Home > Diary Syifa, Perkembangan Anak > Syifa dan Balon Toet-Toet

Syifa dan Balon Toet-Toet

Sepulang dari kuliah, saat masuk ke rumah saya melihat ada balon berwarna merah jambu tergeletak begitu saja. Balon itu, balon seharga dua ribu rupiah yang bila dipencet bagian tangkainya akan berbunyi, toet-toet.
Saat saya bertanya tentang balon itu, simbok menjawab dengan sebuah cerita. Kurang lebih intinya, bahwa tadi saat maen di rumah tetangga, telah terjadi perebutan balon antara Syifa dan kedua teman sebayanya, yaitu Bagas dan Veni. Akhirnya simbok berinisiatif membelikan balon untuk Syifa. Tentu saja saya merasa tidak senang. Bukan karena harus mengganti uang sebesar dua ribu rupiah kepada simbok. Masalahnya, saya tidak ingin Syifa menjadi manja. Loh, apa hubungannya? Let’s see.

Pertama, terjadi perebutan balon.
Saya tidak tahu persis kejadiannya, tapi bisa digambarkan adegan perebutan balon ala anak kecil. Pasti ada mimik-mimik muka yang mrengut (cemberut), tangan-tangan yang ingin mengambil balon, lalu salah satu anak yang tidak mendapat balon akan menangis, merengek, dan karena penjualnya masih ada di situ, pasti tangan anak yang ngga kebagian balon itu spontan menunjuk ke arah situ. Ini mengindikasikan bahwa si kecil bilang, “Aku ingin balon.”

Ke dua, balon dibeli karena si kecil nangis.

Namanya juga anak kecil, kalau tidak dituruti, pasti akan menangis. Dasar simbok yang ngga tegaan, maka dengan mudah mengeluarkan dua ribu untuk sebuah balon. Pikiran simbok waktu itu, “ah… nanti pasti diganti” “sing penting bocahe meneng.” yang penting si kecil diam (ngga nangis).

Ke tiga, balon didapat, si kecil pun “belajar”

Apa yang terjadi setelah si kecil mendapatkan mainan yang dia minta? Pasti senang, tertawa, ya minimal senyum. Ia berhasil mendapatkan apa yang diinginkannya dengan sekali teriak (nangis). Dan dampaknya? Sangat buruk. Ini akan menjadikan si kecil hafal dan mengulang tindakannya ketika terjadi hal yang sama. Si kecil “belajar”, bahwa ketika dia menangis, maka apa yang dia inginkan akan didapat. Kalau dibiarkan terus-menerus, si kecil akan manja, meminta semua yang diinginkannya dan harus mendapatkannya. Ini bagian yang saya tidak suka. Padahal dulu Ayah Syifa sangat mewanti-wanti agar tidak terjadi kemanjaan pada si kecil. Waktu Syifa nangis saja, Ayah ngga langsung menuruti kemauannya. Ayah bilang, “Ngga semua yang kamu mau bisa didapat.” Konteks saat itu, Syifa ingin digendong Umminya, padahal saya sedang sibuk atau mau sholat (saya lupa). Yang jelas, Syifa kekeh minta digendong Ummi dan ngga mau sama Ayah. Lumayan lama Syifa nangis saat itu. Ayah Syifa kemudian mengalihkan perhatian Syifa dengan hal lain. Lalu, Syifa pun diam. Setelah diam, barulah Syifa boleh dgendong Ummi.

Saya kemudian menegaskan kepada simbok. Saya bilang padanya dengan kalimat yang paling sederhana agar mudah dipahami. Intinya, kalau suatu saat terjadi hal serupa (rebutan mainan), jauhkan saja Syifa dari sana. Bawa pergi dan ajak ke tempat lain. Nanti juga tangisnya berhenti sendiri.

Saya bilang begitu karena memang begitulah tabiat Syifa. Kalau menginginkan sesuatu dan ngga keturutan, dia nangis. Nanti kalau didiemin, dicuekin, lama-lama juga diem sendiri. Jika dialihkan perhatiannya ke hal lain, ia akan lupa dengan peristiwa yang terjadi. Syifa ngga akan kepikiran balonnya lagi. Dia akan asyik dengan hal baru lainnya. Dan dampak tak langsungnya adalah saya ngga perlu ngeluarin duit dua ribu rupiah untuk sebuah balon yang semalam saja sudah kempes. Kalaupun harus membeli mainan untuk Syifa, haruslah mainan yang mendidik. Itu juga pesan dari Ayah Syifa.

Gambar diambil dari sini.

  1. December 13, 2008 at 12:08 am

    Bener tuh. Diajarin biar nggak manja…

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: