Archive

Archive for the ‘Islam’ Category

Memajang Foto Dengan Pasangan Di Dunia Maya

March 13, 2009 Ummu Syifa 7 comments

Dulu saya sempat membahas tentang hukum memajang gambar bernyawa di blog lama saya. Sekarang saya tergelitik untuk mengulasnya lagi setelah beberapa waktu lalu sempat melihat banyak pasangan yang kerap memajang fotonya, entah itu sebagai profile foto di facebook, friendster, blog, plurk, atau yahoo messenger.

Innamal a’malu bin niyyat… hadits itu artinya adalah segala sesuatu itu tergantung dari niat. Sehubungan dengan niatan, sesungguhnya apa yang ada di benak pasangan-pasangan tersebut ketika menampilkan foto mereka berdua di dunia maya? Read more…

Categories: Internet, Islam Tags: , , ,

6 Facts About Valentine’s Day

February 2, 2009 Ummu Syifa 2 comments

“Misi utama kita bukanlah menjadikan kaum Muslimin beralih agama menjadi orang Kristen atau Yahudi, tapi cukuplah dengan menjauhkan mereka dari Islam… Kita jadikan mereka sebagai generasi muda Islam yang jauh dari Islam, malas bekerja keras, suka berfoya-foya, senang dengan segala kemaksiatan, memburu kenikmatan hidup, dan orientasi hidupnya semata untuk memuaskan hawa nafsunya…”

Kalimat di atas adalah cuplikan kata-kata Samuel Zwemmer, seorang tokoh Yahudi, dalam pidatonya pada Konferensi Missi di Yerussalem, 1935.

Propaganda Yahudi telah merebak luas ke seluruh penjuru dunia, menyerang pemikiran semua umat, tak terkecuali Islam. Generasi Islam-lah yang paling gencar dibuat lupa akan syari’at agamanya sendiri, sehingga akhirnya terjerumus ke lembah hitam.

Salah satu moment yang digunakan oleh kaum Yahudi untuk menghancurkan akidah generasi muda Islam adalah budaya-budaya bid’ah yang dikemas menarik dan modern, sehingga selalu diperingati setiap tahun. Sebagai contoh adalah Valentine’s Day (VD) atau yang dikenal dengan Hari Kasih Sayang. Read more…

Categories: Islam Tags: ,

Bulan Muharram dan Puasa ‘Asyura

January 5, 2009 Ummu Syifa 4 comments

Umat Islam memiliki kalender dan penanggalan yang ditandai dengan peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah. Penanggalan itu disebut Hijriyah. Bulan pertama dari kalender Hijriyah adalah Bulan Muharram. Apa saja keistimewaan bulan Muharram?

1. Muharram termasuk salah satu dari empat bulan haram

“Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) din yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (At-Taubah: 36). Read more…

Categories: Islam Tags: , , ,

Renungan Malam Tahun Baru

December 31, 2008 Ummu Syifa 3 comments

Tahun baru? Apa yang terpikir di benak Anda? Terompet? Kembang Api? Pesta? Makan-makan, bakar jagung, atau liburan bersama keluarga? Bagi saya, tahun baru tak ubahnya seperti hari-hari lainnya. Tak perlu membuatnya begitu spesial. Justru seharusnya kita patut berintrospeksi diri. Apa yang sudah kita lakukan untuk diri kita dan orang di sekitar kita selama setahun silam. Apakah kita bisa bertekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik di tahun berikutnya? Read more…

Categories: Islam, Renungan Tags: , ,

Kejadian Penciptaan Manusia

December 21, 2008 Ummu Syifa 1 comment

Saat manusia belum mengenal siapa dirinya, Allah telah menerangkan kejadian penciptaan makhluk bernama manusia dalam kalamnya yang mulia. Betapa manusia adalah makhluk sempurna yang tercipta dengan Kuasa-Nya.

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari suatu saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, dan segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci lah Allah, Pencipta Yang Paling Baik. (Almu’minun [23]:12-14)

Read more…

Categories: Islam Tags: , , ,

Hukum Minum Sambil Berdiri

December 18, 2008 Ummu Syifa Leave a comment

Dulu saya pernah bertanya-tanya (sendiri) tentang hukum minum sambil berdiri. Setahu saya, sebagaimana makan yang harus dilakukan dengan duduk, maka minum pun demikian. Guru agama SMA mengajarkan pada kami 100 hadits ‘Adabun Nabawi, salah satunya adalah adab makan. Saya lupa bunyi dan arti lengkap hadits tersebut, namun intinya bahwa Rasulullah melarang kita makan sambil berdiri.

Saya terkejut waktu mengikuti out bond di Kalikuning dengan teman-teman satu organisasi. Suatu ketika ada seorang senior saya yang minum sambil berdiri. Saya sempat melihat dan tidak suka dengan tingkahnya. Lalu ada yang bilang, bahwa minum sambil berdiri itu boleh. O ya? Tapi sayang, dia tidak menyebutkan dalil tentang itu.

Suatu ketika (lagi), saat saya sedang menonton film debat Ahmad Deedat Read more…

Categories: Islam Tags: ,

Tawadlu dalam Hal Ilmu

December 14, 2008 Ummu Syifa Leave a comment

Tawadlu dalam kitab Ihya’ ‘Ulumuddin karya Imam Al Ghozali, berasal dari kata “meletakkan”. Maksudnya adalah meletakkan sesuatu sesuai dengan posisinya. Tawadlu’ juga berarti menerima kebenaran dari siapa saja yang mengatakanya. Sahabat Nabi, al-Fudlail ibn ‘Ayyadl Ra., mengartikan tawadlu’ dengan “patuh dan tunduk kepada kebenaran walaupun datangnya dari anak kecil dan orang budak yang lebih rendah derajatnya dari kita”.

Lawan dari tawadlu adalah sombong atau takabur. Sombong merupakan sifat yang sangat dibenci oleh Allah, bahkan taruhannya adalah tidak adanya peluang untuk masuk surga. Read more…

Categories: Islam, Renungan Tags: , ,

Arti Penting Sebuah Nama

December 9, 2008 Ummu Syifa 2 comments

“Apalah Arti Sebuah Nama”

Pernah mendengar sepenggal kalimat tersebut? Kalimat itu terlontar dari seorang pujangga Inggris, William Shakespeare. Kalimat yang mengesankan bahwa nama itu tidak penting, tidak bermakna, dan si empunya bahkan tak peduli dengan nama yang disandangnya. Setujukan Anda dengan pernyataan itu? Hmm kalau saja Shakespeare pernah membaca buku -yang akan saya singgung di bawah- pasti dia akan menyesal telah mengatakannya :D

Read more…

Categories: Islam Tags: ,

Sholat ‘Ied, Wajib atau Sunnah?

December 7, 2008 Ummu Syifa 2 comments

Terdapat sejumlah perbedaan pendapat tentang hukum sholat ‘Ied. Menurut Syaikh Abul Hasan Mustafa bin Isma’il as Sulaimani*, ada tiga pendapat yang masyhur di kalangan ulama, yaitu:

  1. Sholat ‘Ied hukumnya sunnah. Hal ini merupakan pendapat jumhur ulama.
  2. Sholat ‘Ied hukumnya fardhu kifayah. Pendapat ini merupakan pendapat yang terkenal di kalangan madzab Hambali.
  3. Sholat ‘Ied hukumnya wajib. Berdasarkan pendapat madzhab Hanafiyah serta pendapat salah satu riwayat dari Imam Ahmad.

Penjelasan pendapat pertama.

Para pendukung pendapat ini berdalil dengan hadits yang muttafaq ‘alaih, Read more…

Categories: Islam Tags: ,

Penetapan dan Keutamaan Berpuasa Pada Hari Arafah

December 7, 2008 Ummu Syifa Leave a comment

Puasa merupakan jenis amalan yang paling utama dan dipilih oleh Allah untuk diri-Nya. Hal ini telah disebutkan dalam hadist Qudsi: Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku-lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku.

Salah satu jenis puasa yang disunnahkan adalah puasa Arafah. Puasa Arafah dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah, yaitu bertepatan dengan kegiatan wukuf di padang Arafah yang dilaksanakan oleh jamaah haji. Wukuf di padang Arafah merupakan puncak dari serangkaian kegiatan haji. Bagi yang sedang tidak melaksanakan haji, disunnahkan menjalankan puasa sunnah Arafah.

Keutamaan puasa Arafah adalah diampuni dosa-dosa selama dua tahun, yaitu setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Hal tersebut berdasarkan hadits-hadits di bawah ini:

Rasulullah s.a.w. bersabda; “Berpuasa pada hari Arafah menghapuskan dosanya setahun sebelum dan setahun sesudahnya”. (Riwayat Imam Muslim)

Dari Abi Qatadah ra Baginda Rasulullah s.a.w. bersabda: Berpuasa pada hari Arafah, sesungguhnya aku mengharapkan dari Allah agar dihapuskan dosa selama satu tahun sebelumnya dan satu tahun sesudahnya.

Dari Abi Qatadah r.a., ia berkata Rasulullah Saw. telah bersabda: “Puasa hari Arafah itu dapat menghapuskan dosa dua tahun, satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang.” (Riwayat Jama’ah kecuali Bukhari dan Tarmidzi).

Seringkali terdapat perbedaan penetapan hari Arafah karena perbedaan masing-masing wilayah di dalam mathla’ (tempat terbit) hilal. Apakah kita mengikuti ru’yah negeri kita atau ru’yah Makkah dan Madinah?Berikut jawaban singkat dari Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin.

Perkara ini dibangun di atas ikhtilaf para ulama, apakah hilal itu satu saja untuk seluruh dunia atau berbeda sesuai mathla’nya (tempat terbit bulan). Dan yang benar bahwa penampakan hilal berbeda sesuai dengan perbedaan mathla’.

Sebagai contoh: Apabila hilal telah nampak di Kota Makkah, dan sekarang adalah hari ke sembilan (di Makkah), hilal juga terlihat di negeri yang lain satu hari lebih cepat daripada Makkah sehingga hari Arafah (di Makkah) adalah hari kesepuluh bagi mereka. Maka mereka tidak boleh berpuasa karena hari tersebut adalah hari raya.

Demikian pula sebaliknya, jika di suatu negeri ru’yahnya lebih lambat daripada Makkah maka tanggal sembilan di Makkah merupakan tanggal delapan bagi mereka. Maka mereka berpuasa pada hari ke sembilan (menurut negeri mereka) bersamaan dengan tanggal sepuluh di Makkah. Ini merupakan pendapat yang kuat. Karena Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Jika kalian melihatnya (hilal) maka berpuasalah, dan apabila kalian melihatnya maka berbukalah” (Dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari Kitab Ash-Shaum, Bab Hal Yuqal Ramadhan (1900) dan Muslim di Kitab Ash-Shiyam, Bab Wujubus Shaum (20)(1081)).

Orang-orang yang hilal itu tidak nampak dari arah (daerah) mereka berarti mereka tidaklah melihat hilal tersebut. Begitu juga manusia telah sepakat bahwa mereka menganggap terbitnya fajar dan terbenamnya matahari pada setiap wilayah disesuaikan dengan wilayah masing-masing. Maka demikian pulalah penetapan waktu bulan seperti penetapan waktu harian.

(Fatawa Ahkamis Shiam no. 405. Diterjemahkan oleh Abu Umar Al Bankawy, muraja’ah oleh Al Ustadz Abdul Mu’thi Al Maidani)

Sumber: ulamasunnah,  syahadat.com dan abunasr.multiply.com

Categories: Islam Tags: , ,