akta perkawinan/surat nikah/surat baptis, surat keputusan ganti nama (bila pernah ganti nama), rekomendasi bagi pemohon yang berstatus karyawan/PNS/ABRI dari instansi yang bersangkutan, buku pelaut, paspor/SPLP lama, dan rekomendasi dari BP2 TKI untuk calon TKI.

Ada beberapa hal yang perlu dilampirkan, misalnya jika status masih mahasiswa dan juga anak-anak kurang dari 17 tahun. Saya harus melampirkan surat permohonan dari suami yang isinya mengajak istri dan anak untuk ikut serta. Selain itu juga foto copy paspor dan KTP suami.

Bagi anak kurang dari 17 tahun harus melampirkan foto copy surat nikah orang tua, beserta copy KTP keduanya. Selain itu juga surat permohonan dari orang tua (yang menyatakan bahwa si anak benar-benar anak dari pasangan suami istri tersebut) dan juga surat keterangan domisili dari daerah tempat tinggal. Semua surat permohonan itu ditempel materai senilai Rp. 6000,-

Tata cara pembuatan paspor adalah sebagai berikut:

  1. Pemohon datang dan melengkapi semua dokumen di atas dan juga formulir biodata plus stofmap yang disediakan dari sana, seharga Rp. 7000,- (padahal pada formulir tersebut tertera kalimat yang menyatakan bahwa formulir dapat diperoleh dengan gratis😀 )
  2. Pemohon mengisi formulir dengan lengkap dan menyertakan semua foto copy dokumen dalam satu stofmap. Dokumen asli dilampirkan.
  3. Pemohon menunggu panggilan. Setelah namanya dipanggil, petugas akan memberikan slip yang bertuliskan sejumlah uang. Di situ juga tertulis tanggal saat pemohon harus kembali ke kantor (tiga hari kemudian) dan melakukan foto dan wawancara. Biaya untuk membuat paspor baru 48 halaman beserta foto dan sidik jari adalah 275.000 rupiah.

Proses wawancara:

  1. Pemohon menyerahkan slip yang telah diberikan tiga hari lalu dan menunggu panggilan. Saat dipanggil, pemohon menuju loket pembayaran untuk menyerahkan sejumlah uang yang tertera pada slip.
  2. Setelah membayar, pemohon menunggu panggilan berikutnya, yaitu untuk proses foto dan wawancara. Foto dilakukan secara langsung dan juga diambil sidik jari pemohon. Setelah foto selesai, pemohon harus menunggu panggilan (lagi) untuk proses wawancara.
  3. Proses wawancara berlangsung sebentar saja. Petugas menanyakan kebenaran nama, tempat dan tanggal lahir, serta keperluan pembuatan paspor. Jika syarat-syarat telah lengkap dan nama serta tanggal lahir telah benar, maka pemohon tinggal menunggu empat hari untuk dapat memperoleh paspor.

Tata cara pembuatan paspor di atas adalah bagi pemohon yang akan membuat paspor dengan prosedur yang seharunya (legal). Kalau lewat calo atau jalur lain, maka prosedurnya tentu saja “sedikit berbeda”😀

Categories: Informasi Tags: ,
  1. sari
    February 18, 2009 at 7:24 pm

    Assalamu’alaikum ..
    Kebetulan orang tua butuh buat paspor.
    Jazakillah khoir atas infonyaa ..

  2. ena
    March 11, 2009 at 2:01 pm

    kalo KTPnya bukan KTP jogja gmn???
    makasiiy….

  3. March 11, 2009 at 6:50 pm

    to Sari: wa’alaykumussalam. Waiyyaki.
    to Ena: KTP bukan Jogja tidak apa-apa. Saya juga pake KTP luar Jogja kok🙂

  4. March 15, 2009 at 11:40 am

    Assalamu’alaikum Ukhti….

    Paspor itu hanya sekali urus az y?!?!
    Selanjutnya bila kita ingin bepergian ke Negara lain tidak mengurus Paspor lagi, jadi bisa dipakai ke semua negara?!?
    Apakah ada batas waktu pemakaiannya?!?

    Maaf saya belum pernah mengurus Paspor 😳

  5. March 15, 2009 at 1:00 pm

    Wa’alaykumussalam warahmatullah
    Paspor berlaku ke semua negara dan dapat digunakan selama lima tahun. Setelah waktunya habis, pemilik wajib memperpanjang paspor jika hendak menggunakannya lagi.
    Semoga membantu.

  6. March 15, 2009 at 3:12 pm

    Syukran Ukhti…
    Atas informasinya dan telah berkunjung ke Blog saya yang hancur, dengan tulisan g jelas 😳

    Blog Ukhti sangat menarik dan tulisannya sangat bermanfaat sekali buat akhwat dan ikhwan…

  7. March 15, 2009 at 7:32 pm

    Terima kasih telah berkunjung lagi. Blog Anda khas juga lho, sidebarnya juga penuh warna. Semoga tulisan-tulisan kita senantiasa bermanfaat bagi banyak orang, amin.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: