Home > Diary Syifa, Perkembangan Anak > Eee… Cucuku Sudah Bisa Berdiri Sendiri

Eee… Cucuku Sudah Bisa Berdiri Sendiri

Apa yang ada di benak Anda ketika membaca judul di atas? Kalau saya teringat salah satu iklan jadul (iklannya lupa, tapi sepertinya iklan layanan masyarakat). Dalam iklan itu digambarkan seorang nenek yang tengah meneriakkan kalimat yang sama seperti judul di atas, ketika melihat seorang bayi berhasil berdiri sendiri. Memang, moment itu sangat ditunggu-tunggu oleh para orang tua, terutama bapak dan ibu bayi, karena menandakan bahwa sebentar lagi si bayi akan bisa berjalan. Begitu juga denganku.

Tadi siang simbok “melaporkan” kejadian yang membahagiakan.  Simbok bilang bahwa saya tak akan percaya dengan ceritanya. Emang apa to mbok? Setelah lama dinanti, akhirnya Syifa berani juga berjalan jauh. Kata simbok, Syifa mau jalan sama temen-temen sebayanya di jalan depan rumah. Dan tadi siang Syifa juga kuat jalan jauh, dari perempatan sebelum gang rumah, sampai di depan gerbang. Kalau diukur mungkin sekitar dua puluh meter. Wah, kemajuan yang bagus nih. Sayang, saya bukan orang pertama yang melihatnya. Karena masih kuliah, saya jadi sering ketinggalan perkembangan Syifa😦

Ternyata benar, Syifa sesore ini maunya jalan… terus dan sudah ngga minta digandeng lagi. Akibatnya Syifa jadi tidur lebih awal (kecapekan ya Nak…). Kalau dulu tiap jalan selalu minta gandeng. Begitu dilepas gandengannya, Syifa langsung berdiri mematung dan nangis. Saya sempat sharing dengan teman tentang Syifa. Teman saya bilang, ngga papa, batas waktu seorang bayi jalan itu pada usia 18 bulan. Kalau sudah masuk usia tersebut masih belum jalan barulah konsultasi ke dokter. Teman saya tersebut juga mengalami hal serupa. Putrinya yang dua bulan lebih tua dari Syifa juga takut jalan. Maunya minta digandeng terus. Kalau dilepas gandengannya, pasti langsung duduk. Akhirnya putrinya itu baru berani jalan sendiri pada usia 16 bulan.

Aku juga sebenarnya tak begitu khawatir dengan perkembangan Syifa, terlebih jika mengetahui bahwa kemampuan yang lain (sosial dan motorik kecil, misalnya) tetap dalam koridor yang wajar alias tidak tertinggal. Menurut buku yang kubaca, Bayi Pada Tahun Pertama, Apa yang Anda Hadapi Bulan per Bulan, seorang ibu tidak perlu khawatir dengan perkembangan anak-anaknya selama tidak tertinggal (dalam semua ketrampilan) dengan teman-temannya. Di buku tersebut, ketrampilan perkembangan bayi dibagi menjadi empat, yaitu ketrampilan motorik besar, ketrampilan motorik kecil, ketrampilan sosial, serta ketrampilan intelektual dan bahasa. Jika perkembangan salah satunya lebih lambat, maka yang lain biasanya berkembang lebih cepat. Jika memang demikian, maka para ibu tak perlu lagi membanding-bandingkan perkembangan anak-anaknya dengan kemampuan anak lain seusianya.

Saya lihat, Syifa memang sedikit terlambat dalam hal ketrampilan motorik besar (misalnya, duduk, merangkak, dan berjalan). Namun ketrampilan yang lain tidak tertinggal, seperti ketrampilan sosial dan bahasa. Ketrampilan sosial dan bahasa Syifa (berkomunikasi dan bergaul dengan orang lain) kupandang cukup bagus. Ngomongnya lancar (walau kadang susah dimengerti) dan bisa memahami perintah (meski tak selalu melakukannya) pada usia satu tahun. Syifa juga tidak takut bila berhadapan, “ngobrol”, bahkan berjabat tangan dengan orang dewasa. Kemampuan motorik kecilnya pun (menjumput, memegang, dan memindahkan benda, misalnya) juga bagus. Jadi tinggal nunggu keberanian dia aja untuk berjalan, karena sebagian bayi memang kadang takut untuk jalan sendiri.

Hari ini, tepat 15 bulan kurang dua hari saat Syifa sudah berani jalan sendiri. Kalau berdiri sendiri tanpa dibantu, Syifa sudah bisa melakukannya pada tanggal 17 Oktober yang lalu. Kok hafal? Saya tak pernah lupa mencatat perkembangan Syifa dalam baby book :) Kemampuan berdirinya itu sebatas hanya berdiri saja. Kalaupun jalan hanya tiga hingga empat langkah ke depan, lalu jatuh. Ini belumlah cukup untuk bisa disebut berjalan sendiri. Lagian Syifa masih sering minta digandeng. Jadi, kini saat mengetahui Syifa mau dan tidak takut lagi berjalan jauh, saya berani bilang bahwa Syifa sudah bisa berjalan sendiri. Alhamdulillah, terima kasih ya Nak, atas segala usahanmu selama ini. Ummi selalu bangga pada Syifa.

  1. Natalya
    January 28, 2009 at 9:08 pm

    Hi.. Nama saya Natalya.. saya sedang kuliah semester 6 jurusan Desain produk.
    sekarang ini produk yang akan saya kebangkan dan saya buat adalah alat abntu untuk anak bayi belajar berjalan, dimulai dari merangkak..

    saya ingin bertanya, tentang keterampilan bayi yang anda kemukakan tadi, anda bilang statement tersebut dari buku yang anda baca..

    jika boleh tahu, buku apa ya? dan nama pengarangnya jika boleh..

    Terima Kasih..

  2. January 29, 2009 at 2:03 pm

    Terima kasih Natalya atas kunjungannya.

    Buku acuan saya berjudul “Bayi pada Tahun Pertama: Apa yang Anda Hadapi Bulan per Bulan, Ed. 3”. Pengarang: Arlene Eisenberg, Heidi E. Murkoff, dan Sandee E. Hathaway dengan alih bahasa drg. Susi Purwoko. Cetakan tahun 1997 oleh penerbit Arcan Jakarta.

  1. No trackbacks yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: