Home > Diary Syifa, Perkembangan Anak > Syifa, Sudah Bisa Apa Aja Sekarang?

Syifa, Sudah Bisa Apa Aja Sekarang?

Syifa sudah 16 bulan 8 hari. Kalau menurut sebuah iklan, usia ini sudah memasuki usia emas atau golden age, di mana otak anak akan terus berkembang hingga mencapai 80% berat otak dewasa pada saat usia tiga tahun.

Masa-masa ini adalah masa Syifa banyak belajar dan mengenal apa saja yang ada di sekitarnya. Usia di mana seorang anak banyak mencari tahu dan bereksperimen terhadap apa pun yang ditemuinya. Ia banyak melihat, mendengar, merekam semua kejadian di sekitar dan kemudian menirunya. Sebagai orang tua perlu lebih menjaga tingkah laku karena semuanya akan ditiru oleh sang anak, tanpa pilih-pilih. Yang baik dan yang jelek, semua bisa saja ditirukan oleh si kecil.

Sampai hari ini banyak hal yang telah dipelajari si kecil. Umi ingin me-list apa aja yang sudah bisa Syifa lakukan.

Makin banyak kosa kata yang dipunya

Maem, mimi, mi (umi), yah (ayah), mbok (simbok), ti (yangti & mbah uti), kaku (mbah kakung), yut (mbah uyut), takde (pakdhe), opp (om), gigi, fa (syifa), kiki (miki=boneka), duduk, tek tung (habis), papung (mandi), jam, mbah, yem (diem), nyem-nyem, moh (emoh), dit (duit), bubu (bubur), pepe (tempe), kupok (krupuk), jajam (zam-zam), dada, dek (adek), bobo, pipis, eek, bebek, kaki, mm… apa lagi ya?

Mengerti bila diperintah

Sebenarnya sudah sejak sebulan lalu, Syifa sudah mulai mengerti kata perintah. Misal ketika disuruh duduk, berdiri, bobo, bahkan buang sampah di tempat sampah. Sholat pun Syifa sudah bisa menirukan gerakan sujud. Ya meski belum sempurna, tapi dia tahu, kalau disuruh sujud, langsung deh kepalanya ditempelkan ke lantai sambil duduk.

Banyak tanya

Ada suara sedikit saja langsung bilang, “Po?” Maksudnya “Opo?” Apa? Nanti kalau sudah dijawab pasti Syifa akan menirukan kata-kata tersebut.

Seperti malam ini, saat ada suara alarm jam, pasti nanya, “Po?” Langsung Umi jawab, “Jam.” Syifa mengulang, “Jam.” Lalu saat ada suara dering bel penjual roti keliling, Syifa nanya hal yang sama. Umi jawab, “Roti.” Syifa mengikuti, “Ti.”

Bilang pipis meski dah keluar

Syifa sudah bisa bilang pipis atau eek meski sudah terlanjur keluar. Kemajuan… Daripada ngga bilang, tahu-tahu popoknya basah waktu dipangku kaya dulu… Yah… terpaksa ganti baju.

Niruin apa aja

Liat orang nyapu, langsung pegang sapu, niruin menyapu. Liat orang nyuci, langsung mempraktekan gaya ngucek baju. Liat orang makan, pingin pegang sendok dan mangkuk. Liat Ayah atau Umi di depan kompie langsung jari-jari mungilnya ikutan memainkan tuts…

Berhitung dan mengaji

Syifa sudah bisa berhitung satu sampai sepuluh. Tentu saja tidak langsung menyebutkan sendiri, namun hanya mengekor perkataan Umi.

Umi: Sa.., Syifa:Tu

Umi: Du.., Syifa: Wa

Umi: Ti.., Syifa: Ga

Umi: Em.., Syifa: Pap (belum bisa bilang akhiran -at)

Umi: Li.., Syifa: Ma

Umi: E.., Syifa: Nam

Umi: Tu.., Syifa: Juk

Umi: Dela.., Syifa: Pam (belum bisa bilang akhiran -an)

Umi: Sembi.., Syifa: Yam

Umi: Sepu.., Syifa: Wuk

Kalau ngaji sih belum seluruh huruf bisa dilafadzkan. Saat dituntun, beginilah aksi Syifa: yis (alif), ba, ta, ta (maksudnya tsa), jim, ha, ko (kho), da, ja (dza), wo (ro), ya (za), terus macet… Umi ngoceh sendiri. Lalu ‘a (ngga begitu jelas, maksudnya ‘ain), go (gho), wa (fa), ko, ka, la (wa), sampai ma, Syifa malah bilang tek tung…

Ee.. lha kok udah kenal musik…

Kalau ada nada apa aja, pasti pergelangan tangannya langsung gerak-gerak seperti menari. Kadang sampai memutar-mutar badan. Waduh…

Menunjuk beberapa anggota badan

Yang Syifa tahu baru mata, hidung, kuping, mulut, gigi, pipi, tangan, kaki, perut, udel, mimi (ups) dan rambut.

Mengenal binatang

Beberapa nama binatang sudah Syifa kenal. Kalau ketemu pasti nyebutin namanya, meski ada yang belum sempurna diucapkan. Bebek, da (kuda), puss, (wum) burung, guk guk, dan nyet (monyet). Sebagian lagi bisa menirukan suara. Bek (wek wek), embek (mbek…), dan sapi (moo…).

Yang masih susah adalah menyuruh Syifa melakukan sesuatu hal saat suasana hatinya lagi ngga mood. Pasti Syifa akan langsung marah atau malah menjauh, seperti ngga denger apa yang sedang diperintahkan. Kadang dengan lantang bilang, “moh” (artinya: ngga mau). Hm… kalau sudah begitu, Umi terpaksa mengalah… Apa pun yang sudah bisa dilakukan Syifa, Umi bangga padamu Nak…

  1. January 7, 2009 at 9:51 pm

    subhanallah.. dah pinter banget Syifa

  2. syifa
    January 16, 2009 at 8:38 pm

    “syifa” dah bisa ngeblog kok, Ummi…. dah kerja sekarang…😀 betul, tepatnya golden age mpe usia 4 tahun. pada saat itu pembiasaan2, pengetahuan yang diajarkan akan tertanam mpe tua…pada saat itu juga otak kanan lebih berkembang sehingga membutuhkan penyeimbangan. sementara usia sesudahnya, otak kiri akan makin berkembang seiring sistem pendidikan dan pembelajaran yang berlaku di masyarakat/negara kita. coba searching otak kiri-otak kanan biar anti tahu cara menyeimbangkannya. biar saya bisa ikutan mbaca resume-nya disini🙂

  3. January 16, 2009 at 10:48 pm

    @Syifa: Loh, bukannya dah ada di postingan blog anti tentang otak kanan-kiri?:mrgreen: Sebenarnya pernyataan yang anti sebutkan tentang perkembangan otak dan kaitannya dengan sistem pendidikan teori dari mana sih?🙄

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: