<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Blog Ummu Syifa: About Baby, Pregnancy, and Parenting</title>
	<atom:link href="http://umisyifa.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://umisyifa.wordpress.com</link>
	<description>Blog Ummu Syifa: About Baby-Toddler-Kids, Pregnancy, and Parenting</description>
	<lastBuildDate>Thu, 16 Apr 2009 22:37:47 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='umisyifa.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/54ea10454bffb877fc4e5515057dfc49?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Blog Ummu Syifa: About Baby, Pregnancy, and Parenting</title>
		<link>http://umisyifa.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Toilet Training</title>
		<link>http://umisyifa.wordpress.com/2009/04/15/toilet-training/</link>
		<comments>http://umisyifa.wordpress.com/2009/04/15/toilet-training/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Apr 2009 13:02:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Syifa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkembangan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Proses Belajar Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Toilet Training]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://umisyifa.wordpress.com/?p=40</guid>
		<description><![CDATA[Mengajarkan anak untuk BAK dan BAB di kamar mandi (toilet training) memang tidak mudah. Butuh beberapa kesiapan, terutama kesiapan dari si anak itu sendiri. Toilet training merupakan cara untuk melatih anak agar bisa mengontrol ‘hajatnya’, apakah itu saat ia ingin buang air kecil (BAK) atau buang air besar (BAB). Selain itu, anak diharapkan mampu BAK [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umisyifa.wordpress.com&blog=5002661&post=40&subd=umisyifa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><img src="http://www.frumsatire.net/wp-content/uploads/2009/02/15-advanced-toilet-training.jpg" alt="" width="257" height="385" align="left" />Mengajarkan anak untuk BAK dan BAB di kamar mandi (toilet training) memang tidak mudah. Butuh beberapa kesiapan, terutama kesiapan dari si anak itu sendiri. Toilet training merupakan cara untuk melatih anak agar bisa mengontrol ‘hajatnya’, apakah itu saat ia ingin buang air kecil (BAK) atau buang air besar (BAB). Selain itu, anak diharapkan mampu BAK dan BAB di tempat yang telah ditentukan. (http://wrm-indonesia.org).</p>
<p>Bagi anak usia kurang dari 12 bulan, toilet training masih susah dilakukan. Hal ini karena pada usia tersebut anak masih tidak bisa mengontrol keinginan BAK dan BAB. Sedangkan usia 18-24 bulan, ada beberapa yang telah siap melakukannya. Namun ada juga beberapa anak yang hingga usia 30 bulan masih belum menunjukkan kesiapan.<span id="more-40"></span></p>
<p>Toilet training bisa mulai dilakukan pada usia 1-3 tahun. Yang perlu diperhatikan saat akan melakukan toilet training selain berdasarkan usia adalah anak seharusnya juga sudah siap secara emosional. Harus ada kemauan dari si anak sendiri, tidak melawan atau menunjukkan tanda-tanda ketakutan. Jika anak bertahan kuat, sebaiknya ditunggu beberapa saat. Bila anak baru diajarkan pada usia 3 tahun, maka dikhawatirkan akan susah mengubah pola yang telah menjadi perilaku. Jika sampai usia 4 tahun belum bisa BAK dan BAB di tempat yang sewajarnya, maka dianggap kurang wajar. Bila demikian, perlu kiranya orang tua memberikan pengertian kepada si anak tentang cara yang benar.</p>
<p>Berikut ini beberapa tanda si kecil siap melakukan toilet training:<br />
1. Tidak mengompol beberapa jam sehari, minimal 3 sampai 4jam.<br />
2. Ia berhasil bangun tidur tanpa mengompol sedikit pun<br />
3. Tahu waktu untuk buang air kecil dan besar dengan menggunakan kata ’pipis’ atau ’pup’, serta BAB dan BAK menjadi teratur.<br />
4. Sudah mampu memberitahu bila celana atau popok sekali pakainya sudah kotor ataupun basah.<br />
5. Bisa memegang alat kelamin atau minta ke kamar kecil sebagai ’alarm’ bahwa keinginan BAK atau BAB memanggil<br />
6. Bisa memakai dan melepas celana sendiri<br />
7. Memperlihatkan ekspresi fisik misalnya wajah yang meringis, merah atau jongkok seperti saat ia buang air<br />
8. Tertarik dengan kebiasaan masuk ke dalam toilet, seperti kebiasaan orang-orang lain di dalam rumahnya.<br />
9. Minta untuk diajari menggunakan toilet.</p>
<p>Sedangkan tahap-tahap toilet training adalah sebagai berikut:</p>
<ul>
<li>Mengenalkan dan membiasakan si kecil untuk BAK dan BAB di toilet. caranya adalah dengan memulai mengajari anak untuk masuk ke kamar mandi (WC).</li>
<li>Ajari anak untuk mengatakan bahwa ia akan BAK atau BAB. Anak mungkin akan memberitahu anda pada saat dia sudah mengompol atau BAB. Hal ini merupakan tanda bahwa anak anda mulai mengenal fungsi tubuhnya. Ajarkan anak anda bahwa lain kali ia harus memberi tahu anda sebelumnya.</li>
<li>Bawalah si kecil ke toilet pada waktu-waktu akan BAK (misal bangun tidur) dan ajari menggunakan toilet. Istiilah yang biasa digunakan adalah &#8220;tatur&#8221;. Tatur dilakukan dengan mengajak anak untuk melakukan BAK di kamar mandi saat hendak tidur ataupun bangun tidur. Akan lebih baik lagi jika setiap 3 jam sekali saat siang hari, anak ditatur agar BAK menjadi rutin dan si anak cepat belajar mengetahui waktu BAK.</li>
<li>Pujilah bila anak berhasil dan jangan tergesa memarahi bila si anak melakukan kesalahan.</li>
</ul>
<p>Sumber referensi: http://wrm-indonesia.org dan http://keluargasehat.wordpress.com</p>
<p>Gambar diambil dari http://www.frumsatire.net</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umisyifa.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umisyifa.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umisyifa.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umisyifa.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umisyifa.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umisyifa.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umisyifa.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umisyifa.wordpress.com/40/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umisyifa.wordpress.com/40/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umisyifa.wordpress.com/40/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umisyifa.wordpress.com&blog=5002661&post=40&subd=umisyifa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umisyifa.wordpress.com/2009/04/15/toilet-training/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2a4803945828058e952d9e72acc63605?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">umisyifa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.frumsatire.net/wp-content/uploads/2009/02/15-advanced-toilet-training.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Kartu Cerdas Balita</title>
		<link>http://umisyifa.wordpress.com/2009/04/12/kartu-cerdas-balita/</link>
		<comments>http://umisyifa.wordpress.com/2009/04/12/kartu-cerdas-balita/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Apr 2009 13:37:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Syifa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perkembangan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Permainan Edukasi]]></category>
		<category><![CDATA[Balita]]></category>
		<category><![CDATA[Kartu Cerdas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://umisyifa.wordpress.com/?p=34</guid>
		<description><![CDATA[Liburan ke Kutowinangun, saya menyempatkan jalan-jalan dengan Syifa dan eyangnya di arena bermain yang ada di lantai dua sebuah supermarket. Selepas bermain, saya menengok toko buku yang ada di sana. Niat saya saat itu adalah mencari bahan bacaan untuk Syifa.
Berkeliling kurang lebih seperempat jam, saya malah menemukan kartu belajar untuk balita. Kartu itu adalah kartu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umisyifa.wordpress.com&blog=5002661&post=34&subd=umisyifa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Liburan ke Kutowinangun, saya menyempatkan jalan-jalan dengan Syifa dan eyangnya di arena bermain yang ada di lantai dua sebuah supermarket. Selepas bermain, saya menengok toko buku yang ada di sana. Niat saya saat itu adalah mencari bahan bacaan untuk Syifa.</p>
<p>Berkeliling kurang lebih seperempat jam, saya malah menemukan kartu belajar untuk balita. Kartu itu adalah kartu cerdas balita yang khusus diperuntukkan bagi anak usia 4 bulan hingga 5 tahun. Kenapa kartu cerdas? Jawabannya ada di kotak pembungkus kartu tersebut.<span id="more-34"></span> Di sana tertulis sebuah kalimat &#8220;Permainan kartu edukatif yang sederhana dengan hassil mencengangkan!&#8221;. Dan saya pun tergoda untuk membelinya, setelah memilih kartu-kartu serupa namun dari perusahaan pembuat yang berbeda. Saya rasa kartu ini yang paling bagus. Kartu berukuran kurang lebih 20cm x 15cm itu sangat lengkap. Kartu yang berjumlah 67 itu terdiri dari angka 1-20, huruf a-z, pengenalan warna, dan pengenalan bentuk. Kelebihan lain adalah terdapat dua bahasa, yakni Indonesia dan Inggris (bahasa Inggris ada di balik kertas). Gambar-gambarnya juga besar dan <em>full color</em>.<img src="http://farm4.static.flickr.com/3408/3435325139_520f69ccdc.jpg" alt="Kartu Cerdas Balita" width="320" height="240" align="right" /></p>
<p>Dua hari Syifa main kartu itu, sudah nampak hasilnya. Ia sudah dapat mengenali beberapa gambar buah dan binatang, juga dua buah warna, abu-abu dan cokelat. Seminggu kemudian hafalannya makin meningkat.</p>
<p>Memang, usia Syifa (19 bulan) termasuk dalam usia <em>golden age</em>, yaitu masa saat si anak memiliki konsentrasi 100 persen dalam ingatannya saat menerima informasi. Felicia Irene M.Psi, psikolog perkembangan anak memaparkan, dalam rentang masa ini perkembangan fisik, motorik, dan berbahasa anak tumbuh pesat. Masa krusial ini dibagi menjadi dua, yaitu usia 0-3 tahun dinamakan batita (toddler) dan usia 3-6 tahun disebut masa prasekolah. (http://alvero.multiply.com)</p>
<p>Masa ini adalah masa penting untuk memberikan stimulasi sesuai dengan usia anak. Namun perlu diperhatikan bahwa konsentrasi anak hanya bertahan dalam waktu 2-3 menit saja. Jadi, jika si anak sudah terlihat bosan, jangan terlalu memaksakan agar anak tidak merasa tertekan.</p>
<p><img src="http://farm4.static.flickr.com/3599/3419537005_4af40c6c91.jpg" alt="" width="303" height="402" align="left" />O ya, dalam kartu cerdas tersebut juga diberitahukan cara untuk memperkenalkan kepada anak, yaitu tunjukkan kartu satu per satu selama kurang lebih 10 detik sambil membacakan dengan suara yang jelas. Suasana belajar juga harus menyenangkan agar si anak betah. Saya biasanya menanyai Syifa sebelum bermain kartu, &#8220;Main kartu yuk Dek.&#8221; Nanti jika Syifa terlihat antusias, ia lalu mencari keberadaan kartu itu dan saya mulai memberitahukan letak kartu tersebut. Kegiatan belajar pun dimulai. Saya persilakan Syifa membuka dan mengeluarkan isinya sendiri, nanti ia akan menyebutkan gambar yang ada di kartu yang dipegangnya. Jika tidak tahu, ia akan bertanya, &#8220;Opo yo?&#8221; dengan nada cepat <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Lalu saya jawab dengan suara jelas dan tidak tergesa. Syifa akan menirukan ucapan saya.Demikian cara saya bermain kartu cerdas dengan Syifa.</p>
<p>Manfaat kartu seperti yang tertera di kotak pembungkusnya adalah:</p>
<ul>
<li>merangsang perkembangan dan meningkatkan kecerdasan otak balita</li>
<li>menambah perbendaharaan kata</li>
<li>melatih kemampuan konsentrasi dan meningkatkan daya ingat</li>
<li>memudahkan orang tua dalam mengenalkan angka, huruf, warna, dan bentuk</li>
</ul>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umisyifa.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umisyifa.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umisyifa.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umisyifa.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umisyifa.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umisyifa.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umisyifa.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umisyifa.wordpress.com/34/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umisyifa.wordpress.com/34/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umisyifa.wordpress.com/34/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umisyifa.wordpress.com&blog=5002661&post=34&subd=umisyifa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umisyifa.wordpress.com/2009/04/12/kartu-cerdas-balita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2a4803945828058e952d9e72acc63605?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">umisyifa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3408/3435325139_520f69ccdc.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Kartu Cerdas Balita</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://farm4.static.flickr.com/3599/3419537005_4af40c6c91.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Memajang Foto Dengan Pasangan Di Dunia Maya</title>
		<link>http://umisyifa.wordpress.com/2009/03/13/memajang-foto-dengan-pasangan-di-dunia-maya/</link>
		<comments>http://umisyifa.wordpress.com/2009/03/13/memajang-foto-dengan-pasangan-di-dunia-maya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Mar 2009 15:27:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Syifa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Dunia Maya]]></category>
		<category><![CDATA[Foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurv3.web.ugm.ac.id/?p=304</guid>
		<description><![CDATA[Dulu saya sempat membahas tentang hukum memajang gambar bernyawa di blog lama saya. Sekarang saya tergelitik untuk mengulasnya lagi setelah beberapa waktu lalu sempat melihat banyak pasangan yang kerap memajang fotonya, entah itu sebagai profile foto di facebook, friendster, blog, plurk, atau yahoo messenger.
Innamal a&#8217;malu bin niyyat&#8230; hadits itu artinya adalah segala sesuatu itu tergantung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umisyifa.wordpress.com&blog=5002661&post=324&subd=umisyifa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Dulu saya sempat membahas tentang hukum memajang gambar bernyawa di blog lama saya. Sekarang saya tergelitik untuk mengulasnya lagi setelah beberapa waktu lalu sempat melihat banyak pasangan yang kerap memajang fotonya, entah itu sebagai profile foto di facebook, friendster, blog, plurk, atau yahoo messenger.</p>
<p><em>Innamal a&#8217;malu bin niyyat&#8230; </em>hadits itu artinya adalah segala sesuatu itu tergantung dari niat. Sehubungan dengan niatan, sesungguhnya apa yang ada di benak pasangan-pasangan tersebut ketika menampilkan foto mereka berdua di dunia maya? <span id="more-324"></span>Apakah itu hanya iseng saja, atau sebagai informasi bahwa ini lho pasangan saya, atau ini lho istri/suami saya. Mending kalau mereka (pasangan tersebut) sudah menikah, jika belum? Sudah menikah pun kadang beberapa orang (termasuk saya) tetap enggan memajang gambar-gambar pribadi tersebut. Saya sebut pribadi karena bagi saya memajang gambar perempuan baligh (apalagi untuk konsumsi publik) tidak akhsan, meski saat dipajang sudah memakai jilbab.</p>
<p>Kembali kepada niat. Mungkin beberapa orang yang pro dengan pemajangan gambar di dunia maya berdalih, &#8220;kan ngga ada niat apa-apa&#8230;&#8221;,  &#8220;lagian fotonya biasa aja kok, bukan foto yang neko-neko.&#8221;</p>
<p>Bisa saja memberikan pernyataan seperti itu, namun tidakkah mereka memperhatikan apa yang difikirkan oleh orang lain? Bisa jadi, foto mereka itu menjadi sesuatu yang &#8220;menarik&#8221; hati oknum-oknum yang tak bertanggung jawab sehingga kemudian &#8220;dikerjai&#8221;. Ada kasus bahwa wanita-wanita berjilbab pun (yang telah memajang gambarnya di dunia maya) bisa dibuat telanjang oleh oknum-oknum yang tidak diketahui identitasnya. Kalau demikian, siapa yang harus dipersalahkan?</p>
<p>Sama saja kasusnya dengan seorang wanita yang berpakaian minim. Ketika ada lelaki yang menggoda, sesungguhnya siapa yang salah? Dua-duanya. Lelaki salah karena tidak memberikan hak orang-orang yang lewat (salah satunya adalah tidak menggangu). Wanita salah karena dengan berpakaian seperti itu berarti ia merelakan dirinya untuk menjadi bahan tontonan, bahkan memancing syahwat kaum laki-laki. <em>Na&#8217;uu dzubillaahi mindzaalik.</em></p>
<p>Dengan menulis tema semacam ini, saya tidak hendak membuat permusuhan (karena beberapa kawan juga memajang foto dengan pasangannya, baik dengan pasangan yang sah atau tanpa ikatan pernikahan). Saya hanya ingin mengajak kepada semua (termasuk diri saya sendiri) untuk berpikir dua kali sebelum bertindak. Berpikir tentang maslahat dan madharat yang akan ditimbulkan ketika melakukan sesuatu hal, apa pun itu, tidak hanya bagi diri kita sendiri, tapi juga orang lain yang ada di sekitar kita. Bila memang tak ada manfaatnya, kenapa musti memajang foto berdua di dunia maya?</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umisyifa.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umisyifa.wordpress.com/324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umisyifa.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umisyifa.wordpress.com/324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umisyifa.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umisyifa.wordpress.com/324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umisyifa.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umisyifa.wordpress.com/324/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umisyifa.wordpress.com/324/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umisyifa.wordpress.com/324/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umisyifa.wordpress.com&blog=5002661&post=324&subd=umisyifa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umisyifa.wordpress.com/2009/03/13/memajang-foto-dengan-pasangan-di-dunia-maya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2a4803945828058e952d9e72acc63605?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">umisyifa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perkembangan Syifa</title>
		<link>http://umisyifa.wordpress.com/2009/03/11/perkembangan-syifa/</link>
		<comments>http://umisyifa.wordpress.com/2009/03/11/perkembangan-syifa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 Mar 2009 01:16:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Syifa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Diary Syifa]]></category>
		<category><![CDATA[Perkembangan Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurv3.web.ugm.ac.id/?p=297</guid>
		<description><![CDATA[Satu kata, alhamdulillah&#8230; begitu cepat Syifa belajar dan menghafal.
Saat ini satu setengah tahun usia Syifa, dan sekarang si kecil sudah dapat merangkai dua sampai tiga kata, misalnya umi duduk, ayep mimi (ayep=arep, mau), mbak jini (manggil nama orang), dan lainnya.  Yang lebih membuat umi bangga adalah Syifa sekarang sudah bisa berhitung sendiri dari 1-10. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umisyifa.wordpress.com&blog=5002661&post=318&subd=umisyifa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Satu kata, alhamdulillah&#8230; begitu cepat Syifa belajar dan menghafal.</p>
<p>Saat ini satu setengah tahun usia Syifa, dan sekarang si kecil sudah dapat merangkai dua sampai tiga kata, misalnya umi duduk, ayep mimi (ayep=arep, mau), mbak jini (manggil nama orang), dan lainnya.  Yang lebih membuat umi bangga adalah Syifa sekarang sudah bisa berhitung sendiri dari 1-10. Ya, meskipun masih cedal, sehingga saat berhitung cuma buntutnya aja. Kira-kira begini saat Syifa berhitung, &#8220;atu dua ga mpat ma anam uju apan yan yuh&#8230;&#8221; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> <span id="more-318"></span> Syifa sekarang juga mulai belajar bernyanyi.</p>
<p>&#8220;uyung kakak ua&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;bebek adus ayi, tututi abun angi&#8230;&#8221;</p>
<p>&#8220;atu atu&#8230;&#8221; (pengennya nyanyi satu-satu aku sayang ibu, tapi belum bisa sampe selesai :p)</p>
<p>Saat melihat adzan di TV, Syifa pasti diam tak berkutik <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Lalu kadang menirukan begini, &#8220;owoooo abang&#8221; (maksudnya Allahu akbar). Lalu &#8220;yaa iyaa owohhh&#8221; (maksudnya Laa ilaaha illallah&#8230;).</p>
<p>Kalau kemampuan motorik, yang paling terasa adalah saat ini si kecil sudah dapat minum dari gelas tanpa tumpah, dengan catatan air di dalam gelas sedikit. Kalau airnya setengah gelas atau lebih banyak, pasti tumpah ke baju <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Senang rasanya melihatnya berkembang dengan baik. Tapi herannya, saat nonton iklan salah satu operator seluler, Syifa menirukan begini, &#8220;agus-iki&#8230;&#8221; lalu ketawa sendiri. *doh*</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umisyifa.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umisyifa.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umisyifa.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umisyifa.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umisyifa.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umisyifa.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umisyifa.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umisyifa.wordpress.com/318/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umisyifa.wordpress.com/318/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umisyifa.wordpress.com/318/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umisyifa.wordpress.com&blog=5002661&post=318&subd=umisyifa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umisyifa.wordpress.com/2009/03/11/perkembangan-syifa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2a4803945828058e952d9e72acc63605?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">umisyifa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ibu, Berikan Hak Bayimu</title>
		<link>http://umisyifa.wordpress.com/2009/02/26/ibu-berikan-hak-bayimu/</link>
		<comments>http://umisyifa.wordpress.com/2009/02/26/ibu-berikan-hak-bayimu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Feb 2009 04:23:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Syifa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bayi]]></category>
		<category><![CDATA[Parenting]]></category>
		<category><![CDATA[Perkembangan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[ASI]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurv3.web.ugm.ac.id/?p=288</guid>
		<description><![CDATA[Saya sering tak habis pikir, mengapa banyak ibu yang tega untuk memberikan susu formula kepada bayinya, padahal si bayi masih jauh dari usia enam bulannya. Bukankah seharusnya bayi punya hak untuk menyusu ASI eksklusif, bahkan sampai usianya dua tahun? Hal tersebut telah dijelaskan dalam Al Qur&#8217;an, yaitu bagi para orang tua yang ingin menyempurnakan penyusuan.
Saya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umisyifa.wordpress.com&blog=5002661&post=313&subd=umisyifa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Saya sering tak habis pikir, mengapa banyak ibu yang tega untuk memberikan susu formula kepada bayinya, padahal si bayi masih jauh dari usia enam bulannya. Bukankah seharusnya bayi punya hak untuk menyusu ASI eksklusif, bahkan sampai usianya dua tahun? Hal tersebut telah dijelaskan dalam Al Qur&#8217;an, yaitu bagi para orang tua yang ingin menyempurnakan penyusuan.</p>
<p>Saya mempunyai dua kakak sepupu, keduanya baru saja dikaruniai bayi mungil yang lucu. Namun sayang, dua-duanya pula tak memberikannya ASI eksklusif.<span id="more-313"></span> Kakak tertua beralasan bahwa bentuk putingnya terbalik, sehingga si kecil susah menyusu. Kalau terlalu lama ngga dapat ASI, katanya bayinya akan marah dan menangis. Kakak ke dua bilang, ASInya keluar sedikit, jadi ia &#8220;terpaksa&#8221; menyambung dengan susu formula, meski si bayi masih berusia empat bulan.</p>
<p>Rhrhrh saya sedikit geram mendengar cerita keduanya. Tapi mau berbuat apa? Toh mereka sudah menjadi ibu bagi anak-anaknya masing-masing. Saya tak berhak mencampurinya. Saya hanya sempat menyesalkan perbuatan kedua kakak saya itu.</p>
<p>Berkaitan dengan hal ini, ijinkan saya menguraikan sedikit ilmu yang saya dapat dari buku bacaan saya.<br />
<strong>Pertama</strong>, tentang bentuk puting. Para ibu yang baik, janganlah bersedih bila puting anda tidak menonjol. Beberapa ibu memang mempunyai puting dengan kondisi terbalik. Tenang saja, teruslah menyusui bayi anda meski puting masih terbalik. Semakin banyak disusu, puting akan menonjol dengan sendirinya. Tega saja seandainya bayi menangis, toh itu demi kebaikannya juga kok. Yang penting terus menyusu. Insya Allah lama-lama nanti puting akan menonjol sendiri dan bayi akan merasa puas menyusu.</p>
<p><strong>Ke dua</strong>, berikan ASI meski belum keluar. Pengalaman saya dulu, ASI baru keluar setelah tiga hari melahirkan. Namun tetap, sesaat setelah lahir, bayi harus langsung menyusu. Jangan berdalih ASI ngga lancar, lalu menggantinya dengan formula. Kasihan si kecil&#8230; Berikan saja ASI anda, nanti lama-lama juga akan banyak. Tentu saja ibu harus makan banyak dan juga minum susu agar ASI tetap lancar.</p>
<p>Nah, para ibu yang baik, tetaplah menyusui ASI eksklusif dan teruskan hingga usia anak anda dua tahun.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umisyifa.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umisyifa.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umisyifa.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umisyifa.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umisyifa.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umisyifa.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umisyifa.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umisyifa.wordpress.com/313/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umisyifa.wordpress.com/313/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umisyifa.wordpress.com/313/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umisyifa.wordpress.com&blog=5002661&post=313&subd=umisyifa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umisyifa.wordpress.com/2009/02/26/ibu-berikan-hak-bayimu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2a4803945828058e952d9e72acc63605?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">umisyifa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cintaku Jauh di Sydney</title>
		<link>http://umisyifa.wordpress.com/2009/02/25/cintaku-jauh-di-sydney/</link>
		<comments>http://umisyifa.wordpress.com/2009/02/25/cintaku-jauh-di-sydney/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2009 04:05:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Syifa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Special]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurv3.web.ugm.ac.id/?p=291</guid>
		<description><![CDATA[Berat memang hidup sendiri tanpa suami di sisi. Berat, namun musti dijalani. Kata seorang teman, episode hidup memang selalu berubah, namun membawa hikmah. Semoga, suatu hari nanti kami bisa berkumpul kembali.
Berangkat Sabtu pagi, empat hari sebelum aku wisuda. Suami beserta ibu mertua telah berpamitan akan terbang menuju Jakarta. Aku sudah bertekad untuk mengantarkan suami sampai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umisyifa.wordpress.com&blog=5002661&post=311&subd=umisyifa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Berat memang hidup sendiri tanpa suami di sisi. Berat, namun musti dijalani. Kata seorang teman, episode hidup memang selalu berubah, namun membawa hikmah. Semoga, suatu hari nanti kami bisa berkumpul kembali.</p>
<p>Berangkat Sabtu pagi, empat hari sebelum aku wisuda. Suami beserta ibu mertua telah berpamitan akan terbang menuju Jakarta. Aku sudah bertekad untuk mengantarkan suami sampai Adisucipto saja. Tak tahu kenapa, kupikir melepasnya di Jakarta akan lebih terasa menyakitkan. Dengan kebulatan tekad kubatalkan satu tiket menuju Jakarta pagi itu. Hanya ibu saja yang mengantarkannya sampai ke Jakarta. Mereka transit sebentar di rumah om di Cikarang.</p>
<p>Dengan air mata meleleh di pipi, kulambaikan tangan kepada suamiku yang telah terpisah dari kami (aku, anakku, dan ibuku) dengan sebuah pintu berdinding kaca tebal yang dijaga dua orang petugas. Beberapa saat kemudian wajahnya sudah tak tampak lagi. Syifa kudekap erat dengan aliran air mata yang semakin tak terbendung. Hanya ucapan selamat jalan yang mengiringi kepergiannya. Semoga selamat sampai di sana.</p>
<p>Cintaku jauh di Sydney. Semoga suatu hari nanti kita akan bersama lagi. Allah, kuatkan hati kami di kala kerinduan melanda. Teguhkan kami yang terpisah di antara luasnya samudra. Jagalah suamiku di manapun dia berada. Hanya kepada Engkaulah kami berharap dan memohon pertolongan.<em> Yaa hayyu yaa qoyyum birohmatika astaghits&#8230;</em></p>
<p>*Teriring salam rindu dan cinta kepada Ayah nun jauh di sana&#8230;*</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umisyifa.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umisyifa.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umisyifa.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umisyifa.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umisyifa.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umisyifa.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umisyifa.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umisyifa.wordpress.com/311/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umisyifa.wordpress.com/311/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umisyifa.wordpress.com/311/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umisyifa.wordpress.com&blog=5002661&post=311&subd=umisyifa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umisyifa.wordpress.com/2009/02/25/cintaku-jauh-di-sydney/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2a4803945828058e952d9e72acc63605?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">umisyifa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>6 Facts About Valentine&#8217;s Day</title>
		<link>http://umisyifa.wordpress.com/2009/02/02/6-facts-about-valentines-day/</link>
		<comments>http://umisyifa.wordpress.com/2009/02/02/6-facts-about-valentines-day/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Feb 2009 05:42:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Syifa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Valentine's Day]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurv3.web.ugm.ac.id/?p=285</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Misi utama kita bukanlah menjadikan kaum Muslimin beralih agama menjadi orang Kristen atau Yahudi, tapi cukuplah dengan menjauhkan mereka dari Islam&#8230; Kita jadikan mereka sebagai generasi muda Islam yang jauh dari Islam, malas bekerja keras, suka berfoya-foya, senang dengan segala kemaksiatan, memburu kenikmatan hidup, dan orientasi hidupnya semata untuk memuaskan hawa nafsunya&#8230;&#8221;
Kalimat di atas adalah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umisyifa.wordpress.com&blog=5002661&post=309&subd=umisyifa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><blockquote><p>&#8220;Misi utama kita bukanlah menjadikan kaum Muslimin beralih agama menjadi orang Kristen atau Yahudi, tapi cukuplah dengan menjauhkan mereka dari Islam&#8230; Kita jadikan mereka sebagai generasi muda Islam yang jauh dari Islam, malas bekerja keras, suka berfoya-foya, senang dengan segala kemaksiatan, memburu kenikmatan hidup, dan orientasi hidupnya semata untuk memuaskan hawa nafsunya&#8230;&#8221;</p></blockquote>
<p><img class="alignleft" style="margin:4px 8px;" title="Cupid Lambang VD" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/3/33/Antique_Valentine_05.jpg" alt="" hspace="8" vspace="4" width="173" height="255" />Kalimat di atas adalah cuplikan kata-kata Samuel Zwemmer, seorang tokoh Yahudi, dalam pidatonya pada Konferensi Missi di Yerussalem, 1935.</p>
<p>Propaganda Yahudi telah merebak luas ke seluruh penjuru dunia, menyerang pemikiran semua umat, tak terkecuali Islam. Generasi Islam-lah yang paling gencar dibuat lupa akan syari&#8217;at agamanya sendiri, sehingga akhirnya terjerumus ke lembah hitam.</p>
<p>Salah satu moment yang digunakan oleh kaum Yahudi untuk menghancurkan akidah generasi muda Islam adalah budaya-budaya bid&#8217;ah yang dikemas menarik dan modern, sehingga selalu diperingati setiap tahun. Sebagai contoh adalah Valentine&#8217;s Day (VD) atau yang dikenal dengan Hari Kasih Sayang. <span id="more-309"></span>Anehnya, semua orang di penjuru dunia ini sekan terbius dengan budaya tak berdasar itu. Mall, kafe, televisi, dan pusat-pusat keramaian di kota semarak memperingatinya dengan memajang properti atau gambar-gambar berbentuk hati, pita-pita dan aksesoris berwarna merah jambu, bunga mawar, dan cokelat yang merupakan barang khas VD. Selain itu ada satu maskot yang dikenal sebagai lambang VD yaitu seorang anak telanjang bersayap yang memegang panah, dikenal dengan nama Cupid, seperti tanmpak dalam gambar. Sebagian besar kaum muda Islam mungkin larut dalam ritual tahunan ini, padahal banyak fakta gelap di balik VD dan bahkan haram merayakanya.</p>
<p><strong>1. VD adalah sebuah mitos yang tak berdasar</strong></p>
<p style="padding-left:30px;">VD konon berasal dari kisah hidup seorang Santo (orang suci dalam Katolik) yang rela menyerahkan nyawanya demi cinta orang lain. Nama orang tersebut adaah Santo Valentinus. Namun sejarah gereja sendiri tidak menemukan siapa sesungguhnya sosok Santo Valentinus. Bahkan banyak yang mengakui bahwa kisah ini tidak berdasar dan diyakini hanya merupakan mitos atau dongeng belaka. Gereja sebenarnya telah mengeluarkan surat larangan bagi pengikutnya untuk ikut-ikutan merayakan ritual tak berdasar ini, walaupun dahulu ada beberapa pendeta yang malah melanggengkan ritual adopsi Lupercalian Festival ini dengan &#8220;bungkus kekristenan&#8221;, di antaranya adalah Kaisar Konstantin sebagai Paus Pertama dan Paus Gregory I. Bahkan Paus Gelasius I (496 M) menjadikan Lupercalian Festival sebagai perayaan gereja dengan memunculkan mitos Santo Valentinus yang meninggal pada tanggal 14 Februari.</p>
<p style="padding-left:30px;">Saat ini ada tiga versi tentang cerita orang yang dianggap bernama Valentine yang meninggal pada tanggal 14 Februari. Seorang diantaranya dilukiskan sebagai orang yang mati pada masa kekuasaan Kaisar Romawi, namun ini pun tidak pernah dijelaskan secara detail siapa sesungguhnya tokoh St. Valentine yang dimaksud. Juga dengan kisahnya yang tak pernah diketahui ujung pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda. Tiga nama Santo yang menjadi martir tersebut adalah seorang Pastur di Roma, seorang uskup Interamna (modern Terni), dan seorang martir di provinsi Romawi Afrika. Hubungan ketiganya dengan Hari Valentine juga tidak jelas.</p>
<p><strong>2. VD telah diadopsi menjadi budaya gereja</strong></p>
<p style="padding-left:30px;">Banyak yang percaya dan yakin bahwa Hari Valentine merupakan salah satu hari raya agama Kristen, bahkan mengagungkannya setelah natal. Namun ada beberapa yang menyatakan bahwa Hari Valentine sama sekali tidak ada dalam Injil, baik Injil Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru. Hari Valentine merupakan hasil adopsi Lupercalian Festival yang dilakukan oleh Paus Gelasius, yang sebenarnya telah dihapus oleh gereja pada tahun 1960-an. Pengapdosian tradisi dan kepercayaan Paganisme di Roma ini dilakukan oleh para penginjil agar masyarakat kota tersebut mau menerima kekristenan. Usaha ini tidak sia-sia, terbukti dengan diterimanya Kristen sebagai agama resmi Kekaisaran Romawi dalam masa Kekaisaran Konstantin.</p>
<p><strong>3. Berasal dari ritual kaum Pagan Roma</strong></p>
<p style="padding-left:30px;">Hari Valentine sesungguhnya telah diadopsi dari suatu ritual menjijikkan kamu Pagan di Roma, yang dinamakan Lupercalian Festival. Perayaan itu selalu berlagsung setiap tahun pada tanggal 13-18 Februari dan mencapai puncaknya tanggal 15 Februari. Dua hari pertama dipersembahkan untuk Dewi Cinta bernama Juno Februata. Pada tanggal 13 Februari pagi hari, pendeta tertinggi Pagan Roma mengumpulkan pemuda dan pemudi di kuil pemujaan. Mereka dipisah dalam dua barisan dan sama-sama menghadap altar utama. Semua nama perempuan muda ditulis dalam lembaran-lembaran kecil. Satu lembaran berisi satu nama. Lembaran-lembaran kecil tersebut kemudian dimasukkan dalam suatu wadah mirip kendi besar atau ada juga yang menyebutnya dimasukkan dalam wadah mirip botol besar.</p>
<p style="padding-left:30px;">Setelah itu sang pendeta yang memimpin upacara tersebut mempersilakan para pemuda maju satu per satu untuk mengambil satu nama gadis yang ada di dalam wadah secara acak, hingga wadah tersebut kosong. Setiap nama gadis yang terambil, maka gadis tersebut harus bersedia menjadi kekasih sang pemuda yang telah mengambilnya dan berkewajiban melayani segala yang diinginkan sang pemuda tersebut selama setahun hingga Lupercalian Festival tahun depan.</p>
<p style="padding-left:30px;">Malam tanggal 14 dan 15 mereka bebas berbuat apa saja, mengumbar syahwat tanpa ikatan pernikahan. Pada tangal 15 mereka kembali mendatangi kuil pemujaan untuk memanjatkan do&#8217;a kepada Dewa Lupercalia agar dilindungi dari gangguan serigala dan roh jahat. Dalam upacara ini, pendeta membawa dua ekor kambing dan seekor anjing yang kemudian disembelih di atas altar sebagai persembahan kepada Dewa Lupercalia atau Lupercus. Persembahan ini kemudian diikuti dengan ritual meminum anggur.</p>
<p style="padding-left:30px;">Setelah itu para pemuda mengambil satu lembar kulit kambing yang telah tersedia dan berlari di jalan-jalan kota sambil diikuti oleh para gadis. Para gadis berlomba-lomba mendapat sentuhan kulit kambing terbanyak dan para pemuda berlomba-lomba untuk dapat menyentuh gadis sebanyak-banyaknya. Para gadis percaya bahwa semakin banyak mereka tersentuh kulit kambing maka akan bertambah cantik dan subur.</p>
<p><strong>5. Ada tangis di balik cokelat Valentine</strong></p>
<p style="padding-left:30px;">Kisah ini diungkap oleh sebuah situs independen Amerika Serikat, <em>Democrazy Now!</em> Situs ini tepat pada tanggal 13 Februari 2004 memuat <em>headline</em> berjudul <em>The Dark Side of Valentine&#8217;s Day-Ties Between the Chocolate Industry and Child Slavery</em> (SIsi Gelap Antara Hari Valentine dengan Perbudakan Anak) yang merupakan sebuah artikel hasil wawancara antara jurnalis kawakan Amerika, Amy Goodman dengan Melissa Schweisguth, salah seorang koordinator <em>Exchange Trade Fair.</em></p>
<p style="padding-left:30px;">Pada intinya bahwa 70% kokoa yang merupakan bahan dasar pembuatan makanan cokelat itu berasal dari Afrika Barat dengan 42%nya berasal dari daerah Pantai Gading. Afrika Barat merupakan penghasil kokoa terbesar dunia, terutama bagi produsen-produsen cokelat seperti M&amp;M atau Mars. Faktanya, terdapat lebih dari 284.000 anak-anak kecil yang dipekerjakan  di sana dengan kondisi dan upah yang jauh dari standar minimal. Awalnya temuan ini disangkal oleh industri di sana, namun karena berbagai tekanan yang ada dari lembaga pemantau keselamatan anak dan juga dari berbagai LSM dunia, maka mereka akhirnya menerima adanya permasalahan itu dan berjanji akan melakukan &#8220;rencana perbaikan&#8221;, namun yang disebut sebagai &#8220;rencana perbaikan&#8221; itu ternyata tidak melingkupi standar gaji dan standar hidup yang layak bagi anak-anak pekerja tersebut.</p>
<p><strong>6. VD adalah sebuah tradisi jahiliyyah modern</strong></p>
<p style="padding-left:30px;"><em>Jahl, </em>menurut Ibnu Taimiyyah berarti &#8220;yang tidak memiliki atau tidak mengikuti ilmu.&#8221; Selanjutnya, &#8220;Orang yang tidak tahu <em>haq </em>(kebenaran) adalah jahil ringan. Dan jika ia meyakini sesuatu sesuatu yang bertentangan dengan <em>haq</em> sebagai suatu kebenaran, maka ia disebut <em>jahil murakkab</em> (tolol kuadrat). Sama halnya, orang yang mengamalkan sesuatu yang bertentangan dengan <em>haq</em>, ia disebut jahil sekalipun orang tersebut tahu bahwa yang diamalkannya itu bertentangan dengan <em>haq</em>.</p>
<p style="padding-left:30px;">Al-Qur&#8217;an tidak mendefinisikan istilah jahiliyyah dalam pemaknaan ruang dan waktu, tetapi lebih kepada pemaknaan akidah dan sikap hidup umat-Nya. Muhammad Quthb dalam kitab <em>Ru&#8217;yah Islamiyah liahwalil &#8216;Alamil Mu&#8217;ashir </em>(Darul Wathon li an-nasyari, 14411 H/1991 M) yang diterbitkan oleh edisi Indonesianya oleh Yayasan SIDIK pada April 1996 menegaskan: <em>&#8220;Jahiliyyah tidak terbatas pada zaman dan tempat serta komunitas atau bangsa tertentu. Ia menyangkut tashawwur tertentu dan suluk tertentu. Ia merupakan persepsi dan pola sikap. Kapan dan di mana saja terdapat tashawwur dan suluk jahiliyyah, maka dia adalah jahiliyyah, tidak peduli pada zaman, tempat, dan bangsa apa saja.</em></p>
<p style="padding-left:30px;">Hari Valentine meski dibungkus dengan cokelat, bunga, dan hiasan-hiasan yang menarik hati, sesungguhnya ia adalah adopsi dari budaya mengumbar syahwat milik kaum Pagan Roma, Lupercalian Festival, yang tidak ada dasarnya sama sekali. Inilah salah satu bentuk kejahiliyyahan modern. Siapa pun yang merayakannya dengan dalih apa pun, maka ia telah melakukan suatu bentuk kebodohan <em>(al-jahl) </em>dan pantas diberi gelar sebagai kaum jahiliyyah.</p>
<p><strong>7. VD haram hukumnya</strong></p>
<p style="padding-left:30px;">Berpartisipasi sekecil apa pun dalam perayaan Valentine, bahkan sekedar mengucapkannya, adalah haram hukumnya. Inilah dalil-dalil yang secara jelas mengharamkan Valentine.</p>
<p style="padding-left:30px;">Allah berfirman dalam QS. Al Maaidah ayat 51 yang artinya: <em>&#8220;Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin (mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesnungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang dzalim.</em>&#8220;</p>
<p style="padding-left:30px;"><em>&#8220;Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya akan diminta pertanggungjawaban.&#8221; </em>(QS. Al Isra&#8217; : 36)</p>
<p style="padding-left:30px;">Rasulullah SAW dalam suatu haditsnya yang diriwayatkan oleh Abu Daud dan Imam Ahmad dari Ibnu Umar menyatakan, <em>&#8220;Barangsiapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut.&#8221;</em></p>
<p style="padding-left:30px;"><em>&#8220;Barangsiapa melakukan amal yang tiada didasari perintahku (Qur&#8217;an dan Sunnah), maka amal perbuatannya tertolak.&#8221;</em><em> </em>(HR. Ahmad)</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;-</p>
<p>Sumber: Eramuslim Digest Edisi Koleksi 5, <em>The Dark Valentines, Ritual Setan yang Kini Dipuja</em></p>
<p>Gambar diambil dari http://en.wikipedia.org/wiki/Valentine&#8217;s_Day</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umisyifa.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umisyifa.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umisyifa.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umisyifa.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umisyifa.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umisyifa.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umisyifa.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umisyifa.wordpress.com/309/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umisyifa.wordpress.com/309/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umisyifa.wordpress.com/309/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umisyifa.wordpress.com&blog=5002661&post=309&subd=umisyifa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umisyifa.wordpress.com/2009/02/02/6-facts-about-valentines-day/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2a4803945828058e952d9e72acc63605?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">umisyifa</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/3/33/Antique_Valentine_05.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Cupid Lambang VD</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ketika Merasa Kehilangan</title>
		<link>http://umisyifa.wordpress.com/2009/01/31/ketika-merasa-kehilangan/</link>
		<comments>http://umisyifa.wordpress.com/2009/01/31/ketika-merasa-kehilangan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Jan 2009 00:04:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Syifa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurv3.web.ugm.ac.id/?p=165</guid>
		<description><![CDATA[Jika ditanya, pernahkah Anda kehilangan suatu benda? Benda itu benda kesayangan Anda? Jika benda yang dimaksud bukanlah benda kesayangan, pasti Anda tak begitu merasa kehilangan. Namun bila benda itu kesayangan Anda? Pastilah jawaban yang muncul akan sebaliknya.
Seperti simbok, waktu saya tanya, &#8220;Mbok, rasanya kehilangan gelombang cinta gimana?&#8221;
Jawaban simbok waktu itu, &#8220;Seperti diputus pacar&#8221;  
Simbok [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umisyifa.wordpress.com&blog=5002661&post=165&subd=umisyifa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Jika ditanya, pernahkah Anda kehilangan suatu benda? Benda itu benda kesayangan Anda? Jika benda yang dimaksud bukanlah benda kesayangan, pasti Anda tak begitu merasa kehilangan. Namun bila benda itu kesayangan Anda? Pastilah jawaban yang muncul akan sebaliknya.</p>
<p>Seperti simbok, waktu saya tanya, &#8220;Mbok, rasanya kehilangan gelombang cinta gimana?&#8221;</p>
<p>Jawaban simbok waktu itu, &#8220;Seperti diputus pacar&#8221; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Simbok sangat sayang dengan tanaman satu itu. Meski sudah ngga <em>booming</em>, simbok masih bela-belain beli waktu ada tukang bunga lewat di depan rumah. Simbok pun sempat menangis sebentar saat mengetahui ada daun tanamannya yang hilang, saat ditinggal mudik beberapa hari.</p>
<p><span id="more-165"></span>Itu baru kehilangan benda mati, bagaimana bila kehilangan sanak saudara? Orang tua? Istri atau suami? Pasti lebih sedih lagi.</p>
<p>Pagi ini saya juga akan merasakan yang namanya kehilangan. Saya akan kehilangan rumah yang sudah kami tempati lebih dari satu tahun. Walaupun bukan milik sendiri, tapi rumah ini sudah banyak memberikan kisah. Pahit, manis, suka dan duka. Pemiliknya sudah seperti bapak dan ibu kami sendiri. Kami sering berkirim makanan, bertukar kebahagiaan, dan saling berbagi. Nyaman, serasa di rumah sendiri.</p>
<p>Namanya juga barang sewaan, jika sudah habis masanya atau ada sesuatu hal yang membuat barang itu harus kembali ke pemiliknya, si penyewa harus rela. Rumah ini tak lagi menjadi &#8220;milik&#8221; kami. Dan pagi ini saya telah bersiap untuk mengangkut semua barang-barang menuju tempat yang baru. Sayangnya tempat yang baru itu juga bukanlah rumah kami <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' />  Nebeng sejenak di rumah ortu, menunggu kesempatan untuk menyusul suami. *menunggu saat itu&#8230;*</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umisyifa.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umisyifa.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umisyifa.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umisyifa.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umisyifa.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umisyifa.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umisyifa.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umisyifa.wordpress.com/165/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umisyifa.wordpress.com/165/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umisyifa.wordpress.com/165/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umisyifa.wordpress.com&blog=5002661&post=165&subd=umisyifa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umisyifa.wordpress.com/2009/01/31/ketika-merasa-kehilangan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2a4803945828058e952d9e72acc63605?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">umisyifa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tata Cara Membuat Paspor</title>
		<link>http://umisyifa.wordpress.com/2009/01/29/tata-cara-membuat-paspor/</link>
		<comments>http://umisyifa.wordpress.com/2009/01/29/tata-cara-membuat-paspor/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 29 Jan 2009 12:35:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Syifa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Informasi]]></category>
		<category><![CDATA[Paspor]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurv3.web.ugm.ac.id/?p=274</guid>
		<description><![CDATA[Awal Februari suami hendak melanjutkan studi ke luar negeri. Jika saja ada kesempatan dan kondisi di sana memungkinkan, suami ingin agar saya dan Syifa menyusul ke sana. Beberapa waktu lalu saya telah membuat paspor agar nanti saat waktunya tiba, tinggal berangkat saja. Saya membuatnya di kantor imigrasi di Jalan Solo.
Yang diperlukan ketika hendak membuat paspor [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umisyifa.wordpress.com&blog=5002661&post=301&subd=umisyifa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Awal Februari suami hendak melanjutkan studi ke luar negeri. Jika saja ada kesempatan dan kondisi di sana memungkinkan, suami ingin agar saya dan Syifa menyusul ke sana. Beberapa waktu lalu saya telah membuat paspor agar nanti saat waktunya tiba, tinggal berangkat saja. Saya membuatnya di kantor imigrasi di Jalan Solo.</p>
<p>Yang diperlukan ketika hendak membuat paspor adalah:</p>
<ol>
<li>Bukti Domisili, terdiri dari KTP (Kartu Tanda Penduduk) dan KK (Kartu Keluarga)</li>
<li>Bukti Identitas, terdiri dari akta kelahiran/ijazah, akta perkawinan/surat nikah/surat baptis, surat keputusan ganti nama (bila pernah ganti nama), rekomendasi bagi pemohon yang berstatus karyawan/PNS/ABRI dari instansi yang bersangkutan, buku pelaut, paspor/SPLP lama, dan rekomendasi dari BP2 TKI untuk calon TKI.</li>
</ol>
<p>Ada beberapa hal yang perlu dilampirkan, misalnya jika status masih mahasiswa dan juga anak-anak kurang dari 17 tahun. Saya harus melampirkan surat permohonan dari suami yang isinya mengajak istri dan anak untuk ikut serta. Selain itu juga foto copy paspor dan KTP suami.</p>
<p>Bagi anak kurang dari 17 tahun harus melampirkan foto copy surat nikah orang tua, beserta copy KTP keduanya. Selain itu juga surat permohonan dari orang tua (yang menyatakan bahwa si anak benar-benar anak dari pasangan suami istri tersebut) dan juga surat keterangan domisili dari daerah tempat tinggal. Semua surat permohonan itu ditempel materai senilai Rp. 6000,-</p>
<p><span id="more-301"></span>Tata cara pembuatan paspor adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Pemohon datang dan melengkapi semua dokumen di atas dan juga formulir biodata plus stofmap yang disediakan dari sana, seharga Rp. 7000,- (padahal pada formulir tersebut tertera kalimat yang menyatakan bahwa formulir dapat diperoleh dengan gratis <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  )</li>
<li>Pemohon mengisi formulir dengan lengkap dan menyertakan semua foto copy dokumen dalam satu stofmap. Dokumen asli dilampirkan.</li>
<li>Pemohon menunggu panggilan. Setelah namanya dipanggil, petugas akan memberikan slip yang bertuliskan sejumlah uang. Di situ juga tertulis tanggal saat pemohon harus kembali ke kantor (tiga hari kemudian) dan melakukan foto dan wawancara. Biaya untuk membuat paspor baru 48 halaman beserta foto dan sidik jari adalah 275.000 rupiah.</li>
</ol>
<p>Proses wawancara:</p>
<ol>
<li>Pemohon menyerahkan slip yang telah diberikan tiga hari lalu dan menunggu panggilan. Saat dipanggil, pemohon menuju loket pembayaran untuk menyerahkan sejumlah uang yang tertera pada slip.</li>
<li>Setelah membayar, pemohon menunggu panggilan berikutnya, yaitu untuk proses foto dan wawancara. Foto dilakukan secara langsung dan juga diambil sidik jari pemohon. Setelah foto selesai, pemohon harus menunggu panggilan (lagi) untuk proses wawancara.</li>
<li>Proses wawancara berlangsung sebentar saja. Petugas menanyakan kebenaran nama, tempat dan tanggal lahir, serta keperluan pembuatan paspor. Jika syarat-syarat telah lengkap dan nama serta tanggal lahir telah benar, maka pemohon tinggal menunggu empat hari untuk dapat memperoleh paspor.</li>
</ol>
<p>Tata cara pembuatan paspor di atas adalah bagi pemohon yang akan membuat paspor dengan prosedur yang seharunya (legal). Kalau lewat calo atau jalur lain, maka prosedurnya tentu saja &#8220;sedikit berbeda&#8221; <img src='http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<div></div>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umisyifa.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umisyifa.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umisyifa.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umisyifa.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umisyifa.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umisyifa.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umisyifa.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umisyifa.wordpress.com/301/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umisyifa.wordpress.com/301/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umisyifa.wordpress.com/301/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umisyifa.wordpress.com&blog=5002661&post=301&subd=umisyifa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umisyifa.wordpress.com/2009/01/29/tata-cara-membuat-paspor/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2a4803945828058e952d9e72acc63605?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">umisyifa</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekali Kali Curhat Itu Perlu</title>
		<link>http://umisyifa.wordpress.com/2009/01/16/sekali-kali-curhat-itu-perlu/</link>
		<comments>http://umisyifa.wordpress.com/2009/01/16/sekali-kali-curhat-itu-perlu/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 16 Jan 2009 09:31:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu Syifa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cerita]]></category>
		<category><![CDATA[Intermezzo]]></category>
		<category><![CDATA[Curhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://nurv3.web.ugm.ac.id/?p=235</guid>
		<description><![CDATA[Curhat adalah mencurahkan isi hati kepada orang lain. Walaupun tidak selalu curhat untuk setiap masalah, namun pada saat-saat tertentu, curhat bisa menjadi obat tersendiri. Saat ada masalah yang sulit misalnya, kita dapat berbagi kepada orang lain untuk meminta solusi atas permasalahan yang kita hadapi atau sekedar memintanya menjadi pendengar yang baik. Tentu saja orang lain [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umisyifa.wordpress.com&blog=5002661&post=235&subd=umisyifa&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Curhat adalah mencurahkan isi hati kepada orang lain. Walaupun tidak selalu curhat untuk setiap masalah, namun pada saat-saat tertentu, curhat bisa menjadi obat tersendiri. Saat ada masalah yang sulit misalnya, kita dapat berbagi kepada orang lain untuk meminta solusi atas permasalahan yang kita hadapi atau sekedar memintanya menjadi pendengar yang baik. Tentu saja orang lain yang kita curhati tidak bisa sembarang orang. Orang itu bisa saja sahabat atau suami/istri kita sendiri yang tentunya dapat dipercaya. Kepercayaan itulah yang menjadi kunci sebuah kesetiaan.</p>
<p>Bagi orang <em>introvert</em>, akan terasa susah sekali curhat, <span id="more-235"></span>kecuali dengan orang yang sangat sangat dekat dengannya, atau minimal memiliki persamaan dalam hal tertentu, status misalnya. Orang yang sama-sama menderita secara ekonomi, bisa jadi lebih mudah untuk saling bertukar pikiran dan menceritakan masalah masing-masing.</p>
<p>Saya pernah curhat. Dengan suami? Sering&#8230; Dengan sahabat? Itu pilih-pilih&#8230; Setelah curhat memang rasanya jadi plong. Saya merasa ada seseorang yang bisa mendengarkan saya, memberi sebuah jalan terang. Setelah mengungkapkan masalah, saya merasa sepeti membuat sebuah <em>space</em> yang besar dalam dada, yang dapat mengurangi rasa sesak.</p>
<p>Selain curhat, saya memilih untuk tilawah atau sholat. Dua cara ini kadang bisa membuat perasaan lebih enak. Salah satu teman bahkan pernah bercerita bahwa kadang-kadang saat ia sedang mengalami kegelisahan, saat tilawah seakan menemukan solusinya, dari arti ayat-ayat yang dia baca. Sungguh suatu kebetulan yang menyenangkan.</p>
<p>Sholat sendiri sebenarnya, bila bisa meresapi, seakan-akan seperti sedang ngobrol dengan Sang Pencipta. Tentu saja sholat dengan konsentrasi tinggi. Kebanyakan justru saat sholat menjadi susah konsentrasi ketika sedang bermasalah.</p>
<p>Apapun pilihan Anda, semoga menjadi jalan yang terbaik untuk solusi masalah yang sedang dihadapi. Dan curhat? Sekali-kali emang perlu. Coba saja.</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/umisyifa.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/umisyifa.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/umisyifa.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/umisyifa.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/umisyifa.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/umisyifa.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/umisyifa.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/umisyifa.wordpress.com/235/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/umisyifa.wordpress.com/235/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/umisyifa.wordpress.com/235/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=umisyifa.wordpress.com&blog=5002661&post=235&subd=umisyifa&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://umisyifa.wordpress.com/2009/01/16/sekali-kali-curhat-itu-perlu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/2a4803945828058e952d9e72acc63605?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">umisyifa</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>